Tetesan Batuk yang Sangat Kecil Dapat Melayang Sejauh 6,6 Meter!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 05 November 2020 | 13:20 WIB
Tetesan Batuk yang Sangat Kecil Dapat Melayang Sejauh 6,6 Meter!
Ilustrasi perempuan batuk (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru-baru ini oleh ilmuwan dari A-STAR's Institute of High-Performance Computing di Singapura menemukan beberapa tetesan pernapasan yang lebih kecil dari batuk dapat bergerak hingga lebih dari lima meter.

Penelitian yang terbit di jurnal Physics of Fluids ini menunjukkan tetesan batuk 100 mikrometer di bawah kecepatan angin dua meter per detik dapat 'terbang' hingga 6,6 meter, bahkan lebih jauh jika kondisi udara kering karena penguapan tetesan.

Dari penelitian ini, penulis studi Fong Yew Leong mengatakan menjaga jarak sebenarnya sangat efektif dalam mengurangi penularan virus corona, di samping memakai masker, lapor The Health Site.

Sebab, pengendapan tetesan terbukti berkurang pada seseorang berjarak minimal satu meter dari sumber batuk.

Tetesan besar dapat jatuh di tanah dengan cepat karena gravitasi, tetapi masih dapat meluncur sejauh satu meter karena semburan batuk, bahkan ketika tidak ada angin.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Sedangkan tetesan berukuran sedang bisa menguap menjadi tetesan yang lebih kecil, lebih ringan dan lebih mudah terbawa angin, dan ini juga bisa menyebar lebih jauh.

Pertimbangan biologis virus

Peneliti pun menunjukkan gambaran yang lebih rinci tentang dispersi tetesan karena mereka memasukkan pertimbangan biologis virus, seperti konten non-volatil ke dalam pemodelan penyebaran tetesan di udara.

Menekankan tentang tetesan yang menguap, penulis lain studi ini Hongying Li mengatakan tetesan yang menguap mempertahankan konten virus yang tidak mudah menguap, sehingga viral load dapat meningkat.

Ini berarti, tambahnya, tetesan yang menguap yang menjadi aerosol lebih rentan untuk terhirup jauh ke dalam paru-paru, yang menyebabkan infeksi di bagian bawah saluran pernapasan.

Temuan ini juga sangat bergantung pada kondisi lingkungan, seperti kecepatan angin, tingkat kelembapan, dan suhu udara sekitar, serta berdasarkan asumsi yang dibuat dari literatur ilmiah tentang kelangsungan hidup SARS-CoV-2.

Menurut peneliti, temuan ini dapat diterapkan untuk merancang lingkungan yang mengoptimalkan kenyamanan dan keamanan, seperti di rumah sakit yang harus memperhitungkan aliran udara dalam ruangan dan transmisi patogen yang ditularkan melalui udara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keren, Teknologi AI dapat Deteksi Penderita Covid-19 Hanya dari Batuk!

Keren, Teknologi AI dapat Deteksi Penderita Covid-19 Hanya dari Batuk!

Health | Rabu, 04 November 2020 | 10:55 WIB

Kisah Khloe Kardashian Positif Corona: Batuk Parah dan Pisah dengan Anak

Kisah Khloe Kardashian Positif Corona: Batuk Parah dan Pisah dengan Anak

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2020 | 14:42 WIB

Terkait Penyebaran Covid-19, Ketahui Beda Tetesan Pernapasan dengan Aerosol

Terkait Penyebaran Covid-19, Ketahui Beda Tetesan Pernapasan dengan Aerosol

Health | Jum'at, 17 Juli 2020 | 12:02 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB