Peneliti Oxford Sebut Virus Corona Tingkatkan Risiko Masalah Kejiwaan

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 10 November 2020 | 08:33 WIB
Peneliti Oxford Sebut Virus Corona Tingkatkan Risiko Masalah Kejiwaan
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Batuk kering, demam tinggi, hilangnya indra penciuman dan perasa adalah efek dari infeksi virus corona Covid-19. Tapi, penelitian baru telah menarik hubungan kuat antara Covid-19 dengan diagnosis psikiatris.

Studi yang diterbitkan dalam The Lancet Psychiatry menemukan bahwa 20 persen pasien virus corona Covid-19 menerima diagnosis masalah kejiwaan dalam waktu 90 hari.

Selain meningkatkan risiko gejala kejiwaan, memiliki gangguan kejiwaan meningkatkan kemungkinan tertular virus corona Covid-19.

Studi oleh para peneliti di Universitas Oxford, Departemen Psikiatri dan Pusat Penelitian Biomedis Kesehatan Oxford NIHR, merupakan bukti skala besar pertama bahwa penyintas virus corona Covid-19 memiliki peningkatkan risiko gangguan kejiwaan.

Dalam 3 bulan setelah dites positif virus corona Covid-19, satu dari lima orang yang selamat justru mendapat diagnosis kecemasan, depresi atau insomnia untuk pertama kalinya.

Diagnosis masalah kejiwaan itu lebih mungkin dibandingkan kelompok pasien lain pada periode sama. Bahkan masalah demensia juga lebih mungkin terjadi pada pasien virus corona.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Virus corona Covid-19 juga dikaitkan dengan diagnosis psikiatri pada orang yang sudah memiliki riwayat masalah kejiwaan sebelumnya.

Secara keseluruhan, hampir 20 persen orang menerima diagnosis kejiwaan dalam waktu 90 hari setelah terinfeksi virus corona Covid-19.

"Orang-orang khawatir bahwa para penyintas Covid-19 akan berisiko lebih besar mengalami masalah kesehatan mental dan temuan kami dalam studi besar juga telah membuktikan bahwa hal ini mungkin terjadi," kata Paul Harrison, Profesor Psikiatri Universitas Oxford dikutip dari Express.

Paul Harrison mengatakan layanan masalah kejiwaan ini harus siap untuk memberikan perawatan pada pasien Covid-19. Tapi, Paul mengaku butuh penelitian untuk menyelidiki penyebab dan mengidentifikasi pengobatan baru untuk pasien Covid-19.

Para peneliti juga menemukan bahwa orang yang sudah memiliki masalah kejiwaan, sebanyak 65 persen lebih mungkin terinfeksi virus corona Covid-19 daripada mereka yang tidak memiliki masalah kejiwaan.

"Temuan ini tidak terduga dan perlu diselidiki. Sementara itu, masalah kejiwaan juga harus dimasukkan ke daftar faktor risiko Covid-19," kara Dr Max Taquet, NIHR Academic Clinical Fellow.

Menurut NHS, gejala utama virus corona meliputi demam tinggi, batuk kering persisten serta perubahan indra penciuman atau perasa. Orang yang terinfeksi virus corona memiliki setidaknya satu gejala tersebut.

Jika Anda memiliki gejala utama virus corona, Anda harus segera melakukan tes medis. Anda juga harus mengisolasi diri di ruangan khusus untuk menghentikan penularannya ke orang lain atau anggota keluarga lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Covid-19 Jangan Asal Isolasi Mandiri, Ini Aturannya Kata Dokter!

Pasien Covid-19 Jangan Asal Isolasi Mandiri, Ini Aturannya Kata Dokter!

Health | Senin, 09 November 2020 | 16:07 WIB

Dokter Sebut Penularan Virus Corona di Ruang Perawatan Melalui Udara

Dokter Sebut Penularan Virus Corona di Ruang Perawatan Melalui Udara

Health | Senin, 09 November 2020 | 15:36 WIB

Benarkah Virus Corona Perburuk Tinnitus? Begini Kata Peneliti Inggris!

Benarkah Virus Corona Perburuk Tinnitus? Begini Kata Peneliti Inggris!

Health | Minggu, 08 November 2020 | 21:07 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB