Muncul Insiden Merugikan, Brasil Tunda Uji Klinis Vaksin Covid-19

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 10 November 2020 | 13:25 WIB
Muncul Insiden Merugikan, Brasil Tunda Uji Klinis Vaksin Covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Suara.com - Regulator kesehatan Brasil mengatakan bahwa pihaknya telah menangguhkan uji klinis vaksin COVID-19 yang dikembangkan China setelah.

Langkah itu diambil setelah adanya "insiden merugikan" yang melibatkan sukarelawan. Hal ini tentu menjadi pukulan bagi salah satu kandidat vaksin paling maju.

Kemunduran untuk CoronaVac, yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi China, Sinovac Biotech, terjadi pada hari yang sama raksasa farmasi AS Pfizer mengatakan kandidat vaksinnya sendiri telah menunjukkan keefektifan 90 persen.

Regulator Brazil, Anvisa, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah "memutuskan untuk menghentikan uji klinis vaksin CoronaVac setelah insiden merugikan yang serius" pada 29 Oktober.

Penjaga stan pameran Ciftis di Beijing, Jumat (4/9), menunjukkan dua kandidat vaksin COVID-19 buatan Sinopharm dan Sinovac. (ANTARA/HO-GT)
Penjaga stan pameran Ciftis di Beijing, Jumat (4/9), menunjukkan dua kandidat vaksin COVID-19 buatan Sinopharm dan Sinovac. (ANTARA/HO-GT)

Meski demikian, mereka tidak dapat memberikan rincian tentang apa yang terjadi karena peraturan privasi.

Tapi insiden tersebut termasuk kematian, efek samping yang berpotensi fatal, cacat serius, rawat inap, cacat lahir dan "peristiwa signifikan secara klinis" lainnya.

Namun, pusat kesehatan masyarakat yang mengoordinasikan uji coba vaksin di Brazil, Butantan Institute, mengatakan "terkejut" dengan keputusan tersebut.

Lembaga itu "sedang menyelidiki secara rinci apa yang terjadi", dan "siap membantu badan regulator Brasil untuk memberikan klarifikasi yang diperlukan tentang setiap insiden merugikan yang mungkin telah disajikan oleh uji klinis", katanya.

CoronaVac telah terjebak dalam pertempuran politik yang berantakan di Brasil, di mana pendukungnya yang paling terlihat adalah Gubernur Sao Paulo Joao Doria, lawan utama Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro.

baca juga

Pemerintah negara bagian Sao Paulo mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka "menyesal mengetahui keputusan dari pers, bukan langsung dari Anvisa", dan sedang menunggu bersama dengan Butantan Institute untuk informasi lebih lanjut tentang "alasan sebenarnya dari penangguhan tersebut".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Enggan Kalah dari Pfizer, Rusia Klaim Vaksin Covid-19 Miliknya 90% Efekif

Enggan Kalah dari Pfizer, Rusia Klaim Vaksin Covid-19 Miliknya 90% Efekif

Tekno | Selasa, 10 November 2020 | 13:00 WIB

Diuji Tim Independen, Vaksin Pfizer Terbukti 90 Persen Ampuh Tangkal Corona

Diuji Tim Independen, Vaksin Pfizer Terbukti 90 Persen Ampuh Tangkal Corona

Health | Selasa, 10 November 2020 | 11:37 WIB

Tak Mau Kalah, Vaksin Covid-19 Rusia Diklaim Lebih dari 90 Persen Efektif

Tak Mau Kalah, Vaksin Covid-19 Rusia Diklaim Lebih dari 90 Persen Efektif

Health | Selasa, 10 November 2020 | 11:50 WIB

Terkini

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 21:59 WIB

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:55 WIB

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 21:53 WIB

Jejak Penyadapan Listyo Sigit Cs, Ada Perintah Hapus File pada Oktober 2026

Jejak Penyadapan Listyo Sigit Cs, Ada Perintah Hapus File pada Oktober 2026

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:50 WIB

Yusril Jamin Transparansi Kasus Penyadapan Ilegal: Jangan Ragu Polri Sidik Polri

Yusril Jamin Transparansi Kasus Penyadapan Ilegal: Jangan Ragu Polri Sidik Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:23 WIB

Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026

Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 21:16 WIB

Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Disadap, Bagaimana dengan Gibran?

Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Disadap, Bagaimana dengan Gibran?

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:15 WIB

Jenderal Listyo Sigit Cs Tersangka Penyadapan Presiden, DPR Minta Proses Hukum Transparan

Jenderal Listyo Sigit Cs Tersangka Penyadapan Presiden, DPR Minta Proses Hukum Transparan

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:14 WIB

Tanpa Shin Tae-yong, Persija Gagal Kalahkan PSMS Medan di League Cup

Tanpa Shin Tae-yong, Persija Gagal Kalahkan PSMS Medan di League Cup

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 21:11 WIB

Sadap Telepon Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Bisa Dijerat Pasal Makar?

Sadap Telepon Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Bisa Dijerat Pasal Makar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:09 WIB

×