Hari Ayah Nasional: Ketahui 5 Penyakit Terbanyak Pembunuh Lelaki Paruh Baya

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 10 November 2020 | 15:30 WIB
Hari Ayah Nasional: Ketahui 5 Penyakit Terbanyak Pembunuh Lelaki Paruh Baya

Suara.com - Penyakit bisa menyerang siapa saja, dan biasanya sangat tergantung dari gaya hidup yang dijalani orang yang bersangkutan. Pernyakit juga tidak mengenal tempat, usia, serta jenis kelamin dan bisa menimpa siapa saja termasuk sosok terdekat seperti ayah.

Dalam rangka memperingati Hari Ayah Nasional yang jatuh pada tanggal 12 November setiap tahunnya, tidak ada salahnya kita lebih peduli terhadap kesehatan mereka.

Setidaknya ada lima penyakit yang dikenal paling banyak membunuh lelaki paruh baya seperti yang telah Suara.com kutip dari Medicine Net, Senin (10/11/2020) berikut ini.

1. Penyakit jantung
Jantung bekerja membutuhkan asupan oksigen yang disuplai melalui darah, saat suplai darah ke jantung terganggu maka bisa menyebabkan serangan jantung. Aliran darah bisa tersumbat akibat dari timbunan kolesterol, yang membuat arteri menyempit.

Penyakit jantung masuk dalam kategori penyakit pembunuh lelaki nomor satu di Amerika Serikat (AS). Gejala sakit jantung di antaranya seperti dada tertekan, sesak napas, berkeringat, alami gangguan pencernaan, mual, dan kemampuan melakukan aktivitas menurun.

2. Kanker
Dari semua jenis kanker, kanker paru-paru adalah pembunuh nomor satu pada lelaki, padahal kanker ini bisa dicegah, khususnya apabila kebiasaan merokok bisa dihilangkan. Menurut data, rokok jadi penyebab 90 persen dari semua masalah kanker paru-paru, dan angka perokok pemula masih terus bertambah, dan jadi beban di masa yang akan datang.

Alasan kebanyakan orang sulit berhenti merokok, karena kandungan nikotin dalam rokok membuat perokok kecanduan. Nikotin bisa merangsang hormon endorfin atau hormon bahagia keluar dari otak, sehingga orang yang merokok kerap merasa senang, tapi dampak dari pembakarannya bisa membahayakan paru-paru.

3. Cedera
Kebanyakan lelaki meninggal di jalan raya karena kecelakaan, karena sebagian besar yang melakukan aktivitas menyetir kendaraan adalah lelaki. Sehingga tindakan pencegahan sangat diperlukan, seperti memakai sabuk pengaman saat di dalam mobil, menggunakan helm saat bersepeda atau mengendarai motor dan tindakan pengamanan lainnya.

4. Stroke
Jika penyakit jantung disebabkan adanya gangguan pasokan aliran darah ke jantung, maka stroke disebabkan karena adanya gangguan pasokan darah ke otak, alhasil otak tidak bisa berfungsi maksimal, dan merusak sel-sel yang ada di dalamnya.

Gangguan pasokan darah ke otak bisa disebabkan oleh dua hal karena adanya sumbatan atau penyempitan pembuluh darah dan adanya pendarahan di otak.

5. Penyakit paru kronis
Sama seperti cedera akibat kecelakaan lelaki yang lebih banyak menyetir, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) banyak menyerang lelaki karena mereka lebih sering berada di luar rumah, ditambah udara yang tercemar dan sering terpapar polusi.

Emfisema dan bronkitis kronis adalah dua jenis PPOK yang paling sering terjadi, dan umumnya disebabkan oleh rokok. Asap yang mengandung racun akhirnya merusak paru-paru, dan menurunkan kemampuannya untuk mentransfer oksigen ke dalam aliran darah yang dibutuhkan semua organ di tubuh seperti jantung hingga otak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rawan Alami Masalah Kejiwaan, Perawatan Mental Penyintas Covid-19 Penting

Rawan Alami Masalah Kejiwaan, Perawatan Mental Penyintas Covid-19 Penting

Health | Selasa, 10 November 2020 | 09:55 WIB

Kerap Rapat Virtual Hingga Malam? Waspadai Sejumlah Penyakit Ini

Kerap Rapat Virtual Hingga Malam? Waspadai Sejumlah Penyakit Ini

News | Senin, 09 November 2020 | 20:11 WIB

Sejarah Hari Ayah Nasional yang Diperingati Setiap 12 November

Sejarah Hari Ayah Nasional yang Diperingati Setiap 12 November

News | Senin, 09 November 2020 | 13:11 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB