Tenaga Medis Wafat Capai 282 Orang, IDI: Mereka Pahlawan Sebenarnya

Vania Rossa, Luthfi Khairul Fikri

Selasa, 10 November 2020 | 19:42 WIB
Tenaga Medis Wafat Capai 282 Orang, IDI: Mereka Pahlawan Sebenarnya
Ilustrasi dokter.[Unsplash/Online Marketing]

Suara.com - Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan pembaruan data di tengah peringatan Hari Pahlawan pada 10 November ini, terkait tenaga medis yang wafat akibat Covid-19, dengan mencapai total 282 orang.

Tenaga medis itu terdiri dari 159 dokter dan 9 dokter gigi, serta 114 perawat, yang merupakan dari 84 dokter umum (4 guru besar), dan 73 dokter spesialis (6 guru besar), serta 2 residen yang berasal dari 20 IDI Wilayah (provinsi) dan 71 IDI Cabang (Kota/Kabupaten).

Berdasarkan data propinsi, Jawa Timur menjadi yang terbanyak dengan jumlah 36 dokter, dilanjutkan DKI Jakarta 26 dokter, Sumatra Utara 24 dokter, Jawa Barat 12 dokter, Jawa Tengah 11 dokter, Sulawesi Selatan 7 dokter, Banten 6 dokter, Bali 5 dokter, dan Kalimantan Timur 5 dokter.

Kemudian, Aceh 5 dokter, Riau 4 dokter, Kalimantan Selatan 4 dokter, Sumatra Selatan 3 dokter, Kepulauan Riau 3 dokter, DI Yogyakarta 2 dokter, Nusa Tenggara Barat 2 dokter, Sulawesi Utara 2 dokter, dan Papua Barat 1 dokter, Sumatra Barat 1 dokter, Bengkulu 1 dokter, dan masih ada satu dokter menunggu verifikasi.

Melihat kondisi tersebut, Ketua Tim Mitigasi IDI, dr. Adib Khumaidi, SpOT, menganggap dalam situasi pandemi Covid-19, para petugas medis dan kesehatan adalah pahlawan dalam arti sebenarnya.

“Mereka (tenaga medis) pahlawan saat ini. Mereka muncul setiap hari untuk melawan virus corona, bahkan sering kali dengan membahayakan kesehatan mereka dan keluarga mereka. Bahkan, mereka berani sampai kehilangan nyawa,” ujar Adib dalam pernyataannya seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Selasa (10/11/2020).

IDI juga berharap, pemerintah turut mengapresiasi pengorbanan setiap tenaga medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19, dengan memberikan jaminan kesehatan dan kesejahteraan dari negara, baik untuk para tenaga medis dan kesehatan yang masih menjalankan tugasnya, maupun yang sedang dirawat, dan juga yang sudah wafat.

“Apresiasi dari pemerintah dan masyarakat merupakan booster dan vitamin yang kuat untuk meningkatkan ketahanan mental para tenaga medis dan petugas kesehatan yang saat ini sedang berperang melawan Covid-19,” jelasnya.

Adib juga menuturkan tak pernah bosan-bosan untuk mengingatkan agar masyarakat juga turut serta dalam menekan penularan Covid-19 dengan cara mematuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah dan WHO.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Corona Melonjak, IDI Bandarlampung Minta Tempat Tidur Pasien Ditambah

Kasus Corona Melonjak, IDI Bandarlampung Minta Tempat Tidur Pasien Ditambah

Banten | Minggu, 08 November 2020 | 14:34 WIB

Dituntut 3 Tahun Penjara Kasus IDI Kacung WHO, Jerinx Murka

Dituntut 3 Tahun Penjara Kasus IDI Kacung WHO, Jerinx Murka

Bali | Selasa, 03 November 2020 | 13:23 WIB

Bantah Aliansi Dokter Dunia, IDI: Kalau Ngomong Harus Ada Bukti Ilmiah

Bantah Aliansi Dokter Dunia, IDI: Kalau Ngomong Harus Ada Bukti Ilmiah

Health | Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:18 WIB

Terkini

5 Alasan Batam Layak Dijadikan Tujuan Sebelum Kembali ke Jakarta

5 Alasan Batam Layak Dijadikan Tujuan Sebelum Kembali ke Jakarta

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:51 WIB

PLTSa DIY Ubah Sampah Jadi Listrik, Solusi Masalah atau Beban Baru?

PLTSa DIY Ubah Sampah Jadi Listrik, Solusi Masalah atau Beban Baru?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:50 WIB

PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional

PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:49 WIB

Say No to Cup Plastik! 5 Rekomendasi Tumbler Mini Terbaik untuk Ngopi Hemat dan Ramah Lingkungan

Say No to Cup Plastik! 5 Rekomendasi Tumbler Mini Terbaik untuk Ngopi Hemat dan Ramah Lingkungan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Demi Pasien, Dokter Anak Jalan 7 Km saat BBM Langka di Bali

Demi Pasien, Dokter Anak Jalan 7 Km saat BBM Langka di Bali

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:46 WIB

5 Perbedaan Pengalaman Terbang ke Kota Besar dan Destinasi Wisata Alam yang Perlu Dipertimbangkan

5 Perbedaan Pengalaman Terbang ke Kota Besar dan Destinasi Wisata Alam yang Perlu Dipertimbangkan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Bukan Sekadar Dokumen, Meutya Hafid Dorong Arsip Digital Jadi Dasar Kebijakan

Bukan Sekadar Dokumen, Meutya Hafid Dorong Arsip Digital Jadi Dasar Kebijakan

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Ini Urutan Potong Kuku Menurut Islam Sesuai Ajaran Nabi

Ini Urutan Potong Kuku Menurut Islam Sesuai Ajaran Nabi

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:35 WIB

The Full Moon Eye Clinic: Klinik Aneh yang Menyembuhkan Luka Masa Lalu

The Full Moon Eye Clinic: Klinik Aneh yang Menyembuhkan Luka Masa Lalu

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:30 WIB

POCO F9 Pro Jadi Kurang Menarik? Ini Alasan F9 Ultra Lebih Worth It!

POCO F9 Pro Jadi Kurang Menarik? Ini Alasan F9 Ultra Lebih Worth It!

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:30 WIB

×