Dikukus atau Direbus? Simak Cara Mengolah Makanan Terbaik Menurut Ahli

Rauhanda Riyantama | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 13 November 2020 | 14:55 WIB
Dikukus atau Direbus? Simak Cara Mengolah Makanan Terbaik Menurut Ahli
Ilustrasi Pola Makan. (Shutterstock)

Suara.com - Asupan makanan sehat memang bisa didapatkan dari berbagai macam bahan makanan. Namun cara mengolah bisa saja memengaruhi nilai gizi yang terkandung dalam suatu makanan.

Untuk mendpatkan gizi yang maksimal, Medical Senior Manager PT Kalbe Farma Tbk, dr. Dedyanto Henky Saputra, M. Gizi menyatakan bahwa metode kukus makanan adalah cara mengolah yang terbaik.

"Jadi sebetulnya makanan sehat paling baik dimakan dalam keadaan raw atau mentah kalau bisa, tapi enggak semua makanan kan bisa kita makan dalam kondisi mentah," ujar dokter Dedyanto dalam webinar bertajuk Diskusi Virtual Upaya Meningkatkan Imunitas di Tengah Pandemi Covid-19, Kamis (12/11/2020).

"Sebetulnya ada hirarkinya dalam mengolah makanan, dari yang paling bags dan yang harus dikonsumsi sesedikit mungkin" imbuhnya.

Menurut dokter Dedy, pengolahan makanan yang paling baik adalah dikukus, kemudian direbus, ditumis, dipanggang dan digoreng. 

"Pertama yang paling bagus itu dikukus, direbus, ditumis, dipanggang dan yang terakhir itu digoreng dalam minyak jadi makanannya terendam oleh minyak" ujar dokter Dedy.

"Itu (makanan yang digoreng) memang paling enak, siapa sih orang Indonesia yang tidak suka gorengan," imbuhnya. 

Dedy menegaskan bahwa makan makanan digoreng bukannya tidak boleh, namun Anda disarankan untuk mengonsumsinya dengan jumlah seminimal mungkin dan tidak terlalu sering. 

Brokoli kukus
Brokoli kukus

Selain soal pengolahan makanan dokter Dedy juga membagikan tips makan sehat yang bisa membantu jaga kekebalan tubuh.  Menurutnya selain cara mengolah, pola makan yang sehat juga sangat diperlukan. 

"Yang pertama adalah pastikan bahwa pada saat kita makan itu pilih sumber makanan yang beragam," ujar dokter Dedy. Menurut Dedy keberagaman makanan baiknya diisi dengan setengah piring sayur dan buah-buah, dua pertiga piring makanan pokok, dan dua pertiga lauk pauk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perhatian! Madu Bisa Jadi Racun Jika Dicampur Air Panas

Perhatian! Madu Bisa Jadi Racun Jika Dicampur Air Panas

Batam | Kamis, 12 November 2020 | 19:34 WIB

Cegah Penyakit di Musim Hujan, Konsumsi 5 Makanan Sehat Berikut Ini Ya!

Cegah Penyakit di Musim Hujan, Konsumsi 5 Makanan Sehat Berikut Ini Ya!

Bali | Kamis, 12 November 2020 | 18:10 WIB

Tingkatkan Potensi Kehamilan, Simak Pola Makan untuk Kesuburan Perempuan

Tingkatkan Potensi Kehamilan, Simak Pola Makan untuk Kesuburan Perempuan

Health | Kamis, 12 November 2020 | 17:14 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB