Studi: Bayi Lahir Prematur Kurang dari 28 Minggu Berisiko Alami Depresi

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 16 November 2020 | 15:30 WIB
Studi: Bayi Lahir Prematur Kurang dari 28 Minggu Berisiko Alami Depresi
Ilustrasi bayi prematur (Pexels)

Suara.com - Sebuah studi menunjukkan bahwa anak perempuan yang lahir sangat prematur atau kurang dari 28 minggu, tiga kali lebih mungkin didiagnosis dengan depresi di masa kanak-kanak. Hal ini dinyatakan oleh studi yang diterbitkan pada Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychiatry.

Melansir dari Science Daily, peningkatan risiko depresi juga terjadi pada anak perempuan dan anak laki-laki yang mengalami pertumbuhan janin buruk. Efek dari pertumbuhan janin yang buruk terlihat pada bertambahnya usia kehamilan, misal lebih dari 9 bulan.

Menurut para peneliti dari University of Turku, depresi masa kanak-kanak adalah gangguan parah.

"Studi ini menyoroti perlunya intervensi pencegahan untuk bayi berisiko tinggi dan program dukungan untuk kesehatan mental orang tua selama kehamilan," kata peneliti Subina Upadhyaya dari Pusat Penelitian Psikiatri Anak, University of Turku.

Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)
Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)

"Praktik perawatan lanjutan harus mencakup skrining psikososial dan tes perkembangan untuk anak-anak yang lahir prematur dan keluarganya, dengan dukungan yang sesuai untuk kesehatan mental," imbuhnya.

Penelitian ini melibatkan 37.682 anak yang lahir di Finlandia antara Januari 1987 hingga Desember 2007 yang didiagnosis mengalami depresi. Mereka dibandingkan dengan 148.795 anak tanpa depresi.

"Hasilnya signifikan baik untuk memahami faktor risiko gangguan kejiwaan dan pencegahan," catat peneliti utama, Profesor Andre Sourander. Dalam hal ini para peneliti juga menyarankan adanya penelitian lanjutan untuk memahami lebih dalam risiko kelahiran prematur. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belajar dari Anak Raditya Dika, Kenali 6 Penyebab Kadar Bilirubin Tinggi

Belajar dari Anak Raditya Dika, Kenali 6 Penyebab Kadar Bilirubin Tinggi

Health | Senin, 16 November 2020 | 13:31 WIB

Waduh, Cuaca Panas Berdampak Pada Kesehatan Ibu Hamil dan Janin?

Waduh, Cuaca Panas Berdampak Pada Kesehatan Ibu Hamil dan Janin?

Batam | Senin, 16 November 2020 | 12:55 WIB

Kadar Bilirubin Anak Raditya Dika Tinggi, Ketahui Dampaknya!

Kadar Bilirubin Anak Raditya Dika Tinggi, Ketahui Dampaknya!

Health | Senin, 16 November 2020 | 11:51 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB