Kadar Bilirubin Anak Raditya Dika Tinggi, Ketahui Dampaknya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 16 November 2020 | 11:51 WIB
Kadar Bilirubin Anak Raditya Dika Tinggi, Ketahui Dampaknya!
Tangkapan layar raditya dika mengaku kecapekan diskusi pilpres AS dengan anaknya. (Instagram/@raditya_dika)

Suara.com - Raditya Dika dan Anissa Aziza langsung panik ketika anak keduanya, Aksara Asa Nasution memiliki kadar bilirubin tinggi setelah beberapa hari lahir.

Karena, kadar bilirubin anaknya mencapai 18,9 mg/dL yang jauh lebih tinggi dari batas normalnya 12 mg/dL. Raditya Dika semakin panik ketika mencari tahu dampak bilirubin tinggi melalui internet.

"Gua selayaknya bapak yang khawatir langsung google dong. Tapi, setiap penyakit yang kita google pasti jadi 300 persen lebih parah dari yang sebenarnya. Begitu google, katanya bilirubin tinggi bisa kena ke otak lah jadi makin panik gue" ujar Raditya Dika dalam channel YouTube-nya.

Dilansir dari Alodokter, bilirubin sendiri merupakan pigmen kuning dalam darah dan tinja. Bilirubin diproduksi oleh tubuh ketika sel darah merah hancur secara alami. Pada bayi baru lahir, salah satu pertanda kadar bilirubin yang tinggi yakni kondisi bayi kuning.

Kadar bilirubin yang terlalu tinggi pada bayi memang bisa berdampak pada otaknya, merusak sel-sel otak dan menyebabkan ensefalopati. 

Pada kondisi parah itu disebut bilirubin ensefalopati akut yang gejalanya mungkin berupa:

Foto maternity Raditya Dika dan Annisa Aziza. [Imagenic/Instagram]
Foto maternity Raditya Dika dan Annisa Aziza. [Imagenic/Instagram]
  1. Demam dan muntah
  2. Kemampuan mengisap yang buruk
  3. Lesu dan sulit bangun tidur
  4. Kulit menguning
  5. Leher dan tubuh melengkung ke belakang
  6. Sering rewel dan gelisah

Jika bayi menampakkan tanda-tanda kadar bilirubin tinggi. Bayi membutuhkan penanganan medis dengan fototerapi.

Selain itu, Anda juga bisa mencegah kenaikan bilirubin dengan cara memberinya asupan ASI yang cukup. Karena, memberi anak ASI sebanyak 8 hingga 12 kali dalam 24 jam bisa membantu mengeluarkan bilirubin dalam tubuhnya.

Bila bayi mengonsumsi susu formula, Anda bisa memberinya minum susu sekitar 6 hingga 10 botol dalam 24 jam.

baca juga

Bayi kuning dengan kondisi penyakit tertentu tidak bisa diatasi dengan menjemur bayi di bawah sinar matahari. Penanganan terbaik hanya bisa diperoleh di rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bayi Dibuang di Kuburan Sambau Nongsa, Tewas Dibungkus Plastik

Bayi Dibuang di Kuburan Sambau Nongsa, Tewas Dibungkus Plastik

Batam | Minggu, 15 November 2020 | 20:47 WIB

Keji! Sebelum Buang di Selokan, ABG Cekik Bayi yang Baru Dilahirkannya

Keji! Sebelum Buang di Selokan, ABG Cekik Bayi yang Baru Dilahirkannya

Jakarta | Minggu, 15 November 2020 | 15:02 WIB

Tak Perlu Khawatir, Ini 5 Tips Aman Berenang bagi Ibu Hamil

Tak Perlu Khawatir, Ini 5 Tips Aman Berenang bagi Ibu Hamil

Riau | Minggu, 15 November 2020 | 16:00 WIB

Terkini

Prediksi Skor, Susunan Pemain Laga Panas Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Laga Panas Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 28 September 2026 | 09:58 WIB

Kenapa Ikan Nila Hitam Jadi Hama di Thailand? Ini Bahayanya bagi Ekosistem

Kenapa Ikan Nila Hitam Jadi Hama di Thailand? Ini Bahayanya bagi Ekosistem

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 09:54 WIB

Hamzah Batik Malioboro Punya Siapa? Toko Legendaris Jogja yang Dilanda Kebakaran

Hamzah Batik Malioboro Punya Siapa? Toko Legendaris Jogja yang Dilanda Kebakaran

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 09:53 WIB

Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Kota Malang, Korban Bertambah Jadi Delapan Siswa

Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Kota Malang, Korban Bertambah Jadi Delapan Siswa

Jatim | Senin, 28 September 2026 | 09:52 WIB

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2.597.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2.597.000/Gram

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:48 WIB

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

News | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Pertamax Turbo Mulai Menyasar Motor Premium, Ini Strategi Pertamina

Pertamax Turbo Mulai Menyasar Motor Premium, Ini Strategi Pertamina

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:41 WIB

24 Tahun Car Free Day, Laju Polusi Jakarta Masih Kronis

24 Tahun Car Free Day, Laju Polusi Jakarta Masih Kronis

News | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Brigjen Simson Resmi Jabat Wakapolda Riau: Ini Pertama Berdinas di Sumatera

Brigjen Simson Resmi Jabat Wakapolda Riau: Ini Pertama Berdinas di Sumatera

Riau | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

×