Virus Corona Bermutasi, Benarkah Vaksin Covid-19 Jadi Tak Berguna?

Vania Rossa, Luthfi Khairul Fikri

Selasa, 17 November 2020 | 06:02 WIB
Virus Corona Bermutasi, Benarkah Vaksin Covid-19 Jadi Tak Berguna?
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Saat ini, beredar luas di tengah masyarakat isu yang menyebut bahwa virus corona telah bermutasi dan membuatnya lebih mudah menginfeksi seseorang. Hal ini pun membuat semakin banyak orang meragukan efektivitas vaksin Covid-19 yang saat ini tengah dikembangkan.

Menanggapi hal itu, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Dr. dr. Cissy Rachiana Sudjana Prawira Kartasasmita, Sp.A (K), M.Sc, mengatakan bahwa mutasi virus corona ini tidak akan mengganggu proses pembuatan vaksin Covid-19 yang sedang menyelesaikan uji klinis fase III.

“Mutasi memang ada, tapi sampai saat ini belum terlalu menyebabkan virus tersebut miliki sifat berbeda. Apalagi vaksin ini menghasilkan imunogenitas yang sama antara virus pertama maupun virus bermutasi,” ujar Rachiana dalam pernyataannya secara virtual, Senin (16/11/2020).

Lebih lanjut dia juga menerangkan, bahwa aspek keamanan vaksin Covid-19 yang dibeli pemerintah Indonesia terbilang sudah melalui prosedur uji klinik secara ketat, sehingga dijamin akan manfaatnya.

“Jadi kenapa kita perlu vaksin, karena vaksin ini dapat mencegah berbagai penyakit infeksi. Bila sebagian besar populasi divaksinasi, tentu ini dapat mencegah penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Ditambah, vaksin Covid-19 ini telah melalui berbagai tahap seperti uji praklinis yang dilakukan sebelum diuji ke manusia.

“Uji klinis vaksin juga ada beberapa tahap, yakni fase pertama menguji keamanan dan dosisnya terhadap 20 relawan, fase kedua menguji keamanan imunogenisitas pada kelompok besar mencapai 1.000 orang lebih,” katanya.

Rachiana menambahkan, fase ketiga menguji keamanan pada jumlah relawan yang lebih besar, multicenter, dan multietnik. Lalu, fase keempat setelah vaksin dipakai secara luas mencapai puluhan ribu akan berlanjut melalui izin BPOM untuk dipakai lalu dilakukan evaluasi oleh MUI.

“Terakhir ini biasa disebut KIPI merupakan kejadian pasca imunisasi. Jadi jika nantinya timbul efek ringan, atau sedang, bahkan berat, maka diharapkan bisa segera laporkan ke puskesmas terdekat atau dinas kesehatan,” tutur dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Alasan Masih Banyak Orang Meragukan Vaksin Covid-19

Ini Alasan Masih Banyak Orang Meragukan Vaksin Covid-19

Health | Selasa, 17 November 2020 | 05:43 WIB

Turki Lakukan Uji Klinik Obat Hepatitis C untuk Sembuhkan Covid-19

Turki Lakukan Uji Klinik Obat Hepatitis C untuk Sembuhkan Covid-19

Kaltim | Senin, 16 November 2020 | 22:05 WIB

Vaksin Pfizer Tak Cocok untuk Negara Berkembang? Ini Penjelasan Pakar

Vaksin Pfizer Tak Cocok untuk Negara Berkembang? Ini Penjelasan Pakar

Health | Senin, 16 November 2020 | 17:43 WIB

Terkini

Miris! Rumah Nyaris Ambruk, Ayah Tunggal di Sukabumi Tak Dapat Bansos Gegara Desil 5

Miris! Rumah Nyaris Ambruk, Ayah Tunggal di Sukabumi Tak Dapat Bansos Gegara Desil 5

Jabar | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:37 WIB

Dony Oekon Desak ESDM dan Pertamina Evaluasi Gangguan Pasokan BBM

Dony Oekon Desak ESDM dan Pertamina Evaluasi Gangguan Pasokan BBM

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Terjebak Hustle Culture? Ini Tanda Gen Z Harus Segera Ambil Jeda Biar Nggak Kena Job Fatigue

Terjebak Hustle Culture? Ini Tanda Gen Z Harus Segera Ambil Jeda Biar Nggak Kena Job Fatigue

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:32 WIB

5 Idol K-Pop yang Sukses Gebrak Dunia Akting Lewat Drakor 2026, Siapa Saja?

5 Idol K-Pop yang Sukses Gebrak Dunia Akting Lewat Drakor 2026, Siapa Saja?

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:30 WIB

MK Wajibkan DPR dan Pemerintah Rombak UU Peradilan Militer Paling Lambat 2028

MK Wajibkan DPR dan Pemerintah Rombak UU Peradilan Militer Paling Lambat 2028

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Soal Karhutla Jadi Bencana Nasional, BNPB: Jangan Status Besar tapi Respons Tak Ada

Soal Karhutla Jadi Bencana Nasional, BNPB: Jangan Status Besar tapi Respons Tak Ada

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Kapok! Buang Sampah Sembarangan di Surabaya, Empat Orang Kena Denda

Kapok! Buang Sampah Sembarangan di Surabaya, Empat Orang Kena Denda

Jatim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:28 WIB

DPRD DKI Siap Jadi Penengah, Nasib Pedagang Pasar Taman Puring Pascakebakaran Dicarikan Titik Temu

DPRD DKI Siap Jadi Penengah, Nasib Pedagang Pasar Taman Puring Pascakebakaran Dicarikan Titik Temu

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Dana Haji Rp185,73 Triliun Jadi Sorotan, Kemenhaj Dorong Penguatan BPKH

Dana Haji Rp185,73 Triliun Jadi Sorotan, Kemenhaj Dorong Penguatan BPKH

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:23 WIB

KPK Belum Tetapkan Tersangka dalam Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq

KPK Belum Tetapkan Tersangka dalam Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:22 WIB

×