Vaksin Pfizer Tak Cocok untuk Negara Berkembang? Ini Penjelasan Pakar

M. Reza Sulaiman

Senin, 16 November 2020 | 17:43 WIB
Vaksin Pfizer Tak Cocok untuk Negara Berkembang? Ini Penjelasan Pakar
Ilustrasi Pfizer. [Don Emmert/AFP]

Suara.com - Efektivitas vaksin Pfizer memberikan harapan tentang berakhirnya pandemi Covid-19.

Namun, seorang ilmuwan terkemuka asal Pakistan menyatakan vaksin virus corona Pfizer tidak cocok untuk Pakistan, atau negara-negara berkembang lainnya. Apa alasannya?

Berdasarkan pengatamannya, suhu minus 80 derajat Celsius diperlukan untuk menyimpannya serta kebutuhan untuk dua dosis imunisasi.

Hal ini tentu sulit dilakukan di Pakistan dan negara-negara berkembang lain yang memiliki iklim tropis.

Dilansir VOA Indonesia, Profesor Atta Ur Rahman, yang memimpin Gugus Tugas Sains dan Teknologi Pakistan, mengatakan terlalu dini sedikitnya bagi negaranya atau negara-negara berkembang lainnya dalam menyambut baik vaksin Pfizer itu.

"Ini adalah vaksin messenger RNA dan ini harus dikirim pada suhu minus 80 derajat Celsius, sehingga vaksin ini tidak cocok untuk negara-negara berkembang," kata Rahman kepada VOA.

"Infrastruktur ruang penyimpan cold storage dan rangkaiannya untuk membawa vaksin dari bandara ke kota-kota dan berbagai penjuru negara, tidak ada di dunia berkembang," jelas profesor itu.

Ia terus menyatakan bahwa pasien COVID-19 akan memerlukan dua dosis vaksin Pfizer dalam rentang waktu tiga pekan dan keharusan tempat penyimpanan bersuhu rendah membuat itu semua semakin sulit di Pakistan, di mana suhu rata-rata musim panas di bagian selatan dan barat daya negara itu membubung antara 40 dan 50 derajat Celsius.

Sebelumnya diberitakan, relawan vaksin potensial virus corona Covid-19, Pfizer melaporkan mengalami mabuk setelah menerima suntikan pertama vaksin.

baca juga

Efek samping lain yang dilaporkan adalah sakit kepala, demam, dan nyeri otot.

Melansir dari India Today, mesekipun 90 persen efektif melawan infeksi Covid-19, namuan beberapa pasien melaporkan mabuk parah, sakit kepala, dan nyeri otot.

Menurut laporan oleh Daily Mail, Pfizer telah mendaftarkan lebih dari 43.500 orang di enam negara sebagai sukarelawan untuk uji klinis vaksin virus corona Covid-19.

Pfizer merupakan raksasa farmasi Amerika Serikat yang bekerja membuat vaksin bersama mitranya di Jerman, BioNTech.

Seorang sukarelawan, Glenn Deshields (44) mengatakan suntikan vaksin Pfizer membuatnya merasa seperti mabuk berat, tapi gejalanya cepat hilang.

Relawan lain, yakni Carrie mengatakan bahwa dia menerima suntikan pertama vaksin virus corona Pfizer pada bulan September dan satu suntikan lagi pada bulan Oktober.

Carrie mengatakan dia mengalami sakit kepala, demam dan sakit di sekujur tubuhnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah menjelaskan untuk memenuhi persyaratan, maka vaksin apapun harus memiliki tingkat kemanjuran paling tidak 50 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Bio Farma Kantongi Izin BPOM, Vaksin Rotavirus Neonatal Siap Diproduksi di RI

Bio Farma Kantongi Izin BPOM, Vaksin Rotavirus Neonatal Siap Diproduksi di RI

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 13:38 WIB

Mengintip Rumah Sakit Berbasis Stem Cell yang Usung Pengobatan Regeneratif hingga Vaksin Kanker

Mengintip Rumah Sakit Berbasis Stem Cell yang Usung Pengobatan Regeneratif hingga Vaksin Kanker

Health | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:11 WIB

BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT

BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:08 WIB

Cegah Kanker Serviks, Kemenkes Beri Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki Mulai Agustus

Cegah Kanker Serviks, Kemenkes Beri Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki Mulai Agustus

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:54 WIB

Kolaborasi dengan China, Menkes Ungkap Ada Peluang Indonesia Produksi Vaksin DBD Berbasis mRNA

Kolaborasi dengan China, Menkes Ungkap Ada Peluang Indonesia Produksi Vaksin DBD Berbasis mRNA

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:13 WIB

Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi

Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:40 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Terkini

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:05 WIB

Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional

Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308

Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis

Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Cari Wedding Venue? Manhattan Hotel Jakarta Hadirkan Penawaran Spesial di Wedding Market Fair 2026

Cari Wedding Venue? Manhattan Hotel Jakarta Hadirkan Penawaran Spesial di Wedding Market Fair 2026

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM

Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:43 WIB

5 Body Lotion dengan Kandungan Aloe Vera, Memberi Sensasi Sejuk di Kulit!

5 Body Lotion dengan Kandungan Aloe Vera, Memberi Sensasi Sejuk di Kulit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:40 WIB

×