Studi: Makan Terlalu Malam Bahayakan Kesehatan Jantung Perempuan

Rauhanda Riyantama, Fita Nofiana

Selasa, 17 November 2020 | 11:08 WIB
Studi: Makan Terlalu Malam Bahayakan Kesehatan Jantung Perempuan
Ilustrasi perempuan makan makanan malam [shutterstock]

Suara.com - Makan malam terlalu larut bisa membahayakan kesehatan jantung perempuan. Hal ini dinyatakan dalam studi yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Columbia, New York.

Melansir dari Medicalxpress, penelitian ini menemukan bahwa permpuan yang makan lebih banyak kalori harian di malam hari memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

"Cara kerja metabolisme, ritme sirkadian, kortisol atau insulin tidak mendukung di malam hari," kata Dr. Evelina Grayver pemimpin unit perawatan koroner di Rumah Sakit Universitas North Shore di Manhasset, New York.

“Tidak hanya tubuh kita sulit mencena makanan saat malam, kita juga kurang bergerak di malam hari sehingga kalori yang kita konsumsi tidak dikeluarkan sebagai energi,” imbuhnya.

Studi baru ini melibatkan 112 perempuan dengan rata-rata usia 33 tahun. Mereka dinilai kesehatan jantungnya pada awal penelitian dan satu tahun kemudian. Para wanita mencatat apa yang mereka makan selama satu minggu pada awal penelitian dan selama satu minggu 12 bulan kemudian.

"Sebagian besar perempuan makan beberapa makanan setelah jam 6 sore, tetapi mereka yang mengonsumsi lebih banyak kalori harian di malam hari cenderung memiliki kesehatan jantung yang lebih buruk," kata sebuah tim yang dipimpin oleh Nour Makarem, seorang ilmuwan peneliti asosiasi Columbia.

Setiap peningkatan 1 persen kalori yang dikonsumsi setelah jam 6 sore membuat skor kesehatan jantung menurun.

Secara khusus, perempuan yang makan lebih banyak kalori harian mereka di malam hari cenderung memiliki tekanan darah yang lebih tinggi, indeks massa tubuh yang lebih tinggi, dan kontrol gula darah jangka panjang yang lebih buruk.

Ilustrasi perempuan makan malam. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan makan malam. (Shutterstock)

"Sejauh ini, pendekatan gaya hidup untuk mencegah penyakit jantung telah difokuskan pada apa yang kita makan dan seberapa banyak kita makan," kata Makarem.

baca juga

"Tetapi  waktu makan mungkin penting juga, ada kabar baik dari penelitian ini yakni mengubah waktu makan bisa jadi perilaku yang membantu menurunkan risiko penyakit jantung," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Perlu Risau, Makan di Malam Hari Tidak Bikin Gemuk Kok!

Tak Perlu Risau, Makan di Malam Hari Tidak Bikin Gemuk Kok!

Health | Selasa, 10 November 2020 | 18:15 WIB

Kenyang Sesaat! 5 Makanan Ini Bisa Jadi Masalah Jika Disantap Sebelum Tidur

Kenyang Sesaat! 5 Makanan Ini Bisa Jadi Masalah Jika Disantap Sebelum Tidur

Lifestyle | Rabu, 04 November 2020 | 14:15 WIB

Jaga Kesehatan Jantung selama Musim Dingin, Konsumsi Antioksidan Alami Ini

Jaga Kesehatan Jantung selama Musim Dingin, Konsumsi Antioksidan Alami Ini

Health | Senin, 02 November 2020 | 15:50 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×