Ada Vaksin COVID-19, Protokol Kesehatan Tetap Tidak Boleh Ditinggalkan

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Selasa, 17 November 2020 | 18:13 WIB
Ada Vaksin COVID-19, Protokol Kesehatan Tetap Tidak Boleh Ditinggalkan
Cuci tangan pakai sabun untuk mencegah virus corona covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Kabar baik tentang vaksin COVID-19 ditanggapi dengan hati-hati oleh pakar kesehatan. Sebab, adanya vaksin bukan tak mungkin membuat masyarakat lengah dan berhenti melakukan protokol kesehatan.

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Prof. Cissy Kartasasmita, pencegahan penyakit tidak hanya dilakukan dengan vaksin, tapi juga kebiasaan dan perilaku sehari-hari.

"Vaksin COVID-19 bisa melindungi terhadap COVD-19 tapi tidak 100 persen. Kita harus tetap melakukan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan yang benar dan sering. Kemudian juga tidak berkerumun," kata Prof. Cissy dalam diskusi virtual, dilansir ANTARA.

Langkah-langkah protokol kesehatan tetap dijalankan untuk memastikan akhir dari pandemi. Karena kalau hal itu tidak dilakukan, masih sulit untuk diprediksi.

Selain 3M, dia juga meminta agar penerapan praktik 3T yaitu tracing (pelacakan), testing (pemeriksaan dini) dan treatment (perawatan) tetap rajin dilakukan sampai akhir pandemi.

Meski belum bisa memastikan kapan pandemi COVID-19 akan berakhir, tapi Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu mengatakan bahwa beberapa negara telah mencatatkan ketiadaan kasus baru dalam kurun waktu tertentu.

Jika tidak ada kasus baru dalam jangka waktu yang lama, kata Cissy, kemungkinan tidak akan terjadi lagi penularan COVID-19.

"Di China sudah tidak pakai masker, sudah tidak melakukan jaga jarak. Itu yang kita inginkan," ujarnya, merujuk kepada China yang merupakan tempat di mana kasus pertama COVID-19 ditemukan pada akhir 2019.

Sejauh ini, beberapa vaksin COVID-19 sedang dalam tahap uji klinis fase ketiga di beberapa negara.

Baca Juga: Positif Corona, Lurah Petamburan Sempat Bicara sama Panitia Hajatan Rizieq

Termasuk vaksin Sinovac yang tengah diuji di Indonesia dengan melibatkan 1.620 relawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI