Meski disebut Efektif, Pfizer dan Moderna Sulit Dijangkau Negara Miskin?

Angga Roni Priambodo | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 19 November 2020 | 11:20 WIB
Meski disebut Efektif, Pfizer dan Moderna Sulit Dijangkau Negara Miskin?
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Suara.com - Vaksin virus corona Covid-19 sedang dikembangkan di berbagai negara. Dua vaksin yang telah mengeluarkan laporan efektivitas dalam melawan virus corona adalah vaksin potensial dari Pfizer dan Moderna.

Kedua vaksin tersebut dinyatakan memiliki efektivitas hingga 90 persen.

Melansir dari Times of India, kedua vaksin menggunakan teknologi mRNA di mana harus disimpan dalam suhu yang direkomendasikan. Pfizer harus disimpan dalam suhu -70 derajat Celcius. Suhu seperti itu hanya dapat dicapai dengan freezer khusus dan lebih dingin dari suhu di Antartika. Sementara Moderna bisa disimpan di suhu -20 derajat celcius.

Teknologi mRNA jika dirawat dengan pengaturan suhu yang lebih tinggi dari biasanya dapat rusak dan vaksin tak lagi efektif.

Vaksin mRNA menggunakan enzim khusus (vaksin capping enzyme) yang tidak hanya terdegradasi lebih cepat tetapi juga dianggap sebagai salah satu bahan termahal di dunia dan sulit diperoleh. Penyimpanan dingin di tempat-tempat yang tidak memungkinkan juga akan membutuhkan penggunaan sumber daya tambahan dan juga meningkatkan biaya.

Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Pengaturan penyimpanan seperti itu dapat mempersulit apotek tradisional dan pusat kesehatan dalam pengaturan dosisnya. Beberapa juga percaya bahwa pengaturan penyimpanan yang ekstrim seperti itu membuat kecepatan tersedianya vaksin akan terhambat.

Dalam hal ini transfer vaksin ke berbagai negara membutuhkan investasi tingkat tinggi untuk mengamankan vaksin mulai dari fasilitas rantai pengiriman yang harus dingin, es kering yang digunakan saat pengiriman udara, inokulasi, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, rintangan terbesar dalam penyediaan vaksin ini adalah untuk mereka yang tinggal di daerah pedesaan dan negara-negara terbelakang atau miskin yang tidak dapat memenuhi syarat penyimpanan vaksin. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jamin Keamanan, Pakar Kesehatan Anak Turut Awasi Penelitian Vaksin Covid-19

Jamin Keamanan, Pakar Kesehatan Anak Turut Awasi Penelitian Vaksin Covid-19

Health | Kamis, 19 November 2020 | 10:46 WIB

Vaksin Sinovac Diklaim Sukses Pada Fase Uji Klinis

Vaksin Sinovac Diklaim Sukses Pada Fase Uji Klinis

News | Kamis, 19 November 2020 | 10:36 WIB

Distribusi Vaksin Covid-19, Begini Penjelasan Pjs Gubernur Kepri

Distribusi Vaksin Covid-19, Begini Penjelasan Pjs Gubernur Kepri

Batam | Kamis, 19 November 2020 | 09:41 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB