Mengalami Kerontokan Rambut Akibat Stres Pandemi, Begini Cara Mengatasinya

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Sabtu, 21 November 2020 | 09:15 WIB
Mengalami Kerontokan Rambut Akibat Stres Pandemi, Begini Cara Mengatasinya
Ilustrasi rambut rontok. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Selama pandemi, stres meningkat dan berbagai keluhan fisik dilaporkan. Dalam hal ini, banyak orang yang mengeluhkan mengalami kerontokan rambut lebih parah selama pandemi virus corona Covid-19.

Sayangnya melansir Medicalxpress, kerontokkan rambut tak kunjung teratasi meskipun stres sudah mereda.

"Saya memiliki pasien yang datang baru-baru ini dengan kerontokan rambut terkait stres, yang mengatakan kepada saya bahwa mereka sangat khawatir tentang kematian akibat Covid-19," kata dokter kulit Dr. Ohara Aivaz dari Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles pada Medicalxpress.

"Itu membuat pasien kesal karena stres telah teratasi, namun manifestasi fisik terjadi hingga sekarang," imbuhnya.

Kerontokan rambut yang berhubungan dengan stres memang biasanya terjadi tiga bulan atau lebih setelah peristiwa yang membuat stres. Jika Anda memang mengalami kerontokan rambut, sebaiknya mintalah dokter untuk memeriksa masalah tiroid atau anemia.

"Jika stres adalah penyebabnya, suplemen rambut rontok dan waktu dapat membantu," kata Aivaz.

"Jika Anda menghilangkan pemicunya dan tingkat stres menurun, rambut rontok berhenti dengan sendirinya dan pasien menumbuhkan kembali rambut yang hilang karena folikel mereka masih aktif dan sehat," katanya.

Seiring dengan berkembangnya pandemi, Aivaz dan dokter kulit lainnya juga memiliki lebih banyak pasien yang mencari pengobatan untuk masalah kulit yang disebabkan oleh peningkatan stres.

"Selain rambut rontok, stres dapat memicu timbulnya jerawat, ketombe, dan eksim, terutama di antara orang tua yang lebih rentan terhadap Covid-19 dan mungkin mengkhawatirkan kesehatan dan keuangan mereka," kata Aivaz.

Untuk eksim, ia merekomendasikan mandi air hangat sebentar selama 10 menit atau menggunakan sabun bebas pewangi di area yang paling sering terkena (ketiak, selangkangan, kaki). 

Bahan alami untuk rambut rontok (Shutterstock)
Bahan alami untuk rambut rontok (Shutterstock)

"Saat kulit benar-benar kering, bahkan sabun lembut pun bisa menghilangkan minyak alami. Jangannya saat sesuatu yang tidak kotor," kata Aivaz.

"Pakai sabun tapu jangan pakai waslap karena dapat mengikis kulit Anda," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curhat Wanita yang Alami Long Covid-19, Gusi Berdarah hingga Rambut Rontok

Curhat Wanita yang Alami Long Covid-19, Gusi Berdarah hingga Rambut Rontok

Health | Selasa, 17 November 2020 | 13:49 WIB

Deretan Bahan Dapur Ampuh Atasi Rambut Rontok

Deretan Bahan Dapur Ampuh Atasi Rambut Rontok

Video | Sabtu, 17 Oktober 2020 | 06:00 WIB

Kenali Gejala Long Covid-19, Termasuk Rambut Rontok dan Kebingungan!

Kenali Gejala Long Covid-19, Termasuk Rambut Rontok dan Kebingungan!

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 14:00 WIB

Terkini

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:00 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB