Ketahui Dua Mitos Tentang Vaksin yang Banyak Beredar di Masyarakat

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 23 November 2020 | 14:51 WIB
Ketahui Dua Mitos Tentang Vaksin yang Banyak Beredar di Masyarakat
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Vaksin telah digunakan untuk mengatasi penyakit menular sejak puluhan tahun lalu. Namun mitos mengenai vaksin yang beredar di masyarakat masih banyak terjadi. Terlebih selama masa pandemi Covid-19, saat dunia mencari dan coba menciptakan vaksin Covid-19. 

"Ada dua mitos yang paling sering muncul. Pertama, vaksin tidak aman. Jelas itu keliru," kata dokter spesialis penyakit dalam dr. Dirga Sakti Rambe M. Sc. Pd., dalam webinar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (23/11/2020). 

Ia menjelaskan bahwa vaksin yang digunakan luas kepada masyarakat tentu sudah melewati rangkaian penelitian panjang juga diawasi oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Keamanan pemakaian vaksin akan selalu dipantau sekalipun sudah diedarkan ke masyarakat.

Mitos kedua yang beredar di masyarakat adalah bahwa vaksin tidak ada gunanya dan tidak efektif. Lagi, dokter Dirga menegaskan bahwa pemahaman itu keliru.

"Karena vaksin fungsinya melatih sistem imunitas agar mampu membentuk sistem antibodi sehingga kebal. Dan vaksin punya keunggulan yang tidak dimiliki upaya pencegahan lain yaitu vaksin memberikan perlindungan spesifik. Sehingga bisa netralisir virus secara langsung," paparnya.

Upaya pencegahan seperti protokol kesehatan dengan 3M dibarengi dengan konsumsi makanan bergizi dan rutin olahraga, menurut Dirga, sifatnya general. Sedangkan vaksin memiliki ciri khas spesifik yang hanya mampu memberikan perlindungan khusus penyakit tertentu.

Cara kerja vaksin, lanjutnya, dengan membentuk antibodi dalam tubuh yang kemudian akan berfungsi untuk kekebalan. 

"Vaksin mengandung komponen virus atau bakteri. Setelah disuntik, tubuh akan mengenali lalu melawan dengan membentuk antibodi yang berfungsi sebagai kekebalan. Lalu tubuh akan mengingat. Sehingga jika tertular dengan virus beneran tubuh sudah punya kekebalan," jelasnya.

Komponen virus yang dimaksud merupakan sebagian organ virus yang sudah dilemahkan. Komponen itu kemudian dijadikan salah satu bahan baku vaksin dan diteliti hingga disuntikan ke tubuh manusia. Menurut dokter Dirga, kebanyakan vaksin memang mengandung komponen virus.

baca juga

"Tidak semua vaksin mengandung virus yang dilemahkan. Tapi kebanyakan vaksin mengandung komponen virus. Sehingga saat vaksin diberikan ke tubuh tidak dapat menimbulkan penyakit," ucapnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Flu, Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis Positif Covid-19

Sempat Flu, Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis Positif Covid-19

Jabar | Senin, 23 November 2020 | 14:47 WIB

Marak Permintaan Cabut PSBB, Anies Tagih Penerapan Prokes Masyarakat

Marak Permintaan Cabut PSBB, Anies Tagih Penerapan Prokes Masyarakat

News | Senin, 23 November 2020 | 14:42 WIB

Studi Oxford: Orang Tak akan Terinfeksi Virus Corona Ulang dalam 6 Bulan

Studi Oxford: Orang Tak akan Terinfeksi Virus Corona Ulang dalam 6 Bulan

Health | Senin, 23 November 2020 | 14:44 WIB

Terkini

Bitcoin Cs Kompak Menghijau, Indeks Kripto CFX10 Tembus Level 1.036 Jelang Akhir Pekan

Bitcoin Cs Kompak Menghijau, Indeks Kripto CFX10 Tembus Level 1.036 Jelang Akhir Pekan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:42 WIB

Pertama dalam Sejarah, Pangsa Pasar Mobil BBM Anjlok di Bawah 50 Persen

Pertama dalam Sejarah, Pangsa Pasar Mobil BBM Anjlok di Bawah 50 Persen

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:40 WIB

DPRD Jabar Dorong Satgas Terpadu Karhutla, Respons Daerah Diminta Tak Menunggu Api Membesar

DPRD Jabar Dorong Satgas Terpadu Karhutla, Respons Daerah Diminta Tak Menunggu Api Membesar

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Tak Cuma Trading, Begini Cara Industri Kripto Berkontribusi pada Aksi Sosial

Tak Cuma Trading, Begini Cara Industri Kripto Berkontribusi pada Aksi Sosial

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:37 WIB

Inisiatif Berbasis Alam Ronny Lukito: Wujudkan Ekowisata Berkelanjutan dari Bandung Barat - Bogor

Inisiatif Berbasis Alam Ronny Lukito: Wujudkan Ekowisata Berkelanjutan dari Bandung Barat - Bogor

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:37 WIB

Macklemore Bikin Tur 'Free Palestine', Tiket dari 3 Kota Langsung Ludes

Macklemore Bikin Tur 'Free Palestine', Tiket dari 3 Kota Langsung Ludes

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:36 WIB

Segera Diadili, Febrie Adriansyah Sebut Pengadilan Langkah Terbaik untuk Pembuktian

Segera Diadili, Febrie Adriansyah Sebut Pengadilan Langkah Terbaik untuk Pembuktian

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Kirain Murah, Ternyata Cuma Pemancing: Prank Harga di Etalase Marketplace

Kirain Murah, Ternyata Cuma Pemancing: Prank Harga di Etalase Marketplace

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Suka Simpan Barang Tak Terpakai? Awas, Ini Bedanya Kolektor dan Penderita Hoarding Disorder

Suka Simpan Barang Tak Terpakai? Awas, Ini Bedanya Kolektor dan Penderita Hoarding Disorder

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:29 WIB

RUU Migas Dikebut Tahun Ini, BUK Bakal Langsung di Bawah Presiden

RUU Migas Dikebut Tahun Ini, BUK Bakal Langsung di Bawah Presiden

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:22 WIB

×