Pandemi Covid-19 Berisiko Tunda Kemampuan Bahasa dan Berbicara Anak

Angga Roni Priambodo | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 24 November 2020 | 19:23 WIB
Pandemi Covid-19 Berisiko Tunda Kemampuan Bahasa dan Berbicara Anak
Ilustrasi anak sedih. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 dikhawatirkan bisa menyebabkan penundaan perkembangan anak, khususnya dalam keahlian bahasa. Hal ini dinyatakan oleh Crisis Center of Tampa Bay di Amerika Serikat.

Menurut CEO Crisis Center of Tampa Bay, Clara Reynold penundaan perkembangan anak bisa disebabkan karena mereka memiliki sedikit kesempatan untuk berbagi dengan teman sebayanya. Penggunaan masker juga membuat anak-anak tidak bisa mengamati kata-kata yang diucapkan lewat gerak mulut.

"Kami melihat di seluruh negeri bahwa anak-anak usia 2 hingga 3 tahun mengalami masalah perilaku yang signifikan karena Covid-19," kata Reynolds seperti yang dikutip dari Wusf News, media yang dikelola oleh University of South Florida.

"Kami juga mulai melihat beberapa penundaan berbicara," imbuhnya.

Dalam hal ini Crisis Center of Tampa Bay juga memberikan screening pada anak-anak untuk melacak pencapaian mereka, seperti saat berkomunikasi, keterampilan motorik kasar dan halus, serta pemecahan masalah.

"Jika pemeriksaan menunjukkan tanda-tanda bahwa seorang anak sedikit tertinggal, maka ada kesempatan untuk memperbaikinya," kata Reynolds.

Dewan Anak Usia Dini di Hillsborough County juga menyediakan screening perkembangan bulanan untuk mengukur kemampuan bicara dan bahasa serta tinggi dan berat badan untuk memastikan perkembangan anak-anak.

Ilustrasi anak main boneka. (Pexels)
Ilustrasi anak . (Pexels)

Menurut American Academy of Pediatrics, anak-anak harus diskrining pada sembilan bulan, 18 bulan, 30 bulan dan setiap tahun setelahnya untuk memastikan kemajuan mereka. Reynold juga menyatakan bahwa pemeriksaan selama rentang beberapa bulan tersebut cukup bermanfaat untuk mengetahui perkembangan ideal pada anak-anak. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak-anak di Pulau Lanjukang Butuh Pendidikan yang Layak

Anak-anak di Pulau Lanjukang Butuh Pendidikan yang Layak

Sulsel | Senin, 23 November 2020 | 15:21 WIB

Studi: Meski Tak Parah, Anak-anak Bisa Alami Gejala Covid-19 Jangka Panjang

Studi: Meski Tak Parah, Anak-anak Bisa Alami Gejala Covid-19 Jangka Panjang

Health | Kamis, 19 November 2020 | 08:37 WIB

Cepat Sembuh, Pasien Covid-19 Anak Kembangkan Lebih Sedikit Antibodi

Cepat Sembuh, Pasien Covid-19 Anak Kembangkan Lebih Sedikit Antibodi

Health | Jum'at, 06 November 2020 | 15:19 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB