Vape Disebut Bisa Jadi Alternatif Pengganti Rokok, Amankah?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 27 November 2020 | 17:50 WIB
Vape Disebut Bisa Jadi Alternatif Pengganti Rokok, Amankah?
Ilustrasi vape atau rokok

Suara.com - Dalam beberapa tahun belakangan, penggunaan vape atau rokok elektrik marak digunakan di masyarakat. Ada yang menggunakannya untuk coba-coba, sementara yang lain menghisap vape sebagai alternatif pengganti rokok.

Pertanyaannya, seberapa amankah penggunaan vape sebagai pengganti rokok? Selama ini berbagai studi dan literatur telah membahas perihal dampak kesehatan vape sebagai pengganti rokok. 

Kini sebuah studi terbaru yang dilakukan Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik Indonesia YPKP Indonesia bersama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) secara independen menginisiasi penelitian untuk membuktikan profil risiko dari salah satu produk tembakau alternatif yaitu rokok elektrik. 

Dalam pemaparan yang dilakukan oleh Pendiri Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Prof. Dr. Achmad Syawqie Yazid, riset berjudul, "Studi Potensi Genotoksik Perhitungan Frekuensi Mikronokleus pada Apusan Sel Mukosa Bukal," ia menjelaskan bahwa pengguna vape memiliki jumlah sel mermikronuklei yang signifikan lebih rendah dibandingkan dengan perokok.

Ilustrasi vape
Ilustrasi vape

"Bahkan, lebih rendah dari non-perokok dan tidak pernah memakai vape," kata dia dalam pertemuan media daring, Jumat, (27/11/2020).

Syawqie juga memaparkan bahwa efek genotoksik terhadap sek mukosa bukal vape lebih rendah dibandingkan rokok. Ia menegaskan, bahwa temuan tadi menjadi penting karena mikronuklei berhubungan dengan inisiasi dengan proses perkembangan keganasan pada perokok.

"Dengan begitu sebetulnya vape layak dipakai sebagai pengganti rokok bagi mereka yang ingin berhenti merokok," kata Syawqie menegaskan.

Meski demikian, ia tidak menganjurkan penggunaan vape bagi para non perokok, remaja, terlebih anak-anak. Lebih jauh, ia mengatakan, bahwa diperlukan penelitian dampak jangka panjang terhadap kesehatan, sebelum vape dapat dikatakan sebagai produk yang sepenuhnya aman.

“Kami secara terbuka mengajak para pemangku kepentingan utama, seperti Pemerintah melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan juga Kementerian Kesehatan serta pelaku industri untuk dapat melakukan kajian yang lebih mendalam di dalam negeri,” ujarnya.

baca juga

Lebih jauh, Syawqie mengatakan bahwa dukungan pemerintah sangat diperlukan oleh para peneliti Indonesia untuk melakukan kajian secara independen terhadap produk yang termasuk kedalam konsep pengurangan bahaya ini.

Dengan begitu semakin banyak pula rujukan dalam menerbitkan peraturan yang khusus mengatur produk tembakau alternatif dengan mengadopsi pendekatan pengurangan bahaya tembakau,” tutup Syawqie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Alasannya Libatkan Anak Dalam Iklan Rokok Termasuk Eksploitasi

Ini Alasannya Libatkan Anak Dalam Iklan Rokok Termasuk Eksploitasi

Jawa Tengah | Kamis, 26 November 2020 | 17:05 WIB

Rancangan Qanun KTR, Merokok Sembarangan di Aceh Bisa Dipenjara

Rancangan Qanun KTR, Merokok Sembarangan di Aceh Bisa Dipenjara

Sumut | Kamis, 26 November 2020 | 12:16 WIB

Peringatan! Merokok Sembarangan di Aceh Bisa di Bui

Peringatan! Merokok Sembarangan di Aceh Bisa di Bui

News | Kamis, 26 November 2020 | 12:03 WIB

Terkini

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

×