Studi: Konsumsi Makanan Nabati Tingkatkan Metabolisme dan Pangkas Lemak

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 02 Desember 2020 | 14:21 WIB
Studi: Konsumsi Makanan Nabati Tingkatkan Metabolisme dan Pangkas Lemak
Ilustrasi: Memasak makanan sehat. (Shutterstock)

Suara.com - Pola konsumsi makanan nabati disebut baik untuk menyehatkan metabolisme dan membantu bakar lemak. Hal ini dinyatakan dalam studi yang terbit pada jurnal JAMA Network Open.

Melansir dari Healthshots, para peneliti dari Physicians Committee for Responsible Medicine menemukan bahwa pola makan nabati meningkatkan pembakaran lemak setelah makan. Pola makan nabati juga menyebabkan penurunan berat badan dan meningkatkan faktor risiko kardiometabolik pada individu yang kelebihan berat badan.

Dalam penelitian ini, para peserta tidak memiliki riwayat diabetes. Para peneliti mempelajari selama 16 minggu di mana para peserta dalam kelompok intervensi mengikuti pola makan nabati rendah lemak seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan tanpa batas kalori.

Sedangkan kelompok kontrol tidak melakukan perubahan pola makan.Tidak ada kelompok yang mengubah rutinitas olahraga atau pengobatan mereka kecuali diarahkan oleh dokter pribadi mereka.

Para peneliti menggunakan kalorimetri tidak langsung untuk mengukur berapa banyak kalori yang dibakar partisipan setelah makan standar di awal dan akhir penelitian.

Ilustrasi makanan sehat untuk jaga imunitas tubuh. (Unsplash)
Ilustrasi makanan sehat untuk jaga imunitas tubuh. (Unsplash)

Studi ini menemukan bahwa pola makan nabati dapat membantu membakar lebih banyak kalori. Kelompok nabati meningkatkan pembakaran kalori setelah makan rata-rata hingga 18,7 persen setelah 16 minggu.

"Selama bertahun-tahun dan dekade, membakar lebih banyak kalori setelah makan dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam pengelolaan berat badan," kata Kahleova, MD, PhD, direktur penelitian klinis untuk Komite Dokter.

Hanya dalam 16 minggu, peserta dalam kelompok nabati menurunkan berat badan rata-rata 6,4 kg dibandingkan dengan perubahan yang tidak signifikan pada kelompok kontrol. Kelompok nabati juga melihat penurunan yang signifikan pada massa lemak dan volume lemak visceral yang merupakan lemak berbahaya.

Selain metabolisme, peneliti juga menemukan bahwa pola makan nabati membantu pengurangan lemak. Kelompok nabati mengurangi lemak di dalam hati dan sel otot masing-masing sebesar 34 persen dan 10 persen, sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan yang signifikan. Lemak yang disimpan dalam sel-sel ini telah dikaitkan dengan resistensi insulin dan diabetes tipe 2.

baca juga

"Ketika lemak menumpuk di hati dan sel otot, itu mengganggu kemampuan insulin untuk mengeluarkan glukosa dari aliran darah dan masuk ke dalam sel. Setelah hanya 16 minggu menjalani pola makan nabati rendah lemak, para peserta mengurangi lemak di sel mereka dan menurunkan peluang mereka untuk mengembangkan diabetes tipe 2," kata dokter Kahleova.

“Kelompok nabati tidak hanya menurunkan berat badan, tetapi mereka mengalami perbaikan kardiometabolik yang akan mengurangi risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan masalah kesehatan lainnya," kata Dr Kahleova.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makan Mangga Madu Bikin Awet Muda, Ternyata Bisa Begini Efeknya

Makan Mangga Madu Bikin Awet Muda, Ternyata Bisa Begini Efeknya

Lifestyle | Selasa, 01 Desember 2020 | 08:05 WIB

Nasi Tingkatkan Kadar Gula Darah Setara Gula, Cocok Jadi Makanan Pokok?

Nasi Tingkatkan Kadar Gula Darah Setara Gula, Cocok Jadi Makanan Pokok?

Health | Sabtu, 28 November 2020 | 15:05 WIB

Buat Kamu, Ini 5 Bahan Makanan Sehat untuk Mencegah Kanker Payudara

Buat Kamu, Ini 5 Bahan Makanan Sehat untuk Mencegah Kanker Payudara

Jogja | Sabtu, 28 November 2020 | 11:12 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×