Cegah Stunting, Posyandu Buka Kembali dengan Protokol Kesehatan

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 04 Desember 2020 | 09:04 WIB
Cegah Stunting, Posyandu Buka Kembali dengan Protokol Kesehatan
Pelayanan di posyandu. (Dok : Kemenkes)

Suara.com - Sejak pandemi Covid-19 merebak awal Maret 2020, banyak layanan kesehatan yang tak lagi beroperasim termasuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Tutupnya layanan ini menghambat pemantauan perkembangan balita dan program pencegahan stunting. 

Menyadari pentingnya pemantauan perkembangan balita dan kontinuitas program pencegahan stunting, Presiden Joko Widodo minta agar posyandu kembali dibuka dengan memerhatikan protokol kesehatan. Hal itu diungkapkannya dalam rapat terbatas, 5 Agustus 2020.

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemkes), mengatakan, posyandu tetap dibuka di masa pandemi, mengingat layanan ini adalah wadah pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang bayi dan balita, ibu hamil serta ibu menyusui. Pembukaan dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Jika posyandu tidak berjalan karena berada di zona tertentu, maka akan menunda pemantauan 1.000 hari pertama kehidupan, sejak ibu hamil, menyusui hingga anak usia dua tahun. Ini adalah usia yang rawan. Itu sebabnya, apa pun zonanya, posyandu sebaiknya berjalan,” katanya.

Pelayanan di posyandu. (Dok : Kemenkes)
Pelayanan di posyandu. (Dok : Kemenkes)

Merujuk Panduan Operasional Upaya Kesehatan di Posyandu dalam Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Penerapan Masyarakat Produktif dan Aman Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), ada lima prinsip operasional posyandu selama pandemi.

Pertama, hari buka dan pelayanan mengikuti kebijakan daerah penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut dan wilayah sekitarnya. Kedua, memprioritaskan kegiatan mandiri menggunakan buku KIA.

Pelayanan di posyandu. (Dok : Kemenkes)
Pelayanan di posyandu. (Dok : Kemenkes)

Ketiga, menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, sering mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak. Keempat, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, konsultasi jarak jauh, dan janji temu. Kelima, hanya petugas dan pengunjung yang sehat boleh datang pada hari buka posyandu.

Kegiatan percontohan penerapan protokol kesehatan tersebut telah dilakukan di Posyandu Sari Kemuning 1 dan Sari Mawar 3, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Selain Survei “Kesediaan Orangtua Membawa Anak ke Posyandu”, kegiatan juga dipersiapkan secara rinci mulai dari lokasi hingga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader.

“Untuk pelaksanaan kegiatan posyandu, kami melakukan briefing dengan para kader posyandu tentang bagaimana nanti posyandu bisa berjalan dengan aman,“ ujar Kepala Puskesmas Wanasari, Kecamatan Cibitung, Bekasi, Kristina Br. Ginting.

baca juga

Lebih lanjut, Kristina menjelaskan, persiapan pelayanan posyandu adalah membersihkan ruangan dan peralatan yang akan dipakai secara menyeluruh dan menyemprotkan disinfektan. Pembersihan ruangan dan peralatan juga dilakukan secara berkala. Para kader yang bertugas diperiksa kesehatannya dan dibekali alat pelindung diri (APD).

Penerapan 3 M di posyandu. (Dok : Kemenkes)
Penerapan 3 M di posyandu. (Dok : Kemenkes)

Untuk mencegah kerumunan, para kader posyandu memberikan undangan kepada seluruh sasaran. Para sasaran, yaitu orangtua dan balita mereka, datang sesuai jadwal yang ditentukan dalam kondisi tubuh sehat, wajib memakai masker, balita memakai baju lengan panjang serta mematuhi protokol kesehatan 3M.

Mereka yang dalam keadaan sakit melapor dan tidak diperkenankan datang untuk mencegah potensi penularan penyakit.

Kegiatan yang dilakukan di hari buka posyandu berupa penimbangan dan pengukuran panjang/tinggi balita, pemeriksaan ibu hamil, imunisasi, pemberian vitamin A dosis tinggi dalam bentuk kapsul untuk diteteskan di rumah, pelayanan KB suntik, konsultasi individu, pemberian makanan tambahan, serta pembagian flyer dan stiker sebagai sarana edukasi pencegahan penularan Covid-19. Sementara itu, layanan KB juga dilakukan, yaitu pembagian kontrasepsi dilakukan dengan janji temu.

Penerapan 3 M di posyandu. (Dok : Kemenkes)
Penerapan 3 M di posyandu. (Dok : Kemenkes)

Masyarakat memberi tanggapan positif atas dibukanya kembali posyandu. Pembukaan posyandu membantu mereka mengetahui dan memantau perkembangan anak.

“Setelah sekitar lima bulan tutup, anak saya nggak timbang berat badannya setiap bulan. Biasanya kan tiap bulan selalu ditimbang, cek tinggi badan. Untung sekarang sudah dibuka kembali,” ujar Nining, salah satu sasaran posyandu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkendara Aman dan Sehat saat Pandemi, Berikut Tipsnya

Berkendara Aman dan Sehat saat Pandemi, Berikut Tipsnya

Video | Kamis, 03 Desember 2020 | 19:29 WIB

Kasus Corona Rekor 8.369 Orang Sehari, Satgas Covid-19: Tak Bisa Ditolerir

Kasus Corona Rekor 8.369 Orang Sehari, Satgas Covid-19: Tak Bisa Ditolerir

Banten | Kamis, 03 Desember 2020 | 18:41 WIB

Kasus Corona Melonjak, Pemerintah Salahkan Rakyat Abai Protokol Kesehatan

Kasus Corona Melonjak, Pemerintah Salahkan Rakyat Abai Protokol Kesehatan

News | Kamis, 03 Desember 2020 | 18:23 WIB

Jumlah Vaksin Covid-19 Terbatas, Pakar Imunisasi: 3M Tak Boleh Ditinggalkan

Jumlah Vaksin Covid-19 Terbatas, Pakar Imunisasi: 3M Tak Boleh Ditinggalkan

Health | Kamis, 03 Desember 2020 | 16:34 WIB

Sri Mulyani: Disiplin Protokol Kesehatan Bantu Pulihkan Ekonomi

Sri Mulyani: Disiplin Protokol Kesehatan Bantu Pulihkan Ekonomi

Video | Kamis, 03 Desember 2020 | 16:00 WIB

NU dan Muhammadiyah Minta Masyarakat Taati Protokol Kesehatan

NU dan Muhammadiyah Minta Masyarakat Taati Protokol Kesehatan

Jogja | Kamis, 03 Desember 2020 | 11:21 WIB

Terkini

30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital

30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Sepotong Rendang Pelepas Rindu

Sepotong Rendang Pelepas Rindu

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Lagi Capek-capeknya Hidup? Lagu 'Bersenja Gurau' Raim Laode Ini Wajib Kamu Dengar

Lagi Capek-capeknya Hidup? Lagu 'Bersenja Gurau' Raim Laode Ini Wajib Kamu Dengar

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Karhutla Menggila di Berbagai Daerah, Kemarau Ekstrem Atau Sengaja Dibakar?

Karhutla Menggila di Berbagai Daerah, Kemarau Ekstrem Atau Sengaja Dibakar?

Video | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Pembangunan Sementara Desa Adat Sade Ditargetkan Tuntas Sebelum Agenda MotoGP Mandalika

Pembangunan Sementara Desa Adat Sade Ditargetkan Tuntas Sebelum Agenda MotoGP Mandalika

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Telin Perluas Jejak Ekosistem Digital Global Melalui Empat Kemitraan Strategis di BATIC 2026

Telin Perluas Jejak Ekosistem Digital Global Melalui Empat Kemitraan Strategis di BATIC 2026

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:46 WIB

Cinta Terlarang Berujung Teror: Karyawan SPPG di Tuban Peras Istri Orang Pakai Video Intim

Cinta Terlarang Berujung Teror: Karyawan SPPG di Tuban Peras Istri Orang Pakai Video Intim

Jatim | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:34 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp48.000, Kini Rp2,67 Juta per Gram

Harga Emas Antam Anjlok Rp48.000, Kini Rp2,67 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:34 WIB

Desain Tak Lagi Milik Profesional, IM3 Buka AI dan Adobe Express untuk 15 Ribu Kreator hingga UMKM

Desain Tak Lagi Milik Profesional, IM3 Buka AI dan Adobe Express untuk 15 Ribu Kreator hingga UMKM

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:29 WIB

Ruang Kelas Ambruk: Siswa SDN 3 Wonorejo Belajar di Bawah Tenda Darurat

Ruang Kelas Ambruk: Siswa SDN 3 Wonorejo Belajar di Bawah Tenda Darurat

Jatim | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:21 WIB

×