Penting Diingat, 6 Tips Memilih Asuransi Kesehatan Sesuai Kebutuhan

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 09 Desember 2020 | 10:31 WIB
Penting Diingat, 6 Tips Memilih Asuransi Kesehatan Sesuai Kebutuhan
Ilustrasi asuransi kesehatan. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 menyebabkan peningkatan kesadaan masyarakat terhadap asuransi kesehatan. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang bingung bagaimana cara memilih asuransi kesehatan yang tepat.

Hal ini dikarenakan asuransi kesehatan memiliki banyak jenisnya, dari asuransi kesehatan murni, asuransi jiwa, hingga asuransi dengan fasilitas investasi.

Untuk Anda yang masih bingung, berikut 6 tips memilih asuransi kesehatan sesuai kebutuhan, berdasarkan siaran pers Allianz Life yang diterima Suara.com, Rabu (9/12/2020).

1. Pahami kebutuhan

Sebelum memutuskan untuk membeli sebuah produk asuransi kesehatan, lebih penting untuk memahami dulu seperti apa manfaat asuransi kesehatan yang Anda butuhkan.

Perhatikan riwayat kesehatan di keluarga Anda, apakah ada riwayat penyakit kritis? Hal ini untuk menentukan apa saja cakupan atau coverage perlindungan asuransi kesehatan yang Anda butuhkan.

Selain itu, perlu dipertimbangkan juga, kelas kamar seperti apa yang akan Anda pergunakan jika Anda sakit? Apakah kamar dengan 2 tempat tidur cukup memadai bagi Anda? Atau Anda membutuhkan kamar perawatan yang lebih tenang dan nyaman dengan 1 tempat tidur saja?

Begitu juga dengan kebiasaan bepergian. Bila Anda termasuk kalangan yang cukup sering bepergian ke berbagai tempat termasuk ke luar negeri, memiliki asuransi kesehatan dengan jaringan provider (rumah sakit rekanan) yang luas sangatlah penting.

Sebaliknya, bila Anda jarang traveling ke luar negeri, asuransi kesehatan dengan jangkauan wilayah perlindungan di dalam negeri saja mungkin sudah memadai.

2. Cek ketersediaan asuransi yang sudah ada

Bila Anda tercatat sebagai karyawan sebuah perusahaan, biasanya tempat Anda bekerja sudah memberikan tunjangan kesehatan berupa asuransi kesehatan.

Nah, sebelum membeli asuransi kesehatan sendiri, sebaiknya Anda teliti dulu seperti apa tunjangan kesehatan yang diberikan oleh perusahaan tempat Anda bekerja.

Beberapa perusahaan memberikan tunjangan kesehatan yang sangat lengkap untuk karyawan mereka bahkan untuk keluarga karyawan. Mulai dari manfaat rawat inap, rawat jalan, melahirkan, rawat gigi, hingga kacamata.

Bentuknya bisa berupa asuransi kesehatan cashless ataupun reimbursement. Biasanya, semakin tinggi posisi karyawan, semakin besar pula batas plafon tunjangan kesehatannya.

Lebih lanjut, setiap karyawan perusahaan juga hampir pasti diikutsertakan BPJS Kesehatan yang juga memberi manfaat dasar layanan kesehatan.

Supaya tidak mubazir, apabila saat ini sudah ada tunjangan kesehatan dari tempat bekerja, sesuaikan asuransi kesehatan yang hendak Anda beli dengan yang sudah ada.

Contoh mudah, saat ini Anda mungkin sudah memiliki asuransi kesehatan dari kantor yang berjenis indemnity. Asuransi kesehatan indemnity memberi perlindungan berupa penggantian biaya medis sesuai manfaat yang tertera di dalam polis.

Nah, bila Anda ingin melengkapi tunjangan kesehatan kantor dengan asuransi pribadi, Anda bisa memilih asuransi kesehatan berjenis santunan tunai perawatan RS (hospital cash plan).

Dengan begitu, asuransi kesehatan dari kantor bisa digunakan untuk biaya medis yang ditanggung, sedangkan asuransi kesehatan hospital cash plan bisa Anda manfaatkan untuk menutup biaya medis yang melebihi limit.

Pastikan juga asuransi kesehatan yang Anda beli tersebut bisa dimanfaatkan bersamaan dengan asuransi lain (coordination of benefit).

Adapun bagi Anda yang saat ini tercatat sebagai pekerja mandiri (self-employed) atau freelance, sebaiknya mengoptimalkan BPJS Kesehatan dan melengkapinya dengan asuransi kesehatan swasta yang bisa dipadukan manfaat perlindungannya dengan BPJS Kesehatan.

Perlu diingat bahwa asuransi karyawan akan berhenti saat Anda berhenti bekerja. Jadi jika Anda menjelang usia pensiun atau ada rencana membuka bisnis sendiri sebaiknya Anda memiliki asuransi kesehatan pribadi untuk antisipasi saat tidak lagi bekerja di perusahaan karena asuransi pribadi hanya dapat dibeli saat kita masih dalam keadaan sehat.

3. Alokasikan anggaran

Untuk mendapatkan manfaat perlindungan asuransi, Anda perlu menyiapkan alokasi anggaran untuk membayar premi asuransi. Besar premi asuransi akan sangat bergantung pada cakupan perlindungan yang ditawarkan, usia nasabah atau tertanggung, riwayat medis tertanggung hingga jangka waktu perlindungan.

Siapkan alokasi anggaran untuk membayar premi asuransi kesehatan. Berapa idealnya yang perlu Anda anggarkan? 5 persen hingga 10 persen dari pendapatan rutin bisa Anda alokasikan khusus untuk menutup biaya premi asuransi, termasuk asuransi kesehatan.

Jadi, bila pendapatan Anda saat ini sekitar Rp10 juta, Anda bisa mengalokasikan Rp1 juta untuk pembayaran biaya premi asuransi. Dengan begitu, kebutuhan asuransi tetap bisa tertutup tanpa mengganggu alokasi pos kebutuhan lain yang tak kalah penting.

4. Teliti manfaat dan pelajari polis

Saat hendak membeli asuransi kesehatan, pastikan untuk meneliti secara mendalam apa saja manfaat (coverage) yang diberikan dan apakah itu sudah memenuhi kebutuhan Anda.

Beberapa manfaat yang lazim ditawarkan dalam produk asuransi antara lain manfaat rawat inap, manfaat rawat jalan, manfaat perawatan gigi, manfaat pembedahan, dan lain sebagainya.

Pastikan juga mempelajari kondisi-kondisi yang dikecualikan yang tertera dalam polis. Misalnya sehubungan dengan pasal pre-existing condition. Yaitu, aturan dalam asuransi kesehatan yang menyatakan manfaat asuransi tidak berlaku untuk penyakit yang sudah ada sebelumnya.

Jadi, bila Anda jatuh sakit dan harus rawat inap karena pre-existing conditions, maka asuransi kesehatan akan menolak klaim Anda.

Pre-existing conditions berbeda dengan masa tunggu. Asuransi kesehatan umumnya ada masa tunggu 30 hari sejak tanggal efektif polis dan masa tunggu 12 bulan, untuk penyakit-penyakit khusus, sejak tanggal efektif polis.

5. Bandingkan dengan asuransi kesehatan lain

Ada banyak jenis produk asuransi kesehatan yang tersedia. Jangan langsung membeli asuransi kesehatan tanpa membandingkannya dengan produk sejenis.

Bandingkan paling tidak dengan satu atau dua produk terlebih dulu agar bisa memilih yang terbaik, yaitu dari sisi jangkauan perlindungan, besar premi yang dibebankan dan rekam jejak penyedia asuransi.

Rekam jejak penyedia asuransi penting untuk melihat apakah urusan klaim kelak bisa mudah atau banyak bermasalah. Jangan lupa memilih penyedia asuransi yang memiliki reputasi bagus dan pengalaman panjang. Dengan begitu, manfaat asuransi kesehatan dapat optimal Anda dapatkan.

6. Ketahui cara pembayaran biaya pengobatan

Sekarang, perusahaan asuransi telah memberikan banyak kemudahan untuk pembayaran biaya pengobatan Anda, yaitu melalui sistem cashless maupun reimbursement. Pelajari keunggulan masing-masing, lalu tentukan cara pembayaran mana yang sesuai dengan kebutuhanmu sebelum membeli polis asuransi kesehatan.

Untuk pembayaran dengan cara reimbursement, Anda harus membayar biaya perawatan terlebih dahulu dan setelahnya baru dapat melakukan pengajuan penggantian biaya kepada perusahaan Asuransi, dengan melampirkan dokumen-dokumen penunjang.

Bahkan, di Allianz Anda dapat mengajukan penggantian biaya melalui digital claim submission dengan jangka waktu pembayaran maksimal 48 jam. Digital claim submission ini dapat dilakukan melalui eAZy Connect yaitu eAZy Connect adalah portal Nasabah untuk memantau polis secara online, kapan saja dan di mana saja melalui www.allianz.co.id/eazyconnect.

Melalui eAZy Connect, Nasabah dapat memantau langsung nilai investasi, manfaat asuransi, serta informasi polis lainnya.

Untuk pengajuan klaim manual, Allianz memiliki SLA 7 hari kerja dan jika tidak dibayar dalam jangka waktu tersebut Allianz akan memberikan service guarantee yaitu voucher Rp100.000 untuk setiap Nasabah yang mengajukan klaim.

Tentunya akan lebih nyaman dan mudah lagi jika Anda memilih menggunakan fasilitas cashless. Fasilitas cashless memberikan banyak kemudahan bagi Anda, karena dapat melakukan pembayaran biaya perawatan tanpa harus mengeluarkan biaya pribadi terlebih dahulu.

Untuk dapat menikmati fasilitas ini, Anda harus melakukan perawatan di rumah sakit rekanan perusahaan Asuransi dan selalu membawa kartu Asuransi. Nantinya, seluruh berkas klaim dari dokter akan dikirimkan oleh rumah sakit ke pihak Asuransi. Jadi tidak perlu repot menyiapkan berkas klaim untuk dikirimkan perusahaan Asuransi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GEN Prime Link Meluncur, Tawarkan Bonus Proteksi hingga 200 Persen

GEN Prime Link Meluncur, Tawarkan Bonus Proteksi hingga 200 Persen

Foto | Jum'at, 30 Januari 2026 | 12:15 WIB

Wabah Penyakit Superflu Bakal Buat Klaim Asuransi Kesehatan Naik

Wabah Penyakit Superflu Bakal Buat Klaim Asuransi Kesehatan Naik

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 08:53 WIB

Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen

Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 09:57 WIB

Mulai Tahun Depan Nasabah Asuransi Kesehatan Ikut Bayar Klaim, Siapa Untung?

Mulai Tahun Depan Nasabah Asuransi Kesehatan Ikut Bayar Klaim, Siapa Untung?

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 16:21 WIB

Peserta Asuransi Kesehatan Swasta Harus Ikut Bayar Biaya RS Mulai Januari 2026

Peserta Asuransi Kesehatan Swasta Harus Ikut Bayar Biaya RS Mulai Januari 2026

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 18:08 WIB

OJK: Industri Asuransi Dilarang Naikkan Tarif Premi Tanpa Izin Nasabah

OJK: Industri Asuransi Dilarang Naikkan Tarif Premi Tanpa Izin Nasabah

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 08:30 WIB

Medical Advisory Board, Langkah AdMedika Dalam Perkuat Tata Kelola Medis

Medical Advisory Board, Langkah AdMedika Dalam Perkuat Tata Kelola Medis

Bisnis | Selasa, 18 November 2025 | 10:36 WIB

Express Discharge, Layanan Seamless dari Garda Medika Resmi Meluncur: Efisiensi Waktu dan Pembayaran

Express Discharge, Layanan Seamless dari Garda Medika Resmi Meluncur: Efisiensi Waktu dan Pembayaran

Bisnis | Rabu, 12 November 2025 | 22:58 WIB

Fraud Asuransi Kesehatan: Rugikan Triliunan Rupiah dan Pengaruhi Kualitas Layanan Medis!

Fraud Asuransi Kesehatan: Rugikan Triliunan Rupiah dan Pengaruhi Kualitas Layanan Medis!

Health | Senin, 20 Oktober 2025 | 07:58 WIB

Asuransi Bukan Sekadar Perlindungan, Tapi Investasi Kesehatan

Asuransi Bukan Sekadar Perlindungan, Tapi Investasi Kesehatan

Bisnis | Senin, 29 September 2025 | 09:10 WIB

Terkini

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB