Mengenal Pneumonia pada Anak, Beda Penyebab Beda Pula Gejalanya

Vania Rossa

Jum'at, 11 Desember 2020 | 07:42 WIB
Mengenal Pneumonia pada Anak, Beda Penyebab Beda Pula Gejalanya
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Pneumonia disebut juga sebagai penyakit radang paru-paru, atau penyakit paru-paru basah. Penyakit ini bisa terjadi pada anak dan merupakan salah satu jenis penyakit yang bisa menular dan dapat berulang jika penderitanya tidak menjaga diri dari berbagai faktor-faktor pencetusnya.

Lalu, apa saja yang orangtua perlu ketahui mengenai pneumonia ini? Simak ulasan berikut ini.

Mengenai Penyakit Paru-Paru Basah atau Pneumonia
Tubuh manusia memerlukan oksigen untuk dapat bekerja dengan baik. Ketika kita bernapas, oksigen dihirup melalui hidung dan bergerak melalui tabung pernapasan. Kemudian oksigen akan masuk ke dalam tubuh melalui kantung udara kecil di dalam pembuluh darah kapiler. Kantung udara kecil ini disebut dengan alveoli dan jumlahnya ada sekitar 600 juta di dalam sistem pernapasan manusia.

Setelah masuk ke dalam alveoli, oksigen pun akan diserap ke dalam darah dan sel-sel darah merah akan bekerja untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Seseorang yang terinfeksi pneumonia akan mengalami infeksi dan penumpukan cairan atau lendir di dalam alveoli yang terdapat pada paru-paru. Hal ini menyebabkan oksigen sulit untuk masuk ke paru-paru secara penuh.

Batuk dan pilek yang parah pun dapat mengakibatkan terjadinya iritasi pada paru-paru, sehingga bakteri atau virus penyebab pneumonia dapat mudah bergerak ke dalam paru-paru dan menyebabkan infeksi.

Apa Saja Gejala dan Penyebabnya?
Banyak orang yang beranggapan bahwa pneumonia atau paru-paru basah bisa disebabkan karena anak suka kebasahan karena kehujanan. Ada pula yang berpendapatan kondisi lingkungan yang lembab menyebabkan pneumonia, seperti kebiasaan tidur di lantai atau memakai kipas angin.

Padahal, pneumonia sendiri terjadi karena adanya infeksi dari bakteri, virus, atau jamur. Beda penyebabnya, maka gejala yang timbul juga bisa jadi berbeda.

Umumnya, pneumonia yang diakibatkan oleh infeksi bakteri akan mengakibatkan anak sakit secara tiba-tiba dan disertai gejala seperti berikut ini.

baca juga
  • Batuk berdahak dengan dahak berwarna hijau, kadang kemerahan karena darah
  • Sesak nafas
  • Napas cepat dan pendek-pendek
  • Lelah dan lemah
  • Nyeri di bagian dada
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Demam tinggi
  • Jantung berdebar

Jika pneumonia disebabkan oleh virus, gejalanya kadang tidak terlalu terlihat dan infeksinya lebih pelan. Bisa saja orangtua tidak menyadari anaknya terkena pneumonia karena gejalanya ringan. Waspadai tanda-tanda seperti flu, yaitu pilek, demam ringan, batuk kering dan kadang disertai lendir.

Sementara itu, kasus pneumonia pada bayi seringkali tak menunjukkan gejala khas dan sulit untuk dideteksi karena bayi masih belum mampu berkomunikasi dengan baik. Untuk itu, orangtua perlu memperhatikan gejala fisik seperti muntah, wajah pucat, lemas, hilangnya nafsu makan, dan gelisah atau rewel.

Diagnosis dan Pengobatan Pneumonia
Untuk mengetahui dengan pasti apakah anak positif terkena pneumonia, orangtua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau spesialis anak. Dengan menggunakan stetoskop, dokter dapat mendengar gejala khas pneumonia, yaitu suara berderak ketika anak bernapas karena adanya cairan di dalam paru-paru.

Kemudian untuk menegakkan diagnosis, perlu dilakukan rontgen pada dada anak. Munculnya titik berawan putih pada paru-paru di hasil rontgen menandakan bahwa ada penumpukan cairan di dalam paru-paru.

Setelah diketahui penyebab pneumonia - apakah infeksi bakteri atau virus - barulah dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai. Jika pneumonia disebabkan oleh bakteri, dokter akan memberikan antibiotik baik oral maupun melalui infus jika anak mengalami kesulitan untuk minum obat.

Namun antibiotik tidak efektif untuk mengobati pneumonia yang disebabkan oleh virus. Biasanya anak akan diberikan obat penurun panas untuk meredakan gejala demam yang dialaminya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pulih dari Covid-19, Pendiri Pizza Hut Meninggal Dunia Karena Pneumonia

Pulih dari Covid-19, Pendiri Pizza Hut Meninggal Dunia Karena Pneumonia

Health | Jum'at, 04 Desember 2020 | 17:15 WIB

Kenali, 5 Penyakit Paru-Paru Selain Covid-19

Kenali, 5 Penyakit Paru-Paru Selain Covid-19

Sumut | Rabu, 02 Desember 2020 | 08:30 WIB

Canggih! Teknologi AI Prediksi 96 Persen Kasus Pneumonia Terkait Covid-19

Canggih! Teknologi AI Prediksi 96 Persen Kasus Pneumonia Terkait Covid-19

Tekno | Selasa, 01 Desember 2020 | 09:00 WIB

Terkini

MNC Lepas iNews Group ke Republikorp, Ini Rinciannya

MNC Lepas iNews Group ke Republikorp, Ini Rinciannya

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:05 WIB

Suahasil Lanjutkan Rapat dengan DPD RI usai Purbaya Dicopot Mendadak oleh Prabowo

Suahasil Lanjutkan Rapat dengan DPD RI usai Purbaya Dicopot Mendadak oleh Prabowo

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:03 WIB

Jenazah Warga Garut Korban KM Virgo Transport 8 Dipulangkan, Keluarga Menanti di Kampung Halaman

Jenazah Warga Garut Korban KM Virgo Transport 8 Dipulangkan, Keluarga Menanti di Kampung Halaman

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 18:02 WIB

5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal

5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 18:00 WIB

Era Purbaya Berakhir, Ketua DPRD DKI Singgung Wacana Lobi Menkeu Baru Soal DBH hingga Obligasi

Era Purbaya Berakhir, Ketua DPRD DKI Singgung Wacana Lobi Menkeu Baru Soal DBH hingga Obligasi

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:58 WIB

Sekretaris Dishub Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual Siswi PKL

Sekretaris Dishub Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual Siswi PKL

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 17:57 WIB

Prabowo Panggil Bahlil, Zulhas, hingga Bos Danantar di Istana, Ini yang Dibahas

Prabowo Panggil Bahlil, Zulhas, hingga Bos Danantar di Istana, Ini yang Dibahas

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:56 WIB

PDIP Sebut Parliamentary Threshold 5 Persen Ideal, Minta Pembahasan Libatkan Publik

PDIP Sebut Parliamentary Threshold 5 Persen Ideal, Minta Pembahasan Libatkan Publik

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:55 WIB

Kasus Korupsi HGB Bogor: DPR Desak KPK Ungkap Jaringan di Balik Orang Kepercayaan Menteri

Kasus Korupsi HGB Bogor: DPR Desak KPK Ungkap Jaringan di Balik Orang Kepercayaan Menteri

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:52 WIB

Menyambung Cerita Desa Pidpid Lewat Kemasan Jamur Ramah Lingkungan

Menyambung Cerita Desa Pidpid Lewat Kemasan Jamur Ramah Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 17:51 WIB

×