Picu Reaksi Buruk pada Penderita Alergi Parah, Apa Kandungan Vaksin Pfizer?

Rauhanda Riyantama | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 14 Desember 2020 | 18:15 WIB
Picu Reaksi Buruk pada Penderita Alergi Parah, Apa Kandungan Vaksin Pfizer?
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Vaksin Covid-19 Pfizer telah memicu dampak buruk terhadap dua orang pekerja medis NHS (Layanan Kesehatan Inggris) setelah mereka mendapat dosis pertama.

Setelah dokter memeriksanya, ternyata kedua pekerja medis tersebut memiliki riwayat reaksi alergi parah.

Kasus ini membuat Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan (MHRA) Inggris mengimbau untuk tidak memberikan vaksin Pfizer kepada penderita reaksi alergi parah terhadap obat-obatam, makanan atau vaksin apa pun.

Berdasarkan laporan Mirror, vaksin produksi Pfizer dan BioNTech mengandung berbagai bahan, bersamaan dengan zak aktif yang disebut BNT162b2 RNA.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Bahan lain di dalam vaksinnya termasuk:

- ALC-0315 = (4-hydroxybutyl) azanediyl) bis (hexane-6,1-diyl) bis (2-hexyldecanoate)
- ALC-0159 = 2 [(polietilen glikol) -2000] -N, N-ditetradecylacetamide
- 1,2-Distearoyl-sn-glycero-3-phosphocholine
- cholesterol (Kolesterol)
- dibasic sodium phosphate dihydrate
- monobasic potassium phosphate
- potassium chloride (kalium klorida)
- sodium chloride (natrium klorida)
- sucrose (sukrosa)
- air untuk injeksi

Alasan spesifik dan sifat reaksi alergi masih belum jelas. Mereka masih meninjau laporan, dan berjanji akan menyampaikan pembaruan pedoman pemberian vaksin Covid-19.

"Orang yang memiliki alergi secara umum bisa vaksinasi secara aman dan risiko reaksi alergi jarang terjadi, meskipun hal ini dapat bergantung pada jenis alergi yang mereka miliki," tutur Kat Basford dari Online Doctor.

Meski begitu, ia tetap menyarankan bagi siapa pun yang memiliki alergi dan khawatir akan kasus ini, lebih baik berbicara kepada dokter sebelum vaksinasi virus corona.

"Dalam beberapa kasus, di mana seseorang diketahui pernah mengalami reaksi parah di masa lalu, mungkin disarankan agar vaksin diberikan di rumah sakit tempat pasien dapat dipantau," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Susul Bangladesh, Bahrain Juga Gratiskan Vaksin COVID-19 Bagi Masyarakat

Susul Bangladesh, Bahrain Juga Gratiskan Vaksin COVID-19 Bagi Masyarakat

Health | Senin, 14 Desember 2020 | 17:49 WIB

Ganjar Targetkan 21,2 Juta Warga Jateng Mendapat Vaksin Covid-19

Ganjar Targetkan 21,2 Juta Warga Jateng Mendapat Vaksin Covid-19

Jawa Tengah | Senin, 14 Desember 2020 | 16:52 WIB

Ketua IDI Bersedia Disuntik Vaksin Covid-19 Pertama, Ingin Jadi Role Model

Ketua IDI Bersedia Disuntik Vaksin Covid-19 Pertama, Ingin Jadi Role Model

Jatim | Senin, 14 Desember 2020 | 16:40 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB