Warung Kelontong Bakal Diedukasi Untuk Tak Jual Rokok ke Anak, Efektifkah?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 16 Desember 2020 | 17:04 WIB
Warung Kelontong Bakal Diedukasi Untuk Tak Jual Rokok ke Anak, Efektifkah?
Dampak merokok pada keluarga. (Shutterstock)

Suara.com - Merasa ikut bertanggung jawab tingginya angka perokok anak Indonesia, Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) akan mendatangi dan edukasi penjual, retail hingga warung kelontong untuk tidak membiarkan anak di bawah umur 18 tahun membeli rokok.

"Kami akan turun dengan warung-warung, peritel minimarket, di lingkungan padat penduduk agar lebih selektif menjual rokok anak di bawah umur," ujar Muhaimin Moefti selaku Ketua Gaprindo, Rabu (16/12/2020).

Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari kampanye 'Cegah Perokok Anak', dengan memberikan edukasi, informasi kepada penjual rokok yang aksesnya dekat dengan masyarakat, khususnya di wilayah dekat dengan sekolah, dan area publik berkumpulnya anak dan remaja.

"Perlu dilakukan edukasi terhadap publik, termasuk retail atau pedagang, serta penjaga toko atau kasir agar bersama-sama kita dapat membagi pemahaman dan kesadaran bahwa produk rokok bukanlah produk yang semestinya dijual kepada anak atau remaja," terang Moefti.

Ilustrasi puntung rokok. (Shutterstock)
Ilustrasi puntung rokok. (Shutterstock)

Tidak hanya warung dan penjual, kampanye ini juga menyasar semua lapisan masyarakat seperti orangtua, guru, hingga lingkungan tempat tinggal anak yang juga akan diberi edukasi, sebagai bekal informasi dan menjadi agen pencegah perokok anak.

"Artikel dan tips, nantinya bisa memperkaya wawasan orangtua, guru, dan orang tua menjadi agen pencegah perokok anak di lingkungan mereka," ungkap Moefti.

"Semakin banyak publik yang tergerak untuk berani menegur mencegah dan mengawasi peredaran rokok di kalangan anak di bawah umur," sambungnya.

Artikel dan informasi edukasi akan hadir dalam bentuk website dan platform sosial media, yang bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat.

"Kegiatan ini kami mengajak berbagai pihak untuk berkontribusi aktif dan secara bijak membantu mengurangi angka prevalensi perokok anak Indonesia," tuturnya.

baca juga

Sementara itu, kampanye ini juga dibuat sebagai upaya membantu pemerintah menurunkan angka perokok anak di Indonesia. Dimana dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, pada 2024 target perokok anak turun hingga 8,7 persen.

"Sebagai pelaku usaha di industri ini kami tidak lepas tangan, kami memahami bahwa produk rokok memiliki risiko dan oleh karenanya tidak mengubah semestinya produk ini tidak dikonsumsi oleh anak-anak maupun wanita hamil," tutup Moefti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angka Perokok Anak Tinggi, Penjual Rokok Akan Dilarang Jual Eceran?

Angka Perokok Anak Tinggi, Penjual Rokok Akan Dilarang Jual Eceran?

Health | Rabu, 16 Desember 2020 | 15:48 WIB

Tembakau yang Dipanaskan Punya Risiko Lebih Rendah dari Rokok, Benarkah?

Tembakau yang Dipanaskan Punya Risiko Lebih Rendah dari Rokok, Benarkah?

Health | Jum'at, 04 Desember 2020 | 15:14 WIB

Ini Alasannya Libatkan Anak Dalam Iklan Rokok Termasuk Eksploitasi

Ini Alasannya Libatkan Anak Dalam Iklan Rokok Termasuk Eksploitasi

Jawa Tengah | Kamis, 26 November 2020 | 17:05 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×