Studi: Kondisi Kulit Bayi Bisa Prediksi Risiko Penyakit Jantung

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 17 Desember 2020 | 15:16 WIB
Studi: Kondisi Kulit Bayi Bisa Prediksi Risiko Penyakit Jantung
Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)

Suara.com - Kulit bisa menjadi aspek yang memperlihatkan bahwa tubuh Anda sehat atau tidak. Dalam hal ini, para peneliti dari Universitas Thomas Jefferson menemukan bahwa kulit juga dapat meramalkan masalah jantung.

Melansir dari News Medical, tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Jouni Uitto, MD, PhD, seorang Profesor Dermatologi dan Biologi Kulit melaporkan bahwa mutasi pada gen yang diketahui mendasari kelainan kulit langka juga menyebabkan penyakit jantung yang serius. "Dengan melihat kulit bayi yang baru lahir, kita dapat memprediksi perkembangan penyakit jantung di kemudian hari," ujar Uitto.

Penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal Scientific Reports.

Selama lima tahun terakhir, Uitto dan timnya telah menganalisis mutasi pada sekitar 1.800 keluarga di seluruh dunia, mencari penyebab genetik di balik kondisi kulit seperti epidermolysis bullosa (EB). EB adalah penyakit parah yang membuat kulit sangat rapuh. Pasien dengan EB dapat mengembangkan lecet dan penyembuhan luka yang buruk dari sentuhan paling ringan.

Ilustrasi bayi baru lahir (Unsplash/Isaac Quesada)
Ilustrasi bayi baru lahir (Unsplash/Isaac Quesada)

Para pasien EB sebenarnya telah menunjukkan gejala yang sama pada masa bayi awal, termasuk kulit yang sangat rapuh, kulit yang menebal di telapak tangan dan telapak kaki, dan rambut rontok yang meluas ke alis dan bulu mata.

"Ini adalah penyakit serius yang memerlukan transplantasi jantung jika kerusakannya terlalu parah karena gagal jantung dan detak jantung cepat yang mengancam nyawa," kata Reginald Ho, MD, ahli jantung di departemen kedokteran di Sidney Kimmel Medical College, yang ikut menulis penelitian.

"Dengan analisis mutasi, Anda dapat memprediksi saat melihat pasien EB saat lahir, apakah mereka akan memiliki kondisi jantung yang sangat parah di kemudian hari," tambahnya. 

Dengan melihat gejala pasien dan riwayat keluarga, para dokter menegaskan bahwa melihat karakter kulit bayi juga bisa memprediksi masalah jantung di masa depan bayi tersebut.

"Penelitian ini menunjukkan bagaimana kulit dapat membantu memprediksi masalah medis yang parah," kata Dr. Uitto.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berbahaya, Waspadai Berbagai Penyakit Musim Hujan Berikut Ini

Berbahaya, Waspadai Berbagai Penyakit Musim Hujan Berikut Ini

Health | Kamis, 17 Desember 2020 | 05:30 WIB

Duh, Anak Muda Indonesia Kini Rentan Mengalami Penyakit Kronis

Duh, Anak Muda Indonesia Kini Rentan Mengalami Penyakit Kronis

Jawa Tengah | Selasa, 15 Desember 2020 | 21:49 WIB

Waspada, Penyakit Kronis Kini Menyerang Kalangan Usia Muda Produktif

Waspada, Penyakit Kronis Kini Menyerang Kalangan Usia Muda Produktif

Health | Selasa, 15 Desember 2020 | 18:34 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×