Sering Terbangun Untuk Kencing Saat Tidur Malam? Waspada Gangguan Nokturia

Vania Rossa, Lilis Varwati

Jum'at, 18 Desember 2020 | 15:29 WIB
Sering Terbangun Untuk Kencing Saat Tidur Malam? Waspada Gangguan Nokturia
Ilustrasi Terbangun Untuk Kencing Saat Tidur Malam. [Shutterstock]

Suara.com - Tidur nyenyak saat malam hari bisa terganggu jika muncul keinginan untuk kencing. Jika kondisi itu terjadi terus menerus, bisa jadi itu merupakan tanda-tanda gangguan nokturia. Dokter spesialis urologi dr. Harrina Erlianti Rahardjo. Sp. U (K)., PhD. menjelaskan bahwa nokturia merupakan keinginan untuk kencing saat sedang tidur malam kemudian diikuti dengan keinginan untuk tidur kembali.

"Harus diikuti dengan keinginan untuk tidur kembali. Jadi kalau seandainya seorang begadang bolak balik kencing, ini tidak tergolong nokturia," jelasnya dalam webinar Jangan Diamkan Nokturia dan Nokturnal Enuresis, Jumat (18/12/2020).

Kondisi nokturia lebih sering terjadi pada orang lanjut usia. Harrina menyampaikan, survei dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada 2020 ditemukan 61 persen lansia mengeluhkan mengalami nokturia.

Survei dilakukan terhadap 828 laki-laki dan 727 perempuan dengan rata-rata usia 57 tahun dan berada di tujuh kota. Dari jumlah tersebut, gangguan nokturia dengan intensitas bangun satu kali terjadi pada laki-laki sebanyak 51 persen. Sedangkan perempuan 49 persen.

"Bangun dua kali, jumlah laki-laki lebih banyak. Dan bangun tiga kali pada laki-laki juga lebih banyak. Sementara rentang usia, paling banyak mengeluhkan nokturia adalah usia 51-70 tahun," papar Harrina.

Staf medis Departemen Urologi FKUI-RSCM itu menjelaskan, potensi laki-laki mengalami nokturia memang lebih besar dibandingkan dengan perempuan.

"Karena laki-laki punya prostat. Seiring usia makin lanjut, prostat makin membesar, bisa sebabkan aliran kencing jadi kurang lancar sehingga sisanya agak banyak di dalam. Jadi, malam bolak-balik ke kamar mandi. Pembesaan atau sumbatan prostat juga bisa membuat kantung kemih jadi over aktif," paparnya.

Namun, gangguan prostat bukan satu-satunya penyebab nokturia pada lansia. Menurut Harrina, masyarakat sering kali salah persepsi dan menganggap wajar kebiasaan kencing yang terjadi pada lansia karena proses penuaan. Padahal gangguan nokturia juga bisa disebabkan penyakit lain.

"Bisa juga ada kelainan persarafan, jadi sisa kencing banyak sehingga harus bolak balik ke kamar mandi. Pada penyakit gagal ginjal juga bisa sebabkan keluhan nokturia, diabetes, menopause di mana hormon seks sudah berkurang. Kelainan jantung yang memerlukan obat-obatan yang membuat kencing jadi banyak," jelasnya.

baca juga

Nokturia perlu dievaluasi dan terapi, karena jika seseorang terus terbangun saat malam hari, maka kualitas tidur jadi terganggu, kata dokter Harrina. Kualitas tidur yang buruk tentu akan menganggu emosional jadi lebih negatif, daya berpikir jadi sulit, hingga gangguan memori dan fungsi kognitif. "Makin sering terbangun saat malam hari untuk berkemih, kualitas hidup akan makin terganggu," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aneh, Air Kencing Lelaki Ini Berwarna Hijau

Aneh, Air Kencing Lelaki Ini Berwarna Hijau

Health | Kamis, 03 Desember 2020 | 09:26 WIB

Menekan Pusar Cukup Dalam Bikin Ingin Kencing, Begini Penjelasan Dokter

Menekan Pusar Cukup Dalam Bikin Ingin Kencing, Begini Penjelasan Dokter

Health | Senin, 30 November 2020 | 16:28 WIB

Urine Berbusa Saat Buang Air Kecil, Waspadai Penyakit Ini

Urine Berbusa Saat Buang Air Kecil, Waspadai Penyakit Ini

Health | Senin, 02 November 2020 | 16:45 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×