Array

Bisakah Otak Kita Berhenti Berpikir Walau Sekejap Saja?

Selasa, 22 Desember 2020 | 10:19 WIB
Bisakah Otak Kita Berhenti Berpikir Walau Sekejap Saja?
Ilustrasi perempuan sedang berpikir. (Shutterstock)

Suara.com - Pernahkah Anda merasa ingin berhenti berpikir walau hanya dalam waktu sekejap? Sayangnya, kita sering terjebak dalam lingkaran pemikiran yang tidak ada habisnya.

"Itu tergantung pada bagaimana Anda mendefinisikan 'berpikir'," kata Michael Halassa, asisten profesor di departemen ilmu otak dan kognitif di MIT.

Halassa menjelaskan bahwa sebuah pikiran merupakan hasil dari penembakan kimiawi antara sel-sel otak, dapat terjadi pada tingkat sadar maupun tidak.

Jenis pemikiran yang disadari, seperti pikiran tak berujung yang muncul saat kita mencoba tidur, secara teori dapat kita bungkam. "Mungkin itulah inti dari meditasi," kata Halassa.

Sedangkan Julia Kam, ilmuwan di Knight Lab di Universitas California, Berkeley, mengatakan ia tidak tahu apakah berhenti berpikir, secara teoritis, dapat terjadi.

Ilustrasi anak lelaki memejamkan matanya sambil berimajinasi. [shutterstock]
Ilustrasi anak lelaki sedang berpikir [shutterstock]

"Jika ya, aku pikir itu akan sangat sulit untuk diuji," ujar Kam, dilansir Live Science. Namun, Halassa yakin bahwa otak tidak akan pernah benar-benar berhenti berpikir.

"Sebagian besar pikiran terjadi di 'latar belakang' tanpa kita menyadarinya, dan sebenarnya tidak ada cara untuk mematikan hal-hal ini," jelas Halassa.

Bahkan, menurut Halasa, pengambilan keputusan sebagian besar juga terjadi secara tidak disadari yang dipicu oleh pemikiran di 'latar belakang'. Umumnya kita menyebut pemikiran ini sebagai firasat.

"Seringkali otak kita menghitung banyak kemungkinan dan mengeluarkan firasat yang pada akhirnya kita ikuti," lanjutnya.

Baca Juga: Gemar Corat-coret? Ternyata Ini Manfaatnya untuk Kesehatan otak

Di sisi lain, Kam mengatakan semua itu tergantung bagaimana seseorang mendefinisikan kata 'berpikir'.

"Jika yang Anda maksud adalah melakukan dialog batin dengan diri kita sendiri, maka, ya, kita bisa membuatnya berhenti," tuturnya.

"Tapi jika 'berpikir' berarti tidak memusatkan perhatian pada sesuatu secara khusus, aku pikir itu akan jauh lebih sulit bagi orang awam (untuk menghentikannya)," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI