Benarkah Tes Antigen Jadi Opsi Tepat Pengujian Covid-19? Begini Kata Studi

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 22 Desember 2020 | 13:31 WIB
Benarkah Tes Antigen Jadi Opsi Tepat Pengujian Covid-19? Begini Kata Studi
Peneliti melakukan formulasi Rapid Test CePAD Antigen di Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatika Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). [Antara/M Agung Rajasa/aww/aa]

Suara.com - Satgas Covid-19 mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk perjalanan selama liburan Natal dan Tahun Baru. Salah satu isi dari SE tersebut mengharuskan agar warga melakukan test rapid antigen atau swab antigen sebelum berpergian.

Apakah pemilihan tes antigen sudah jadi pilihan yang tepat?

Melansir dari Medical Xpress, pengujian antigen bisa menjadi alternatif yang dapat diandalkan. Hal ini dinyatakan dalam penelitian dari tim peneliti dari Charité - Universitätsmedizin Berlin dan Rumah Sakit Universitas Heidelberg yang telah dipublikasikan pada European Respiratory Journal.

Tes antigen sendiri dilakukan dengan menggunakan usap nasofaring yang dikumpulkan oleh profesional kesehatan. Tes cepat ini mungkin kurang dapat diandalkan dibandingkan dengan tes PCR, tetapi kecepatan dan kesederhanaannya menjadikannya tes ini dapat menjadi alternatif tepat dalam mengurangi risiko penularan.

Pada penelitian tersebut, peserta diinstruksikan untuk memasukkan kapas ke dalam kedua lubang hidung mereka sedalam 2 sampai 3 cm, memutarnya ke dinding hidung selama 15 detik. Kedua sampel usap dianalisis di tempat menggunakan uji antigen cepat yang tersedia secara komersial yang disetujui untuk digunakan di Jerman.

Petugas Rumah Sakit BP Batam melayani calon penumpang pesawat udara melakukan pendaftaran tes cepat COVID-19 di area Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Senin (21/12/2020). [ ANTARA FOTO/Teguh prihatna]
Petugas Rumah Sakit BP Batam melayani calon penumpang pesawat udara melakukan pendaftaran tes cepat COVID-19 di area Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Senin (21/12/2020). [ ANTARA FOTO/Teguh prihatna]

Studi ini menunjukkan bahwa tes nasofaring dengan antigen bisa sama efektifnya dengan swab jika pengujian lebih teliti. Namun di sisi lain, hasil tes antigen cepat yang menunjukkan positif harus dikonfirmasi lebih lanjut dengan PCR.

"Tes antigen cepat adalah sumber daya tambahan yang signifikan untuk melengkapi kapasitas pengujian berbasis PCR kami yang tegang," kata Prof. Dr. Frank Mockenhaupt, Penjabat Direktur Institut Pengobatan Tropis dan Kesehatan Internasional Charité.

Sayangnya tes ini tidak cukup umum menjadi pilihan karena tes yang harus menggunakan metode nasofaring. Menurut Prof. Frank Mockenhaupt, tes antigen sering kali tak dipilih karena dua alasan.

"Pertama, kebanyakan orang merasa swab nasofaring tidak nyaman, ini yang membuat orang cenderung menghindari pengujian rutin," ujar dokter Mockenhaupt.

"Kedua, swab mengikat sumber daya staf, rumit dan memakan waktu, dan memerlukan penggunaan alat pelindung diri," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

66 Orang Positif, Begini Kronologi Klaster Covid-19 Panti Lansia Cengkareng

66 Orang Positif, Begini Kronologi Klaster Covid-19 Panti Lansia Cengkareng

Jakarta | Selasa, 22 Desember 2020 | 13:13 WIB

Isu Skandal Goodie Bag Bansos COVID-19, Lawan Gibran Komentar Menohok

Isu Skandal Goodie Bag Bansos COVID-19, Lawan Gibran Komentar Menohok

News | Selasa, 22 Desember 2020 | 13:09 WIB

Klarifikasi BPOM: Info Vaksin Sinovac Paling Lemah Tidak Benar

Klarifikasi BPOM: Info Vaksin Sinovac Paling Lemah Tidak Benar

Banten | Selasa, 22 Desember 2020 | 13:03 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB