Studi: Pangkas Asupan Daging Merah Bisa Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Bimo Aria Fundrika | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Rabu, 23 Desember 2020 | 07:30 WIB
Studi: Pangkas Asupan Daging Merah Bisa Kurangi Risiko Penyakit Jantung
Ilustrasi penyakit jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Ada lebih banyak bukti bahwa mengganti daging merah dengan makanan nabati dapat bermanfaat bagi kesehatan Anda.

Bahkan, sebuah studi baru, berdasarkan pengamatan selama 30 tahun, telah membuktikan bahwa mengganti daging merah dengan protein nabati dapat membantu menjaga kesehatan jantung Anda.

Studi yang diterbitkan oleh The BMJ, menunjukkan bahwa mengganti daging merah dengan makanan nabati berkualitas tinggi, seperti kacang-kacangan, atau kedelai dapat dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner (PJK).

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa mengganti total konsumsi daging merah dengan biji-bijian dan produk susu, dan daging merah olahan dengan telur, juga dapat mengurangi risiko ini.

Ilustrasi daging sapi
Ilustrasi daging sapi

“Ada banyak penelitian yang menjauh dari pola makan daging merah, lebih berfokus pada pola makan nabati,” ujar ahli jantung, dr. Anjali Dutta di New York-Presbyterian Medical Group Queens seperti dilansir Healthline, Selasa (22/12/2020).

“Telah ada penekanan pada diet Mediterania, yang menekankan pada kacang-kacangan, lebih sedikit pada karbohidrat. Studi ini benar-benar hebat dalam menunjukkan manfaat pola makan nabati dan efek jantung serta pengurangan risiko,” lanjut kata dia.

Meskipun studi tersebut berfokus pada pria di Amerika Serikat, kemungkinan temuan ini juga berlaku untuk wanita, berdasarkan temuan dari studi lain.

Meskipun ini bukan penelitian baru, karena kita telah lama mendengar tentang pola makan nabati dan Mediterania selama bertahun-tahun, penelitian ini memberikan wawasan baru.

“Meskipun banyak penelitian mengenai topik ini, makalah ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor penting lainnya seperti jumlah daging merah yang dikonsumsi dan apakah daging tersebut diproses,” terang ahli diet, Nicole Roach, RD, CDN di Lenox Hill Hospital, New York.

Studi tersebut juga menyimpulkan bahwa untuk setiap satu porsi per hari, total daging merah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung koroner 12 persen lebih tinggi.

Risiko 11 persen lebih tinggi terlihat untuk daging yang tidak diolah, dan daging merah olahan memiliki risiko 15 persen lebih tinggi.

Asupan satu porsi per hari dari sumber protein nabati gabungan, yang meliputi kacang-kacangan, polong-polongan, dan kedelai, dikaitkan dengan risiko penyakit jantung koroner 14 persen lebih rendah.

“Asupan protein nabati berkualitas tinggi seperti kacang-kacangan, polong-polongan, serta biji-bijian dan produk susu, menunjukkan tambahan penurunan risiko penyakit jantung,” jelas Roach.

Dia menambahkan bahwa memilih opsi nabati daripada daging merah dapat membantu mengurangi jumlah lemak jenuh, kolesterol, dan zat besi, yang dapat menjaga kesehatan jantung.

“Pilihan nabati juga meningkatkan asupan lemak tak jenuh, serat, antioksidan, polifenol - yang semuanya dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung, mengurangi kolesterol jahat, atau meningkatkan fungsi pembuluh darah jantung,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Naik Tangga, Cara Mudah Cek Kesehatan Jantung

Naik Tangga, Cara Mudah Cek Kesehatan Jantung

Sumbar | Selasa, 22 Desember 2020 | 05:30 WIB

Dosen dan Penulis Filsafat B Herry Priyono Wafat Hari Ini

Dosen dan Penulis Filsafat B Herry Priyono Wafat Hari Ini

News | Senin, 21 Desember 2020 | 14:48 WIB

Seberapa Sehat Jantung Anda? Tes dengan Menaiki 60 Anak Tangga!

Seberapa Sehat Jantung Anda? Tes dengan Menaiki 60 Anak Tangga!

Banten | Senin, 21 Desember 2020 | 17:05 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB