Donald Trump Mendapat Antibodi Monoklonal saat Positif Covid-19, Apa Itu?

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 25 Desember 2020 | 08:01 WIB
Donald Trump Mendapat Antibodi Monoklonal saat Positif Covid-19, Apa Itu?
Donald Trump (BBC)

Suara.com - Presiden Donald Trump dan beberapa pejabat lain seperti mantan Walikota New York City, Rudy Giuliani, semuanya menerima antibodi monoklonal ketika menjalani perawatan karena positif Covid-19.

Meski memiliki faktor risiko seperti usia dan berat badan yang bisa membuat kondisi lebih parah, mereka pulih dengan cepat. Karena itu, mereka semua memuji peran dari antibodi monoklonal.

Tetapi dilansir dari USA Today, hanya sebagian kecil dari dosis itu yang mencapai orang-orang yang dapat memperoleh manfaat darinya, kata Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Alex Azar.

Alasannya adalah perpaduan antara sains dan politik, dengan beberapa tantangan logistik dan kepegawaian.

Antibodi monoklonal, menurut laman Food and Drug Administration (FDA) adalah protein buatan laboratorium untuk melawan antigen berbahaya seperti virus.

Antibodi di dalam tubuh (berbentuk Y) (Freepik)
Antibodi di dalam tubuh (berbentuk Y) (Freepik)

Ia akan meniru proses alami sistem kekebalan, menyediakan molekul yang biasanya diproduksi tubuh untuk melawan penyakit. Ant spesifik untuk setiap penyakit, tetapi telah terbukti sangat efektif melawan kondisi lain, termasuk Ebola, rheumatoid arthritis, dan beberapa jenis kanker.

Bamlanivimab adalah antibodi monoklonal yang secara khusus ditujukan untuk melawan lonjakan protein SARS-CoV-2, yang dirancang untuk memblokir perlekatan virus dan masuk ke dalam sel manusia.

Trump sangat terkesan dengan antibodi monoklonal, dia berjanji untuk membuatnya tersedia secara gratis untuk semua orang di Amerika Serikat. Sejak saat itu, pemerintah membeli dan mengirimkan lebih dari 250.000 dosis dua terapi ke rumah sakit di seluruh negeri.

Tetapi, belum ada penelitian secara jelas menyebut bahwa antibodi monoklonal membantu pasien pulih lebih cepat. Dua panel utama yang merekomendasikan bagaimana dokter harus merawat pasien Covid-19, menolak untuk mendukung antibodi monoklonal. Sampai mereka melakukannya, dokter mungkin ragu-ragu untuk meresepkan pengobatannya.

baca juga

"Meskipun ini tampak menjanjikan, tidak ada cukup bukti konklusif untuk mengetahui bahwa ini memiliki manfaat klinis, "kata Dr. Rajesh Gandhi, dokter penyakit menular di Rumah Sakit Umum Massachusetts dan Harvard Medical School, yang duduk di kedua panel pedoman.

Sebagian besar pasien yang dirawat di rumah sakit terlalu sakit untuk mendapatkan manfaat dari obat-obatan tersebut, dan sulit untuk memberikan obat kepada pasien Covid-19 yang tidak cukup sakit untuk dirawat di rumah sakit, kata Gandhi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Warga yang Tolak Vaksin Covid-19 Akan Disanksi? Begini Penjelasannya

Apakah Warga yang Tolak Vaksin Covid-19 Akan Disanksi? Begini Penjelasannya

Batam | Jum'at, 25 Desember 2020 | 06:22 WIB

Gelar Misa Natal, Gereja Santo Laurensius Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Gelar Misa Natal, Gereja Santo Laurensius Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Jakarta | Jum'at, 25 Desember 2020 | 06:19 WIB

Muncul Varian Baru Virus Corona, Efektifkah Tes Covid-19 yang Ada?

Muncul Varian Baru Virus Corona, Efektifkah Tes Covid-19 yang Ada?

Health | Jum'at, 25 Desember 2020 | 06:30 WIB

Terkini

Film Family Force Mulai Syuting, Ini Daftar Para Pemain Utama Penuh Bintang

Film Family Force Mulai Syuting, Ini Daftar Para Pemain Utama Penuh Bintang

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Dari Hustle Culture ke Pause Culture: Saat Jeda Menjelma Jadi Kebutuhan

Dari Hustle Culture ke Pause Culture: Saat Jeda Menjelma Jadi Kebutuhan

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Amankan Aksi Massa dan Final FIFA ASEAN Cup: Polda Metro Terjunkan Ribuan Pasukan Gabungan

Amankan Aksi Massa dan Final FIFA ASEAN Cup: Polda Metro Terjunkan Ribuan Pasukan Gabungan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:22 WIB

John Herdman Wanti-wanti Timnas Indonesia, Thailand Punya Senjata yang Bisa Bikin Garuda Kewalahan

John Herdman Wanti-wanti Timnas Indonesia, Thailand Punya Senjata yang Bisa Bikin Garuda Kewalahan

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Lampu Ikut Gerak di Layar TV, Philips Bidik Gamer dengan Dukungan 120Hz

Lampu Ikut Gerak di Layar TV, Philips Bidik Gamer dengan Dukungan 120Hz

Tekno | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Cara Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan tanpa Aplikasi JMO, Ini Langkah-langkahnya

Cara Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan tanpa Aplikasi JMO, Ini Langkah-langkahnya

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:17 WIB

4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier

4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:11 WIB

Kinerja BSI Makin Solid, Laba hingga Agustus 2026 Capai Rp5,30 Triliun

Kinerja BSI Makin Solid, Laba hingga Agustus 2026 Capai Rp5,30 Triliun

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Prediksi Line Up Indonesia vs Thailand, Skema Serang Skuad Garuda

Prediksi Line Up Indonesia vs Thailand, Skema Serang Skuad Garuda

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:08 WIB

Istirahat Bagian dari Produktivitas: Belajar Berhenti Tanpa Merasa Bersalah

Istirahat Bagian dari Produktivitas: Belajar Berhenti Tanpa Merasa Bersalah

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05 WIB

×