Muncul Varian Baru Virus Corona, Efektifkah Tes Covid-19 yang Ada?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Jum'at, 25 Desember 2020 | 06:30 WIB
Muncul Varian Baru Virus Corona, Efektifkah Tes Covid-19 yang Ada?
Penampakan virus corona. [Dailymail/@Lorenzo Catalino]

Suara.com - Virus corona SARS Cov-2 termasuk jenis virus yang mudah bermutasi. Sebelum, bermutasi lagi menjadi varian B117 yang ditemukan di Inggris, virus penyebab Covid-19 itu sebelumnya bermutasi menjadi varian D614G. 

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menjelaskan, perbedaan mutasinya bahwa virus SARS Cov-2 varian B117 ini lebih cepat menular dibandingkan varian D614G. 

"Bedanya sekarang ini dilihat dari data penyebaran memang lebih cepat dan salah satu dipengaruhi oleh varian ini adalah menyerang bagian reseptor binding domain (RBD atau domain pengikat reseptor)," jelas Bambang dalam webinar BNPB Indonesia, Kamis (24/12/2020).

Hal itu berbeda dengan mutasi SARS Cov-2 varian D614G yang tidak menyerang RBD. Lantaran varian B117 menyerang RBD dalam tubuh, Bambang menyebutkan, mutasi virus tersebut bisa mempengaruhi pemeriksaan tes PCR swab yang akan mendeteksi gen spike. 

Menristek, Bambang Brodjonegoro dalam jumpa pers virtual, Rabu (2/9/2020). [Kemenristek]
Menristek, Bambang Brodjonegoro dalam jumpa pers virtual, Rabu (2/9/2020). [Kemenristek]

"Kalau dia mesin PCR menargetkan gen s maka ada kemungkinan gangguan akurasi dengan adanya varian ini," ucap Bambang.

Akibat penularannya yang lebih cepat, angka reproduksi atau kemampuan virus menular ke setiap individu di Inggris telah di atas 1. Padahal berdasarkan ilmu epidemiologi, suatu wabah dikatakan terkendali jika angka reproduksi di bawah 1.

"Di daerah Inggris Tenggara, termasuk London terjadi peningkatan kasus harian jauh lebih cepat dibandingkan kasus secara global. Juga setelah dilihat sampel-sampel positif yang terjadi di Inggris di awal Desember ternyata mayoritas di London, 60 persen sudah mengandung varian tersebut," tuturnya. 

Bambang menyampaikan, varian baru virus SARS Cov-2 ini harus benar-benar diwaspadai. Walaupun saat ini, belum ada laporan bahwa mutasi telah masuk ke Indonesia. 

Ia menambahkan bahwa infeksi virus corona SARS Cov-2 varian B117 itu bisa menyebabkan kasus positif dan infeksi makin tinggi. Sekalipun belum ada bukti mengenai keparahan penyakit yang ditimbulkan, namun Bambang mengatakan, belum tentu hal tersebut tidak akan berkembang lagi.

baca juga

"Tentunya kita harus selalu mengikuti tes praktis seperti yang dianjurkan lembaga WHO juga CDC yaitu memberi perhatian kinerja PCR yang menargetkan gen s karena kemungkinan akurasi terganggu. Harus dilakukan uji epidemiologi dan virologi mengenai pengaruh mutasi terhadap fungsi virus dalam hal efektivitas dan patogenitas," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Varian Baru Virus Corona Bisa Muncul di Inggris?

Kenapa Varian Baru Virus Corona Bisa Muncul di Inggris?

Health | Kamis, 24 Desember 2020 | 20:06 WIB

Indonesia Wajib Waspada, Virus Corona Inggris Sudah Sampai Singapura!

Indonesia Wajib Waspada, Virus Corona Inggris Sudah Sampai Singapura!

Surakarta | Kamis, 24 Desember 2020 | 15:56 WIB

Varian Baru Virus Corona Disebut Lebih Menular, Gejalanya Lebih Parah?

Varian Baru Virus Corona Disebut Lebih Menular, Gejalanya Lebih Parah?

Health | Kamis, 24 Desember 2020 | 16:50 WIB

Terkini

Nusron Wahid Kembali Mangkir dari Pemeriksaan, KPK Pertimbangkan Langkah Lanjutan

Nusron Wahid Kembali Mangkir dari Pemeriksaan, KPK Pertimbangkan Langkah Lanjutan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Lagi Cari HP Murah Rasa Flagship? Itel A300+ adalah Jawabannya

Lagi Cari HP Murah Rasa Flagship? Itel A300+ adalah Jawabannya

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Anti Ribet Saat ke Luar Negeri, eSIM Telkomsel Bisa Buat Hotspot hingga MiFi

Anti Ribet Saat ke Luar Negeri, eSIM Telkomsel Bisa Buat Hotspot hingga MiFi

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Cuaca Semarang Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Diperkirakan Tembus 37 Derajat Celsius

Cuaca Semarang Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Diperkirakan Tembus 37 Derajat Celsius

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Membaca The Man Who Knew Infinity: Ketika Timur Menggugat Dominasi Barat

Membaca The Man Who Knew Infinity: Ketika Timur Menggugat Dominasi Barat

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Bupati Hamenang Wajar Ismoyo Minta Maaf Kepada Masyarakat Usai Diperiksa 14 Jam oleh KPK

Bupati Hamenang Wajar Ismoyo Minta Maaf Kepada Masyarakat Usai Diperiksa 14 Jam oleh KPK

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:24 WIB

5 Rekomendasi Bedak Murah yang Bikin Makeup Menempel, Lengkap Cara Pakai agar Tahan Lama

5 Rekomendasi Bedak Murah yang Bikin Makeup Menempel, Lengkap Cara Pakai agar Tahan Lama

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:24 WIB

Hercules Diduga Terima Uang dari Summarecon untuk Pengelolaan Lahan, KPK Sita Rp 800 Juta

Hercules Diduga Terima Uang dari Summarecon untuk Pengelolaan Lahan, KPK Sita Rp 800 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:20 WIB

MSCI Pertimbangkan Turunkan Status Pasar Saham Indonesia

MSCI Pertimbangkan Turunkan Status Pasar Saham Indonesia

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Kecepatan 5G XL Naik 263 Persen, Layanan Ultra 5G+ Kini Hadir di Solo dan Yogyakarta

Kecepatan 5G XL Naik 263 Persen, Layanan Ultra 5G+ Kini Hadir di Solo dan Yogyakarta

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:04 WIB

×