5 Tantangan Ibu Selama 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Vania Rossa | Suara.com

Jum'at, 25 Desember 2020 | 10:27 WIB
5 Tantangan Ibu Selama 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak
Ilustrasi orangtua dan anak. (Shutterstock)

Suara.com - Ibu sudah pernah mendengar mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)? Disebut periode emas, 1000 HPK dimulai sejak bayi berada dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Dalam 1000 HPK, ada banyak tantangan yang dihadapi orangtua, khususnya Ibu, agar periode ini berjalan dengan optimal.

Periode ini akan menentukan masa depan anak kelak, baik dari segi kesehatan maupun kecerdasannya. Lalu, apa saja yang harus Ibu lakukan untuk mendukung 1000 HPK ini? Simak rangkuman yang dikutip dari virtual parenting event Zwitsal 1000 Hari Pertama Si Kecil, mengenai berbagai tips penting dari para ahli agar periode 1000 HPK menjadi lebih optimal.

1. Ibu hamil harus tetap berolahraga
Seiring masa kehamilan, umumnya berat badan akan bertambah dan tubuh akan terasa menjadi lebih berat. Meskipun tidak disarankan untuk melakukan aktivitas berat, bukan berarti ibu hamil tidak boleh berolahraga. Justru rajin berolahraga menjelang persalinan atau yang dikenal dengan prenatal workout, disarankan oleh dokter.

Selain menjaga kesehatan tubuh, prenatal workout juga dapat memberikan bonding bersama si kecil sejak masih di dalam kandungan. Salah satu cara prenatal workout yang bisa dilakukan dengan mudah di rumah adalah menggunakan gym ball, yang memiliki segudang manfaat seperti memperbesar panggul sehingga mengoptimalkan proses persalinan, membantu mengurangi sakit punggung dan membuat otot menjadi lebih rileks.

Salsabila Avinandita sebagai Certified Personal Trainer dan Pre & Post Natal Fitness berbagi tips untuk calon ibu seputar prenatal workout, “Meskipun terlihat mudah, namun olahraga gym ball bagi ibu hamil tetap harus memperhatikan kondisi tubuh, makan terlebih dulu, jangan terlalu banyak minum, melakukan pemanasan kecil, dan durasi workout tidak boleh lebih dari satu jam agar tidak cedera.”

2. Ajak ayah bangun bonding dengan si kecil
Bukan hanya ibu yang punya peran utama mendidik dan mengasuh anak, ayah pun juga berperan dalam 1000 HPK agar tumbuh kembang anak menjadi optimal. Salah satu cara yang dapat dilakukan ayah adalah dengan kegiatan memasak bersama. Bukan hanya bonding yang terbentuk (asuh), namun daya kreativitas (asah) anak akan terbentuk selama proses menghias makanan, serta menumbuhkan rasa percaya diri anak lewat apresiasi hasil masakannya (asih).

Andrew White membagikan momen erat dengan Jason, putra pertamanya, dengan menceritakan aktivitas apa yang biasa dilakukan bersama Jadon. “Meskipun memiliki banyak pekerjaan dan kesibukan, sebisa mungkin orangtua tetap harus meluangkan waktu dengan anak karena waktu cepat berlalu dan anak cepat bertumbuh dewasa. Kita dapat mencoba berbagai kegiatan berbeda agar anak tetap excited dan tidak bosan, salah satunya dengan kegiatan memasak. Selain mempererat bonding, momen seru ini juga dapat menanamkan rasa mandiri. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan mencari menu yang simple, ramah anak dan memasak menu yang anak sukai sehingga mereka senang melakukannya tanpa rasa beban,” katanya.

3. Stimulasi sensorik dan motorik
Banyak hal yang menentukan keberhasilan 1000 HPK, mulai dari nutrisi, stimulasi, dan tentunya bonding orangtua dan anak sejak masih dalam kandungan.

Dr. Miza Afrizal, BMedSc, SpA, MKes dari Klinik Kecil menjelaskan, “Tidak hanya bermanfaat untuk tumbuh kembang, bonding yang kuat juga diperlukan bayi untuk membuatnya tenang saat menghadapi lingkungan baru di luar kandungan. Penting bagi ibu untuk memenuhi kebutuhan dasar anak yaitu grow, love dan play untuk tumbuh kembang yang optimal.”

4. Pentingnya support system pada ibu dan calon ibu
Berbagai perubahan signifikan dialami oleh perempuan yang baru menjadi ibu, mulai dari perubahan secara fisik, waktu, hingga skala prioritas, semua didahulukan untuk anak dan keluarga. Sementara, ibu juga butuh perhatian seperti dukungan untuk dirangkul, didengarkan, dan diapresiasi.

Psikolog Nadya Pramesrani dari Rumah Dandelion mengatakan, “Di masa ini, ayah dapat menjadi support system utama bagi ibu dengan bergiliran membagi waktu menjaga anak hingga hal sederhana seperti memberikan pujian pada ibu. Tak hanya emotional support dan keterlibatan suami, tiga bulan pertama pasca-persalinan merupakan periode paling penting untuk memiliki support bersama, dan tetap menjaga bonding dengan anak agar tidak mengandalkan pengasuh atau orang tua.”

5. Sempatkan self healing
Setiap ibu pasti pernah mengalami penat, jenuh, dan kurang me-time. Meski penuh tantangan, seorang ibu harus bisa menjalani perannya dengan bahagia. Caranya bisa melalui metode self healing, agar tetap rileks dan happy dalam menjalani peran sebagai ibu. Pentingnya memperhatikan aspek kesehatan mental bagi para ibu agar terus bahagia menjalani perannya, menjadi hal krusial.

Pelatih Kesehatan Mental, Raden Prisya, mengingatkan, “Self healing memungkinkan ibu untuk berhenti sejenak dari segala rutinitasnya, sehingga bisa berinteraksi dengan diri sendiri dan berinteraksi dengan energi alam di sekitarnya. Self healing berguna untuk merawat ibu agar sehat, rileks, dan damai, memulihkan luka dan trauma pasca persalinan, memaksimalkan hormon cinta untuk bonding, serta melepaskan takut, khawatir, dan stres menghadapi masa parenting. Lakukan self healing praktis yang bisa dikerjakan secara mandiri setiap hari, agar Anda bisa merasa bahagia sebagai ibu, apapun tantangannya yang dihadapi.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini yang Harus Dilakukan Orangtua di 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Ini yang Harus Dilakukan Orangtua di 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Health | Kamis, 17 Desember 2020 | 18:51 WIB

Orangtua Harus Tahu, Penting Ajarkan Anak Ucap Kata Maaf dan Terima Kasih

Orangtua Harus Tahu, Penting Ajarkan Anak Ucap Kata Maaf dan Terima Kasih

Health | Kamis, 17 Desember 2020 | 11:25 WIB

Ibu Harus Tahu, 3 Faktor Untuk Optimalkan Perkembangan Anak

Ibu Harus Tahu, 3 Faktor Untuk Optimalkan Perkembangan Anak

Health | Rabu, 11 November 2020 | 15:40 WIB

Terkini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB