Ahli Genetik UGM: Varian Baru Virus Corona Bisa Memengaruhi Hasil Tes PCR

Arendya Nariswari | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 27 Desember 2020 | 07:00 WIB
Ahli Genetik UGM: Varian Baru Virus Corona Bisa Memengaruhi Hasil Tes PCR
Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML

Suara.com - Dosen Fakultas Kodokteran Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), dr Gunadi, SpBA, PhD, mengatakan bahwa mutasi virus corona yang terindentifikasi di Inggris dapat memengaruhi hasil tes swab PCR jika tes menggunakan gen S.

Ia menjelaskan bahwa varian virus corona baru tersebut terdiri dari multipel mutasi pada protein S. Karenanya, diagnosis Covid-19 yang menggunakan gen S bisa memberikan hasil negatif palsu.

Hasil analisis genomik dari varian SARS-CoV-2 VUI 202012/01 ini terdiri dari 9 mutasi pada protein S. Satu mutasi yang dianggap sangat berpengaruh adalah mutasi N501Y.

Mutasi ini terletak pada Receptor Binding Domain (RBD) protein S, yang diduga meningkatkan penularan hingga 70%.

Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

“RBD merupakan bagian protein S yang berikatan langsung dengan receptor untuk menginfeksi sel manusia,” tulis Gunadi, yang juga menjabat sebagai Ketua Pokja Genetik FK-KMK UGM, dalam laman resmi UGM.

Di sisi lain, sempat terdengar kabar bahwa PCR tidak dapat mendeteksi varian baru virus corona. Namun, kabar ini segera dibantah oleh Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp. PD-KHOM.

"Ada yang bilang varian baru ini tidak bisa terdeteksi dengan tes PCR. Itu tidak benar. Tidak usah khawatir," ujar Prof. Zubairi melalui cuitan Twitternya.

"Tes PCR ini bisa mendeteksi tiga spike (seperti paku-paku yang menancap pada permukaan virus corona) berbeda. Sehingga varian baru ini masih tetap bisa dideteksi tes PCR," imbuhnya.

Dalam mengidentifikasi sebuah mutasi baru, Gunadi menambahkan bahwa pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) virus corona menggunakan teknologi next generation sequencing (NGS) sangat penting.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Genetik UGM: Tes WGS untuk Deteksi Mutasi Virus Corona Itu Penting!

Ahli Genetik UGM: Tes WGS untuk Deteksi Mutasi Virus Corona Itu Penting!

Health | Sabtu, 26 Desember 2020 | 14:48 WIB

Jepang Melaporkan 5 Kasus Mutasi Virus Corona yang Berasal dari Inggris

Jepang Melaporkan 5 Kasus Mutasi Virus Corona yang Berasal dari Inggris

Health | Sabtu, 26 Desember 2020 | 13:20 WIB

Mutasi Virus Corona Sudah Masuk Prancis, Kemenkes Temukan 1 Kasus

Mutasi Virus Corona Sudah Masuk Prancis, Kemenkes Temukan 1 Kasus

Health | Sabtu, 26 Desember 2020 | 11:54 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB