Cukup 1 Dosis Suntikan, Vaksin Pfizer Disebut Bisa Beri Kekebalan 91 Persen

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 29 Desember 2020 | 06:20 WIB
Cukup 1 Dosis Suntikan, Vaksin Pfizer Disebut Bisa Beri Kekebalan 91 Persen
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Suara.com - Mulanya, seseorang diarahkan harus suntik vaksin Pfizer sebanyak dua kali atau dua dosis dengan jeda waktu 21 hingga 28 hari untuk mencapai tingkat kekebalan 95 persen terhadap virus corona Covid-19.

Tapi, Profesor David Salisbury, yang bertanggung jawab atas imunisasi di Departemen Kesehatan hingga 2003, mengatakan satu dosis vaksin Pfizer sudah memberikan perlindungan sebesar 91 persen.

"Kami telah melakukan sesuatu seperti ini sebelumnya, ketika kami memiliki jumlah vaksin flu yang terbatas untuk anak-anak. Jika kami memberi setiap anak satu dosis vaksin, sebenarnya kami bisa melindungi dua kali lebih banyak," jelas Profesor Salisbury, dikutip dari The Sun.

David juga mengatakan, makalah New England Journal of Medicine tentang vaksin Pfizer juga menunjukkan bahwa satu dosis vaksin Pfizer sudah bisa memberikan kekebalan 91 persen dan dua dosis vaksin bisa memberikan 95 persen.

Jadi, Anda hanya akan mendapatkan tambahan kekebalan sebesar 4 persen ketika suntik vaksin Pfizer kedua kalinya.

Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)
Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

"Pada kondisi ini, saya sangat menyarankan suntik vaksin Pfizer dosis pertama untuk semua kelompok yang berisiko. Setelah semuanya mendapatkan vaksinasi, maka bisa dilanjutkan suntikan dosis kedua," jelasnya.

Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair pun mendesak pemerintah untuk memikirkan kembali program vaksinasi dan harus diubah dengan cepat.

Pada dasarnya, suntikan vaksin Pfzier dosis pertama masih memberikan kekebalan substansial. Namun, Tony Blair menyarankan menggunakan semua vaksin Pfizer yang tersedia sebagai suntikan dosis pertama bagi semua orang pada Januari 2021 mendatang.

Para ahli kemudian bisa lanjut memberikan suntikan dosis kedus setelah vaksin Pfizer sudah tersedia lebih banyak dan bisa didistribusikan luas.

baca juga

Dalam hal ini, petugas medis tetap menjadi kelompok yang harus mendapatkan suntikan vaksin virus corona Covid-19 pertama kali. Sebab, mereka termasuk kelompok rentan terpapar virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Putra Raja Arab Saudi Jadi Salah Satu Penerima Pertama Vaksin Pfizer

Putra Raja Arab Saudi Jadi Salah Satu Penerima Pertama Vaksin Pfizer

Health | Sabtu, 26 Desember 2020 | 15:52 WIB

Infeksi Jamur Umum Terjadi pada Bayi, Apa yang Harus Orangtua Lakukan?

Infeksi Jamur Umum Terjadi pada Bayi, Apa yang Harus Orangtua Lakukan?

Health | Sabtu, 26 Desember 2020 | 10:58 WIB

Kaleidoskop Kesehatan 2020: 3 Wabah Penyakit Selain Covid-19

Kaleidoskop Kesehatan 2020: 3 Wabah Penyakit Selain Covid-19

Health | Sabtu, 26 Desember 2020 | 09:00 WIB

Terkini

John Herdman Menilai Tekanan Tinggi Justru Jadi Motivasi Pemain Timnas Indonesia Hadapi Bangladesh

John Herdman Menilai Tekanan Tinggi Justru Jadi Motivasi Pemain Timnas Indonesia Hadapi Bangladesh

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Kita Sibuk Menghemat Seribu Rupiah, tapi Membuang Satu Jam dengan Percuma

Kita Sibuk Menghemat Seribu Rupiah, tapi Membuang Satu Jam dengan Percuma

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Riwayat Jabatan dan Tanda Jasa Listyo Sigit Sebelum Dicopot dari Kapolri

Riwayat Jabatan dan Tanda Jasa Listyo Sigit Sebelum Dicopot dari Kapolri

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Siang Ini Prabowo Lantik Kapolri Baru dan Sejumlah Pejabat: Ada yang Rangkap Jabatan?

Siang Ini Prabowo Lantik Kapolri Baru dan Sejumlah Pejabat: Ada yang Rangkap Jabatan?

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:25 WIB

BPS: Inflasi September 2026 Naik 0,30 Persen, Harga Makanan Jadi Biang Kerok

BPS: Inflasi September 2026 Naik 0,30 Persen, Harga Makanan Jadi Biang Kerok

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Prabowo Bikin Badan Gambut dan Mangrove Baru, WALHI Riau: Seperti Dejavu

Prabowo Bikin Badan Gambut dan Mangrove Baru, WALHI Riau: Seperti Dejavu

Riau | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:24 WIB

Kulkas Harus Dicabut saat Mati Lampu? Ini Langkah yang Benar agar Tak Rusak

Kulkas Harus Dicabut saat Mati Lampu? Ini Langkah yang Benar agar Tak Rusak

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:23 WIB

Diperiksa Bareskrim Usai Jadi Tersangka 4 Perkara, Bupati Gowa Irit Bicara saat Ditanya Wartawan

Diperiksa Bareskrim Usai Jadi Tersangka 4 Perkara, Bupati Gowa Irit Bicara saat Ditanya Wartawan

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:22 WIB

InJourney Sambut Launching Buku MotoGP Mandalika: Sport Tourism Gerakkan Ekonomi & Destinasi

InJourney Sambut Launching Buku MotoGP Mandalika: Sport Tourism Gerakkan Ekonomi & Destinasi

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:21 WIB

LVAD Jadi Harapan Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut, Ini Proses Panjang Sebelum Alat Dipasang

LVAD Jadi Harapan Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut, Ini Proses Panjang Sebelum Alat Dipasang

Health | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:20 WIB

×