Satgas Imunisasi: Vaksin Covid-19 Dipastikan Aman dan Efektif

Risna Halidi | Suara.com

Rabu, 30 Desember 2020 | 20:53 WIB
Satgas Imunisasi: Vaksin Covid-19 Dipastikan Aman dan Efektif
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Ilmuwan di seluruh dunia masih mencari vaksin penangkal virus corona Covid-19. Indonesia sendiri tengah melakukan uji klinis beberapa kandidat vaksin Covid-19, mulai dari vaksin kerjasama dengan perusahaan farmasi negara lain hingga vaksin buatan dalam negeri.

Hanya saja, pertanyaan akan efektivitas dan keamanan vaksin masih harus diteliti lebih lanjut.

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI meyakinkan vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat aman dan memberikan efektivitas yang baik.

Ia menambahkan, saat ini terdapat empat vaksin yang sedang dilakukan uji coba tahap akhir. Vaksin yang diberikan nantinya, pasti telah disetujui dan memenuhi syarat dari WHO sehingga terjamin efektivitasnya.

Untuk itu kata Djauzi, masyarakat diharapkan tidak merasa khawatir menerima suntikan vaksin yang akan diberikan nanti.

"Ini sudah diteliti dan efektivitasnya baik. Dari WHO syaratnya vaksin efektivitasnya minimal 50 persen bekerja, jadi vaksin yang dikembangkan bisa dipastikan keamanannya," tuturnya dalam Dialog Produktif 'Menjawab Isu Keamanan dan Keefektifan Vaksin Covid-19' pada Rabu (30/12/2020).

Di sisi lain, ia menyinggung bagaimana banyaknya masyarakat yang khawatir mengenai vaksin membuat tingkat kepercayaan pada efektivitas vaksin menjadi berkurang.

Ada juga informasi yang mengatakan vaksin tidak dapat digunakan orang dengan masalah alergi. Padahal kata Samsuridjal Djauzi seseorang yang memiliki alergi, bisa bicara pada pihak terkait agar saat terjadi gejala efek samping, bisa langsung segera diatasi.

Selain itu, ia juga meyakinkan vaksin yang saat ini dikembangkan juga sudah dirancang sedemikian rupa untuk target vaksinasi.

Berdasarkan keterangan Samsuridjal, vaksin Sinovac tidak bisa diberikan kepada lansia. Untuk itu, akan digunakan vaksin Covid-19 lain yang cocok untuk lansia. Jadi dapat dipastikan keamanannya. "Vaksin Sinovac yang diimpor itu kan tidak cocok untuk lansia, karena kita ada banyak vaksin jadi gunakan yang lain,"  ucapnya.

Vaksin yang saat ini dikembangkan sudah dipastikan virusnya dimatikan. Jadi walaupun memberikan efek samping, tetap aman kegunaannya. (Penulis: Fajar Ramadhan) 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Disuntik Vaksin Covid-19, Perawat Ini Tetap Terpapar Covid-19

Sudah Disuntik Vaksin Covid-19, Perawat Ini Tetap Terpapar Covid-19

Lampung | Rabu, 30 Desember 2020 | 20:16 WIB

Januari 2021, Hasil Penelitian Vaksin Sinovac Bakal Diserahkan ke BPOM

Januari 2021, Hasil Penelitian Vaksin Sinovac Bakal Diserahkan ke BPOM

Health | Rabu, 30 Desember 2020 | 19:00 WIB

Perawat Ini Malah Tertular Corona, Seminggu Setelah Divaksin Covid-19

Perawat Ini Malah Tertular Corona, Seminggu Setelah Divaksin Covid-19

Health | Rabu, 30 Desember 2020 | 18:45 WIB

Terkini

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

Health | Rabu, 22 April 2026 | 06:40 WIB

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB