Studi Sebut Orang Kesepian Lebih Sulit Berhenti Merokok

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 31 Desember 2020 | 17:27 WIB
Studi Sebut Orang Kesepian Lebih Sulit Berhenti Merokok
Ilustrasi merokok.[Unsplash/Irina Iriser]

Suara.com - Secara naluri manusia merupakan makhluk sosial. Sementara itu perasaan kesepian juga dinilai bisa melemahkan pengendalian diri.

Penelitian dari University of Bristol, Inggris, menemukan bahwa perasaan kesepian bisa membuat seseorang kesulitan untuk berhenti merokok.

Selain itu, data dari ratusan ribu orang membuat Dr Robyn Wootton, rekan peneliti senior di Universitas Bristol dan rekannya menyimpulkan bahwa kesepian tampaknya meningkatkan kebutuhan untuk merokok.

"Kami menemukan bukti yang menunjukkan bahwa kesepian menyebabkan peningkatan merokok, dengan orang-orang lebih cenderung mulai merokok, merokok lebih banyak, dan cenderung tidak berhenti," katanya dikutil dari Mirror.

Penulis senior Dr Jorien Treur dari Amsterdam UMC menambahkan, temuan mereka mengenai merokok juga dapat menyebabkan lebih banyak kesepian masih bersifat tentatif.

"Tetapi ini sejalan dengan penelitian terbaru lainnya yang mengidentifikasi merokok sebagai faktor risiko kesehatan mental yang buruk. Mekanisme potensial untuk hubungan ini adalah nikotin dari asap rokok mengganggu neurotransmiter seperti dopamin di otak," kata Treur.

Deborah Arnott, kepala eksekutif kelompok penekan ASH, mengatakan, jika orang yang kesepian lebih cenderung mulai merokok dan merasa lebih sulit untuk berhenti, mereka lebih mungkin menderita kerugian yang disebabkan oleh rokok. 

Menurutnya, penelitian itu menyoroti perlunya perokok yang menderita kesepian untuk mendapat dukungan agar bisa berhenti. Tujuannya, selain meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hidup, tetapi juga untuk membantu mereka dalam mengatasi kesepian.

Sementara itu, menurut Dr Wootton, akibat pandemi Covid-19 kemungkinan jutaan orang yang sekarang terisolasi secara sosial, bisa mengalami insiden kesepian.

“Kami sangat tertarik untuk mengetahui bahwa kesepian mengurangi kemungkinan berhenti merokok dan kami pikir ini adalah pertimbangan yang sangat penting bagi mereka yang mencoba berhenti merokok selama pandemi,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Sendirian! Penelitian Sebut Kesepian Menurunkan Kekebalan Tubuh

Jangan Sendirian! Penelitian Sebut Kesepian Menurunkan Kekebalan Tubuh

Health | Kamis, 31 Desember 2020 | 11:15 WIB

Studi Uraikan Bagaimana Kesepian Memengaruhi Otak

Studi Uraikan Bagaimana Kesepian Memengaruhi Otak

Health | Kamis, 17 Desember 2020 | 16:17 WIB

Kasihan dengan Janinnya, Melaney Ricardo Berhenti Merokok

Kasihan dengan Janinnya, Melaney Ricardo Berhenti Merokok

Bali | Kamis, 10 Desember 2020 | 13:23 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB