Suara.com - Sebanyak 42 orang di Boone County, di barat daya Virginia Barat, secara keliru menerima pengobatan antibodi monoklonal eksperimental untuk infeksi virus corona.
Padahal, mereka dijadwalkan untuk menerima vaksin Moderna pada Rabu (30/12/2020) kemarin.
Sejauh ini puluhan orang tersebut tidak mengembangkan efek samping, lapor New York Times. West Virginia National Guard, yang mengatur upaya distribusi vaksin di negara bagian AS menyebut kesalahan tersebut sebagai gangguan dalam proses.
Pengobatan eksperimental antibodi yang dikembangkan oleh Regeneron ini, sama dengan yang diterima Donald Trump ketika ia terinfeksi Covid-19 pada November lalu.
Namun, pengobatan ini seharusnya diberikan melalui infus intravena, bukan suntikan langsung seperti vaksin.
![Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/05/07/55658-ilustrasi-vaksin-covid-19.jpg)
Ajudan West Virginia National Guard, Mayor Jenderal Angkatan Darat James A Hoyer, mengatakan pencampuran tersebut tampaknya terjadi selama pengiriman obat cocktail Regeneron ke pusat distribusi, di mana botol obat ditempatkan di antara botol vaksin Moderna.
Hoyer menjelaskan bahwa secara tidak sadar para pekerja memasukkan botol pengobatan ke dalam pengiriman vaksin ke Boone County.
"Kami menemukan masalah, kami sedang memperbaikinya dan kami akan bergerak," ungkap Hoyer.
Untungnya, pengiriman vaksin di tempat lain tidak ada yang terpengaruh.
"Botol obat dan vaksin terlihat agak mirip, tetapi diberi label yang jelas, begitu juga kotak wadahnya. Keduanya disimpan di dalam lemari es sebelum digunakan," tambah Hoyer.