Muncul Efek Samping Serius Usai Vaksinasi Covid-19, Ini Prosedur Saran BPOM

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 05 Januari 2021 | 19:05 WIB
Muncul Efek Samping Serius Usai Vaksinasi Covid-19, Ini Prosedur Saran BPOM
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pixabay/Pete Linforth]

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memastikan industri farmasi tidak berpangku tangan setelah diterbitkannya izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (UEA), melainkan harus melakukan laporan rutin.

"Laporan yang perlu disampaikan adalah hasil monitoring penyaluran vaksin setiap 2 minggu sekali melalui sistem elektronik dan hasil pemantauan farmakovigilans secara aktif setiap bulan," tulis BPOM RI keterangan pers, Selasa (5/1/2021).

Namun apabila selama proses pendistribusian atau penyuntikkan vaksin, lalu ada penerima yang mengalami efek samping, perusahaan farmasi harus respon secepatnya dalam waktu 24 jam.

"Bahkan jika terjadi terjadi efek samping serius, perusahaan farmasi harus melapor dalam waktu 24 jam untuk menindaklanjuti masalah tersebut," terang BPOM lagi.

Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Tidak hanya perusahaan farmasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Komite Nasional dan Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas dan Komda PP KIPI) juga diminta BPOM untuk merespon cepat apabila terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Adapun prosedur penanganan KIPI akan dilaporkan masyarakat dan diterima tenaga kesehatan atau industri farmasi pemilik vaksin setelah vaksin beredar.

Ditambah berdasarkan pedoman organisasi kesehatan dunia atau WHO, surveilans aktif harus dilakukan jika terjadi Kejadian Ikutan dengan Perhatian Khusus (KIPK).

Sementara itu sebanyak 426 juta dosis vaksin diperlukan agar Indonesia bisa mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok buatan dengan vaksin, yang disuntikkan kepada 181 juta orang dengan rentan umur 18 hingga 59 tahun.

Sebanyak 5 merek dagang vaksin akan digunakan di Indonesia, di antaranya Sinovac, Novavax, Covax/GAVI, AstraZeneca, dan Pfizer. Kedatangan lima merek vaksin ini akan diperjuangkan pemerintah bisa datang ke tanah air dalam kurun waktu 2020 hingga 2022 mendatang.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemberian Vaksin Covid-19 di Cilegon Hingga Tahun 2022, Ini Penjelasannya

Pemberian Vaksin Covid-19 di Cilegon Hingga Tahun 2022, Ini Penjelasannya

Banten | Selasa, 05 Januari 2021 | 15:32 WIB

Vaksinasi Covid-19 di Indonesia 13 Januari, Siapa yang Pertama Disuntik?

Vaksinasi Covid-19 di Indonesia 13 Januari, Siapa yang Pertama Disuntik?

Jakarta | Selasa, 05 Januari 2021 | 15:30 WIB

Kedatangan Vaksin Sinovac, Kasus Harian Covid-19 di Balikpapan Naik Lagi

Kedatangan Vaksin Sinovac, Kasus Harian Covid-19 di Balikpapan Naik Lagi

Kaltim | Selasa, 05 Januari 2021 | 15:29 WIB

Terkini

DPR Siapkan Panja Khusus Awasi Program MBG, Ini Alasannya

DPR Siapkan Panja Khusus Awasi Program MBG, Ini Alasannya

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:32 WIB

Gelap Mata karena Tunangan Digoda: Sabetan Samurai Pemuda Lumajang Berakhir 12 Jahitan

Gelap Mata karena Tunangan Digoda: Sabetan Samurai Pemuda Lumajang Berakhir 12 Jahitan

Jatim | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:32 WIB

Sihir Messi Sampai ke Bogor: Cerita Warga Ciampea Terharu Emosi di Alun-Alun Tegar Beriman

Sihir Messi Sampai ke Bogor: Cerita Warga Ciampea Terharu Emosi di Alun-Alun Tegar Beriman

Bogor | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:22 WIB

Bukan Bebas, Kejagung Pastikan Febrie Adriansyah Tetap Tersangka Usai Pelimpahan dari Polri

Bukan Bebas, Kejagung Pastikan Febrie Adriansyah Tetap Tersangka Usai Pelimpahan dari Polri

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:22 WIB

Siapa 'Tamu Tak Diundang' yang Disinggung Prabowo dalam Pidatonya?

Siapa 'Tamu Tak Diundang' yang Disinggung Prabowo dalam Pidatonya?

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:21 WIB

6 Cara Membersihkan Sepatu Sekolah Putih yang Kotor agar Bersih seperti Baru

6 Cara Membersihkan Sepatu Sekolah Putih yang Kotor agar Bersih seperti Baru

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:17 WIB

Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat

Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:16 WIB

Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI

Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:15 WIB

Lionel Scaloni Menyebut Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris

Lionel Scaloni Menyebut Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:15 WIB

Bukan Cuma Tubuh, Ini 5 Alasan Fermentasi Makanan Ramah untuk Lingkungan

Bukan Cuma Tubuh, Ini 5 Alasan Fermentasi Makanan Ramah untuk Lingkungan

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:10 WIB

×