Vaksin Pfizer, Moderna dan Oxford, Manakah yang Paling Efektif?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 10 Januari 2021 | 11:48 WIB
Vaksin Pfizer, Moderna dan Oxford, Manakah yang Paling Efektif?
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Suara.com - Vaksin virus corona Covid-19 merupakan salah satu perlindungan tambahan untuk mengatasi pandemi. Saat ini, vaksin Pfizer, Moderna dan Oxford adalah ketiga jenis vaksin yang telah disetujui untuk melawan virus corona Covid-19.

Tetapi, vaksin Moderna dan vaksin Pfizer adalah dua jenis vaksin yang pertama kali disetujui di Inggris. Kedatangan vaksin Moderna cukup disambut baik oleh Deputy Chef Medical Officer Inggris, Jonathan Van-Tam.

Jonathan mendesak masyarakat untuk mengikuti aturan pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus corona, meskipun kehadiran vaksin ini akan memberikan harapan bahwa kehidupan manusia akan kembali normal.

Keberhasilan vaksin Moderna untuk melawan virus corona Covid-19 pun cukup mengesankan. Hal ini seolah menjadi bukti lain dari kerja keras para peneliti dan sukarelawan selama uji klinis.

"Vaksin ini berhasil menyelamatkan banhak nyawa, tetapi sangat penting bagi kita semua untuk tetap mengikuti aturan pembatasan sosial sampai cukup banyak orang yang telah terlindungi," kata Jonathan dikutip dari Express.

Ilustrasi - Tangan memegang botol vaksin dan jarum suntik, deretan kapsul dan bendera WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). (Shutterstock)
Ilustrasi - Tangan memegang botol vaksin dan jarum suntik, deretan kapsul dan bendera WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). (Shutterstock)

Tetapi, manakah dari ketiga vaksin virus corona Covid-19 itu yang terbaik?

Ketiga vaksin Covid-19 itu telah disetujui Inggris pada waktu yang berbeda-beda, masing-masing memiliki tingkat keefektifan yang juga berbeda-beda.

Vaksin Pfizer menawarkan perlindungan 95 persen terhadap virus corona, setelah suntikan dosis kedua. Sedangkan, vaksin Moderna juga memberikan perlindungan 94,5 persen yang hampir mirip dengan vaksin Pfizer.

Namun, uji coba vaksin Moderna ini masih berlangsung dan hasil itu masih bisa berubah-ubah. Lalu, vaksin Oxford diketahui efektif melawan virus corona 90 persen setelah suntikan dosis kedua.

baca juga

Pada pasien yang menerima vaksin Pfizer, mereka bisa mendapatkan suntikan dosis kedua setelah 3 hingga 12 minggu dari suntikan dosis pertama.

Pada pasien yang menerima vaksin Oxford, mereka bisa mendapatkan suntikan kedua antara 4 hingga 12 minggu setelah suntikan pertama.

Sedangkan, vaksin Moderna membutuhkan sekitar 28 hari antar dosis atau lebih lama lagi untuk memungkinkan pasien menerima suntikan vaksin sebanyak mungkin.

Sementara itu, satu-satunya perbedaan terbesar antara ketiga vaksin virus corona Covid-19 itu adalah cara penyimpanannya.

Virus Pfizer memiliki banyak risiko dalam penyimpanan dan distribusinya, karena vaksin ini harus disimpan dalam suhu sekitar -70 derajat celcius.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Produsen telah membuat kemasan dry ice sendiri untuk menjaga vaksin tetap dingin, tetapi, vaksin ini hanya bisa disimpan selama 10 hari di freezer biasa ketika sudah sampai di tempat tujuan.

Vaksin Oxford juga membutuhkan lemari es khusus untuk penyimpanannya, tetapi suhunya cukup 2 hingga 8 derajat celcius.

Sebenarnya sebagian besar vaksin disimpan dalam cara ini, yang artinya dokter dan rumah sakit akan lebih mudah dalam menyimpan vaksin.

Sedangkan, vaksin Moderna bisa bertahan selama hampir sebulan hanya dengan penyimpanan di lemari es rumah tangga biasa.

Bahkan vaksin Moderna yang disimpan dalam suhu kamar juga masih bisa optimal hingga 12 jam dan bisa dibekukan di freezer selama 6 bulan.

Saat ini, Inggris telah memesan 17 juta dosis vaksin Moderna yang mereka harapkan bisa tiba pada musim semi mendatang. Selain itu, Inggris juga memesak 100 juta dosis vaksin Oxford dan 40 juta dosis vaksin Pfizer.

Mereka tidak bisa menentukan vaksin Covid-19 mana yang paling unggul sekarang ini. Bagi mereka, yang terpenting ketiga vaksin virus corona itu bisa tersedia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Video Viral Tenaga Medis Tolak Disuntik Vaksin dan 4 Berita SuaraJogja

Video Viral Tenaga Medis Tolak Disuntik Vaksin dan 4 Berita SuaraJogja

Jogja | Minggu, 10 Januari 2021 | 11:44 WIB

Varian Baru Virus Corona, Para Ilmuwan Berhasil Temukan Penyebabnya!

Varian Baru Virus Corona, Para Ilmuwan Berhasil Temukan Penyebabnya!

Health | Minggu, 10 Januari 2021 | 11:03 WIB

Warga Iran Dilarang Ikut Uji Coba Vaksin Covid-19 Buatan Asing

Warga Iran Dilarang Ikut Uji Coba Vaksin Covid-19 Buatan Asing

Sumut | Minggu, 10 Januari 2021 | 07:30 WIB

Terkini

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

×