Manfaat Main Puzzle Bagi Anak, Benarkah Dapat Mempertajam Memori?

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 13 Januari 2021 | 16:34 WIB
Manfaat Main Puzzle Bagi Anak, Benarkah Dapat Mempertajam Memori?
Ilustrasi bermain puzzle. (Pexels)

Suara.com - Puzzle merupakan salah satu mainan edukatif yang sering disediakan para orangtua untuk anaknya. Permainan merangkai potongan gambar ini hadir dalam beragam tingkat kesulitan, yang dapat disesuaikan dengan usia anak. Tapi, benarkah puzzle dapat membuat anak jadi pintar, atau membantu mempertajam memori anak? Untuk lebih jelasnya, simak manfaat main puzzle berikut ini, seperti dilansir dari laman Premiumjoy.

1. Membantu anak berpikir untuk menyelesaikan masalah
Akhir dari permainan puzzle yaitu menyelesaikan satu bentuk gambar atau teka-teki yang terdapat di dalamnya. Dengan bermain puzzle, anak akan terbiasa untuk memecahkan suatu masalah. Ia akan berpikir mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Anak pun akan terbiasa berpikir untuk menyelesaikan masalah, alih-alih lari dari masalah atau membiarkannya.

2. Mempertajam memori anak
Bermain puzzle akan membuat ingatan anak menjadi lebih tajam. Hal ini karena dengan bermain puzzle, anak dapat memahami langkah dan pentunjuk untuk menyelesaikan permainan tersebut. Secara tidak langsung, anak akan mengingat pola dan potongan gambar yang sesuai dengan bentuk puzzle tersebut.

3. Mengasah kemampuan motorik anak
Puzzle terdiri dari berbagai bentuk dan gambar, muali dari huruf atau kata, angka, atau lainnya. Lewat gambar puzzle, anak akan mempelajari berbagai hal.

4. Melatih kecerdasan visual spasial
Kecerdasan visual spasial adalah kecerdasan berpikir dan belajar dengan gambaran, memahami bentuk pola dan ruang suatu benda, termasuk berpikir secara kreatif.

Menurut studi yang dilakukan oleh University of Chicago, Amerika Serikat, pada 2011, balita biasa yang bermain puzzle memiliki kemampuan visual spasial yang lebih baik daripada mereka yang tidak. Hal ini karena mereka yang bermain puzzle akan meningkatkan kemampuan mengenali dan memahami bentuk, ukuran, warna, dan ruang.

5. Melatih keterampilan sosial
Puzzle akan melatih anak untuk belajar mengenai kesabaran dan kerja sama. Bentuk puzzle yang beragam terkadang membuatnya mudah untuk dikerjakan, tetapi ada juga yang sulit. Puzzle yang sulit membutuhkan waktu untuk menyelesaikannya. Ini tentu akan melatih kesabaran anak.

6. Melatih koordinasi mata dan tangan
Puzzle merupakan permainan yang membutuhkan kemampuan penglihatan dan tangan yang baik. Dengan bermain puzzle, anak akan melatih kemampuan menghubungkan apa yang dilihat mata dan bagaimana respons yang dilakukan tangan.

7. Melatih konsentrasi
Saat mengerjakan puzzle, anak akan fokus untuk menyelesaikannya. Ia akan konsentrasi untuk menyelesaikan puzzle tersebut hingga selesai. Hal ini menunjukkan bahwa puzzle sangat berguna untuk melatih konsentrasi. Anak akan terbiasa berkonsentrasi dalam mengerjakan sesuatu. Namun, orangtua harus membantunya terutama saat pertama kali. Hal ini untuk mencegahnya dirinya frustrasi dan membenci permainan ini. (Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permainan Kreatif Sensory Board, Jadi Tren Baru di Kalangan Anak Artis

Permainan Kreatif Sensory Board, Jadi Tren Baru di Kalangan Anak Artis

Your Say | Rabu, 23 Desember 2020 | 12:50 WIB

Kucingku Mana, Game Puzzle Seru yang Bikin Gemas

Kucingku Mana, Game Puzzle Seru yang Bikin Gemas

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:10 WIB

5 Rekomendasi Game Puzzle Adventure di Android yang Dapat Mengasah Otak

5 Rekomendasi Game Puzzle Adventure di Android yang Dapat Mengasah Otak

Your Say | Selasa, 08 September 2020 | 11:37 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB