Vitamin C dan E Disebut Bisa Cegah Penyakit Parkinson, Simak Kata Studi

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 21 Januari 2021 | 12:09 WIB
Vitamin C dan E Disebut Bisa Cegah Penyakit Parkinson, Simak Kata Studi
Ilustrasi parkinson

Suara.com - Penyakit Parkinson merupakan gangguan progresif pada sistem saraf pusat yang memengaruhi gerakan. Namun, vitamin C dan E disebut bisa menurunkan risiko penyakit parkinson. 

Melansir dari Times of India, gejala penyakit parkinson mulai muncul secara perlahan dan memburuk seiring waktu. Tanda pertama mungkin terjadi adalah gemetaran, kesulitan dalam berjalan, menulis, berbicara, dan melakukan aktivitas sehari-hari lainnya.

Pada penyakit ini, sel saraf tertentu di otak secara bertahap rusak atau mati. Hal ini yang menyebabkan hilangnya neuron yang bertanggung jawab untuk memproduksi pembawa pesan kimiawi di otak yang disebut dopamin.

Sementara vitamin C dan vitamin E adalah dua vitamin larut dalam lemak yang penting bagi tubuh agar berfungsi dengan baik. Vitamin C membantu penyerapan zat besi, penyembuhan luka dan menjaga kesehatan mata. Sedangkan vitamin E berperan penting dalam regenerasi sel. Selain itu, kedua vitamin tersebut membantu meningkatkan kekebalan dan kesehatan kulit.

Ilustrasi Buah Vitamin C (Pexels)
Ilustrasi Buah Vitamin C (Pexels)

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa vitamin C dan vitamin E mungkin sangat terkait dengan penyakit Parkison. Studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menunjukkan bahwa asupan vitamin E dan C  menurunkan risiko Parkinson.

Dalam hal ini, para peneliti mencapai kesimpulan setelah mempelajari secara menyeluruh catatan kesehatan pada lebih dari 43.800 orang dewasa antara 18 hingga 94 tahun pada 1997 hingga 2016. Mereka menyimpulkan pola makan memainkan peran penting dalam mengurangi risiko gangguan neurologis seperti penyakit Parkison.

Menambahkan makanan yang kaya vitamin E dan C dapat membantu mencegah perkembangan penyakit Parkinson di kemudian hari. Tidak hanya untuk mengurangi risiko penyakit Parkison, tetapi bahkan secara umum Anda harus mengonsumsi vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup untuk menjaga kesehatan Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biar Menstruasi Lancar, Konsumsi Teratur 5 Makanan Ini

Biar Menstruasi Lancar, Konsumsi Teratur 5 Makanan Ini

Sulsel | Rabu, 20 Januari 2021 | 15:11 WIB

Bantu Menstruasi Lebih lancar, Konsumsilah 5 Makanan Ini Secara Teratur

Bantu Menstruasi Lebih lancar, Konsumsilah 5 Makanan Ini Secara Teratur

Health | Rabu, 20 Januari 2021 | 08:00 WIB

Kaya Antioksidan, Vitamin C Bisa Bantu Atasi Kekurangan Zat Besi

Kaya Antioksidan, Vitamin C Bisa Bantu Atasi Kekurangan Zat Besi

Health | Selasa, 12 Januari 2021 | 16:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB