Ketimbang Lansia, Anak-Anak 60 Persen Lebih Mungkin Tularkan Covid-19

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 22 Januari 2021 | 10:02 WIB
Ketimbang Lansia, Anak-Anak 60 Persen Lebih Mungkin Tularkan Covid-19
Anak sekolah memakai masker. (Shutterstock)

Suara.com - Anak-anak memang kurang rentan terhadap penularan virus corona Covid-19, namun mereka disebut lebih bisa menularkan dibanding orang dewasa di atas 60 tahun atau lansia.

Melansir dari Mdlinx, anak-anak hampir 60 persen lebih mungkin menulari anggota keluarga lain dibandingkan orang dewasa di atas 60 tahun saat terinfeksi Covid-19. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang terbit pada jurnal Lancet Infectious Diseases.

"Penemuan ini menunjukkan perlunya melakukan studi keamanan dan kemanjuran vaksin Covid-19 pada anak-anak," kata rekan penulis studi senior, Yang Yang seorang profesor biostatistik dan anggota dari Emerging Pathogens Institute di Universitas Florida.

"Kita juga perlu memperhitungkan potensi infektivitas tinggi anak-anak ketika merencanakan pembukaan kembali sekolah dan tindakan pencegahan apa yang perlu diambil saat sekolah kembali aktif," kata Yang dalam rilis berita universitas.

Para peneliti menganalisis data dari lebih dari 27.000 rumah tangga di Wuhan, China antara 2 Desember 2019 hingga 18 April 2020.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa anak-anak menularkan SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, pada tingkat yang sama seperti orang dewasa. Infektivitas yang lebih tinggi pada anak-anak dalam penelitian ini mungkin disebabkan oleh kontak dekat dengan orang tua dan kerabat lain yang merawat mereka.

Studi ini juga menemukan bahwa bayi yang berusia di bawah 1 tahun secara signifikan lebih mungkin terinfeksi Covid-19 daripada anak-anak antara usia 2 hingga 5 tahun. Hal ini mungkin disebabkan oleh kombinasi sistem kekebalan mereka yang masih berkembang dan kontak dekat mereka dengan orang dewasa. 

Ilustrasi anak memakai masker. (Pixabay)
Ilustrasi anak memakai masker. (Pixabay)

"Kemungkinan tidak akan ada vaksin untuk bayi untuk melawan Covid-19 dalam waktu dekat, jadi kita perlu melindungi pengasuh mereka," kata rekan penulis studi Ira Longini, seorang profesor biostatistik di Universitas Florida.

"Kami mungkin ingin memprioritaskan vaksinasi Covid-19 pada pengasuh untuk melindungi bayi secara tidak langsung karena kami sendiri tidak benar-benar mengetahui konsekuensi jangka panjang dari infeksi, terutama pada bayi," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Bandar Lampung Dilarang Gelar Pesta Pernikahan

Warga Bandar Lampung Dilarang Gelar Pesta Pernikahan

Lampung | Jum'at, 22 Januari 2021 | 09:27 WIB

Pasien Covid-19 Wafat Tanpa Pertolongan, 75 RS di Jabodetabek Penuh

Pasien Covid-19 Wafat Tanpa Pertolongan, 75 RS di Jabodetabek Penuh

Bekaci | Jum'at, 22 Januari 2021 | 09:09 WIB

Bupati Sleman Positif Covid-19 usai Vaksinasi, Berapa Lama Vaksin Efektif?

Bupati Sleman Positif Covid-19 usai Vaksinasi, Berapa Lama Vaksin Efektif?

Health | Jum'at, 22 Januari 2021 | 08:37 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB