alexametrics

Anemia saat Hamil, Apa yang Harus Dilakukan?

Vania Rossa
Anemia saat Hamil, Apa yang Harus Dilakukan?
Ilustrasi anemia saat hamil. (Sumber: Shutterstock)

Anemia saat hamil bisa menyebabkan risiko kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah, dan bahkan kematian ibu.

Suara.com - Anemia merupakan kondisi kekurangan sel darah merah pada tubuh, di mana gejalanya antara lain pusing, pucat, lemas, dan cepat lelah. Meski bisa menyerang siapa saja, anemia rentan terjadi pada ibu hamil.

Anemia saat hamil dapat menyebabkan risiko kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah, dan bahkan kematian ibu. Meskipun kebanyakan ibu hamil mengalami anemia ringan, tetap saja kondisi ini membutuhkan penanganan lebih lanjut agar bisa menjadi masalah serius selama kehamilan. Sebab, kekurangan sel darah merah akan menghambat pemindahan oksigen sehingga berpengaruh pada fungsi organ tubuh janin yang sedang berkembang.

Berikut beberapa penanganan yang dapat dilakukan untuk mencegah anemia saat hamil, seperti dilansir dari Healthline.

1. Vitamin prenatal
Mengonsumsi vitamin prenatal dapat memberikan tambahan zat besi dan asam folat bagi tubuh. Vitamin prenatal idealnya dikonsumsi 2-3 bulan sebelum melakukan program kehamilan.

Baca Juga: Dokter: Ini Usia Anak yang Paling Rentan Mengalami Anemia

2. Suplemen zat besi
Anda bisa meminta rekomendasi suplemen zat besi dari dokter. Tanyakan juga dosis dan aturan mengonsumsinya, karena mungkin saja kebutuhan setiap orang berbeda-beda.

3. Konsumsi nutrisi yang tepat
Beberapa makanan diketahui dapat membantu mencegah anemia dengan mencukupi kebutuhan zat besi bagi tubuh, di antaranya unggas, ikan, daging merah tanpa lemak, kacang polong, biji-bijian, sayuran berdaun gelap, sereal yang diperkaya zat besi, telur, dan buah-buahan seperti pisang dan melon. (Fajar Ramadhan)

Komentar