alexametrics

Menurut Pakar, Berikut 4 Alasan Tetap Pakai Masker meski Telah Divaksin

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana
Menurut Pakar, Berikut 4 Alasan Tetap Pakai Masker meski Telah Divaksin
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Meski telah disuntik vaksin Covid-19, Anda tetap perlu menaati imbauan penggunaan masker.

Suara.com - Vaksinasi untuk mencegah penularan infeksi virus corona Covid-19 perlu dibarengi dengan ketertiban menjalankan protokol kesehatan. Dalam hal ini para pakar kesehatan menekankan perlunya mengenakan masker meskipun telah disuntik vaksin.

"Sejujurnya saya tidak berpikir saya akan pergi tanpa masker," kata Dr. Eugenia South direktur fakultas Urban Health Lab di University of Pennsylvania pada Medicalxpress. Sebagai dokter di Instalasi Gawat Darurat, ia telah mendapatkan vaksin Covid-19.

"Masker dan jarak sosial perlu terus berlanjut di masa mendatang sampai kita memiliki tingkat kekebalan kelompok tertentu," kata Dr. Preeti Malani, kepala petugas kesehatan di Universitas Michigan.

Melansir dari Medicalxpress, Malani dan pakar kesehatan lainnya menjelaskan lima alasan orang harus memakai masker meskipun telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, antara lain:

Baca Juga: Waspada Varian Baru Virus Corona, Prancis Larang Warga Pakai Masker Kain

1. Tidak ada vaksin yang 100 Persen efektif

Uji klinis besar menemukan bahwa dua dosis vaksin Moderna dan Pfizer-BioNTech mencegah 95 persen penyakit yang disebabkan oleh virus corona. Meski hasil tersebut mengesankan, masih ada kemungkinan seseorang tak terlindungi dari virus corona.

Malani mencatat bahwa vaksin diuji dalam uji klinis terkontrol di pusat medis dalam kondisi optimal. Sementara di dunia nyata, vaksin biasanya sedikit kurang efektif.

2. Vaksin tidak memberikan perlindungan langsung

Menurut Melani, tidak ada vaksin yang langsung efektif mencegah virus usai vaksinasi. Sistem kekebalan membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk membuat antibodi memblokir infeksi virus

Baca Juga: Kepala dan Staf Positif Covid-19, Disdukcapil Sleman Ubah Jam Pelayanan

Dengan kata lain, perlindungan penuh tidak akan muncul hingga lima atau enam minggu setelah pengambilan suntikan vaksin pertama pertama.

3. Vaksin Covid-19 mungkin tidak mencegah menyebarkan virus

Vaksin Covid-19 jelas diciptakan untuk mencegah infeksi. Meskipun begitu, para peneliti membutuhkan lebih banyak penelitian untuk mencari tahu apakah vaksin juga bisa mencegah penularan.

"Kami belum tahu apakah vaksin melindungi dari infeksi atau hanya melawan penyakit," kata Dr. Tom Frieden, CEO Resolve to Save Lives.

"Dengan kata lain, orang yang divaksinasi mungkin masih dapat menyebarkan virus bahkan jika mereka tidak merasa sakit," imbuhnya

Sampai peneliti bisa menjawab pertanyaan itu, Frieden mengimbau pemakaian masker sebagai cara teraman bagi orang untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

Ilustrasi pemotor memakai masker.([Suara.com/Alfian Winanto)
Ilustrasi pemotor memakai masker.([Suara.com/Alfian Winanto)

4. Masker melindungi orang dengan sistem kekebalan yang terganggu

Orang dengan kanker memiliki risiko khusus dari Covid-19. "Studi menunjukkan mereka tak hanya lebih mungkin terinfeksi dan meninggal karena virus tetapi juga mungkin tidak terlindungi oleh vaksin," kata Dr. Gary Lyman, seorang profesor di Fred Hutchinson Cancer Research Center.

Hanya segelintir peserta uji coba vaksin yang didiagnosis menderita kanker, di mana menunjukkan bahwa vaksin hanya melindungi 76 persen untuk mereka.

Komentar