Dr Fauci Sebut Kasus COVID-19 di Amerika Serikat Beranjak Stabil

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:12 WIB
Dr Fauci Sebut Kasus COVID-19 di Amerika Serikat Beranjak Stabil
Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS, Anthony Fauci [AFP]

Suara.com - Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia. Meski begitu, jumlah kasus diprediksi stabil.

Dilansir ANTARA, ahli penyakit menular Amerika Serikat, Dr. Anthony Fauci, pada Kamis (21/1) mengatakan bahwa berdasarkan pada rata-rata sepekan baru-baru ini, infeksi virus corona di AS kemungkinan akan stabil.

Saat konferensi pers di Gedung Putih, Fauci juga mengatakan vaksin COVID-19 dapat dimodifikasi untuk menangani varian baru virus.

Ia juga mengatakan bahwa meski varian COVID-19 Afrika Selatan mengkhawatirkan, varian itu tampaknya tidak terdeteksi di AS.

Virus corona semakin mengganas selama beberapa bulan, dengan total kematian COVID-19 di AS mencapai 400.000 lebih.

Fauci berharap bahwa vaksin saat ini bakal ampuh melawan mutasi virus yang ditemukan baru-baru ini.

"Intinya: Kami sangat memperhatikan itu untuk rencana alternatif kami jika memang harus memodifikasi vaksin. Tetapi saat ini, menurut laporan yang kami dapat ... tampaknya bahwa vaksin tersebut masih akan ampuh melawan virus," ujarnya.

Sementara itu melansir CNBC, Fauci juga mengatakan vaksin Covid-19 yang saat ini berada di pasaran mungkin tidak begitu efektif terhadap strain baru virus corona.

Setelah ilmuwan tahu bahwa ada varian virus corona baru yang beredar di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil, mereka langsung melakukan penelitian untuk mengetahui informasi tentang strain tersebut.

baca juga

Beberapa temuan awal yang terbit pra-cetak di bioRxiv dan belum ditinjau sejawat, menunjukkan varian yang diidentifikasi di Afrika Selatan (501Y.V2) dapat menghindari antibodi yang terbentuk dari beberapa pengobatan Covid-19 dan dapat mengurangi kemanjuran vaksin saat ini.

"Selain itu, 501Y.V2 menunjukkan pelarian dari antibodi penawar dalam plasma (konvalesen) pemulihan Covid-19," tulis para peneliti dari Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afrika Selatan.

Namun, Fauci mengatakan jika obat-obatan menjadi kurang efektif, setidaknya masih memberikan perlindungan yang cukup agar vaksin tetap layak didapatkan.

"Kami mengawasi (virus) yang ada di Afrika Selatan dengan sangat hati-hati, yang sedikit lebih memprihatinkan, tetapi bagaimanapun juga bukan sesuatu yang menurut kami tidak dapat ditangani," sambungnya.

Fauci menambahkan bahwa mutasi virus dapat ditekan apabila cukup banyak orang yang divaksin untuk membangun kekebalan kawanan.

"Intinya: kami sangat memperhatikannya. Ada rencana alternatif jika kita harus memodifikasi vaksin. Itu bukanlah sesuatu yang sangat berat, kita dapat melakukannya dengan platform yang kita miliki," lanjutnya.

Studi lain yang juga dicetak di bioRxiv oleh Pfizer dan ilmuwan BioNTech menemukan, vaksin mereka kemungkinan besar sama efektifnya dengan strain virus menular yang ditemukan di Inggris.

Penulis studi tersebut memperingatkan bahwa penyebaran cepat varian baru virus corona di seluruh dunia membutuhkan pemantauan berkelanjutan terhadap perubahannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Nurut Amerika, Presiden Sudan Tak Bisa ke Sidang PBB

Tak Nurut Amerika, Presiden Sudan Tak Bisa ke Sidang PBB

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:05 WIB

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:52 WIB

Limbah Data Center Perusahaan Teknologi Ini Diduga Bawa Bakteri Berbahaya ke Air Kota

Limbah Data Center Perusahaan Teknologi Ini Diduga Bawa Bakteri Berbahaya ke Air Kota

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:30 WIB

Resolusi Hentikan Perang AS - Iran Ditolak Senat Amerika Serikat

Resolusi Hentikan Perang AS - Iran Ditolak Senat Amerika Serikat

News | Jum'at, 25 September 2026 | 10:03 WIB

Industri Furnitur Global Bisa Tembus USD 1,1 Triliun di 2034, Tapi RI Baru Kuasai 4% Pasar AS

Industri Furnitur Global Bisa Tembus USD 1,1 Triliun di 2034, Tapi RI Baru Kuasai 4% Pasar AS

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 15:06 WIB

AS Blokir Visa Presiden Mahmoud Abbas, Isu Palestina Tetap Bergema di Sidang PBB

AS Blokir Visa Presiden Mahmoud Abbas, Isu Palestina Tetap Bergema di Sidang PBB

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:43 WIB

AS dan Eropa Mau Rekayasan Iklim Global, Kurangi Sinar Matahari Jatuh ke Bumi

AS dan Eropa Mau Rekayasan Iklim Global, Kurangi Sinar Matahari Jatuh ke Bumi

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:28 WIB

Iran Patok Syarat Tinggi untuk Buka Kembali Negosiasi dengan Amerika Serikat, Apa Saja?

Iran Patok Syarat Tinggi untuk Buka Kembali Negosiasi dengan Amerika Serikat, Apa Saja?

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:05 WIB

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

Eropa Diminta Lindungi Mahkamah Pidana Internasional dari Amerika Serikat

Eropa Diminta Lindungi Mahkamah Pidana Internasional dari Amerika Serikat

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:32 WIB

Terkini

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:57 WIB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:31 WIB

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

×