Ingin Dapat Vaksin Covid-19, Lansia Ini Malah Disuntik Jarum Kosong

Minggu, 24 Januari 2021 | 18:07 WIB
Ingin Dapat Vaksin Covid-19, Lansia Ini Malah Disuntik Jarum Kosong
Petugas medis menyiapkan vaksin COVID-19 Sinovac yang akan disuntikan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta, (14/1/2021). Sebanyak 1,2 juta tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia, menjalani vaksinasi COVID-19 tahap pertama yang dimulai sejak Rabu (13/1). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Seorang wanita di Colorado, Amerika Serikat, berusia 82 tahun berharap bisa menerima vaksin Covid-19 di klinik vaksinasi lokal. Tetapi petugas medis di layanan kesehatan itu ternyata keliru menyuntikannya dengan jarum suntik kosong, menurut laporan lokal.

Pada 12 Januari, lansia beranam Rosalee Pike itu dibawa ke klinik Covid-19 di sebuah mal di Pueblo oleh cucunya, Jamie Withnell. Vaksinasi itu jadi dosis pertama yang ia dapatkan. Penyuntikan dilakukan oleh petugas medis terlatih.

Setelah disuntik, Pike diminta untuk pindah ke daerah di mana petugas akan memantaunya untuk setiap reaksi vaksin yang terjadi.

"Lima belas menit kemudian, kami diberi tahu bahwa ada masalah dengan vaksinnya dan dia tidak pernah menerimanya," kata Withnell kepada stasiun berita lokal KOAA dikutip dari Fox News.

Withnell sempat memotret saat neneknya disuntik. Untuk memastikan kabar tersebut, ia kembali melihat foto jepretannya dan terlihat bahwa memang tidak ada vaksin di dalam alat suntik tersebut.

"Saya memperbesar jarum suntik dan pengisapnya turun sepenuhnya. Tidak ada apa-apa di dalamnya," kata Withnell.

Kekeliruan itu diakui oleh Departemen Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Pueblo (PDPHE). Mereka memastikan bahwa jarum suntik yang dipakai untuk Pike masih baru. Hanya saja memang belum diisi dengan cairan vaksin.

"Kami mengonfirmasi bahwa perawat kontrak memberikan jarum suntik kosong kepada seorang warga Colorado yang lebih tua, mengira itu diisi dengan vaksin. Jarum itu baru, dan tidak ada risiko jika digunakan. Karena jarum suntik bekas segera dibuang, sesuai keamanan normal protokol," kata juru bicara dari PDPHE dalam sebuah pernyataan kepada stasiun berita.

Kesalahan itu ditemukan melalui proses keamanan normal PDPHE, lanjutnya. Segera setelah kesalahan ditemukan, pihaknya langsung berkonsultasi dengan petugas medis tertinggi kemudian dipastikan Pike tetap dalam keadaan aman dan disuntik ulang dengan berisi vaksin.

Baca Juga: Mantan Pimpinan CDC Sebut Vaksin Covid-19 Belum Tentu Tuntaskan Pandemi

Untuk mencegah kejadian berulang, PDPHE buat aturan dengan membatasi jumlah orang yang mengisi jarum suntik dan menambah lebih sedikit orang di ruangan itu.

"Kami meninjau kembali protokol keselamatan dengan semua perawat kontrak dan memberikan pengarahan keselamatan setiap hari sebelum klinik vaksinasi dimulai," katanya.

Hingga saat ini, lebih dari 9.700 penduduk Pueblo telah menerima vaksin tersebut, kata PDPHE. Secara keseluruhan, lebih dari 375.000 dosis vaksin telah diberikan di Colorado hingga saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI