Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Berapa Protein yang Harus Dimakan?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 25 Januari 2021 | 12:02 WIB
Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Berapa Protein yang Harus Dimakan?
Ilustrasi makanan sumber protein. (Elements Envato)

Suara.com - Tubuh manusia selalu membutuhkan protein dalam jumlah besar setiap hari untuk memperbaiki sel dan membuat sel baru. Protein juga dianggap penting untuk menurunkan berat badan dan membangun otot.

Karena, protein membantu tubuh tetap kenyang untuk waktu lama dan bisa meningkatkan metabolisme yang mempercepat proses penurunan berat badan.

Hal itulah yang menjadi alasan diet tinggi protein disarankan untuk menurunkan berat badan. Sayangnya dilansir dari Times of India, hubungan antara metabolisme dan asupan protein tidak sederhana kedengarannya.

Sebuah studi yang dipresentasikan pada Pertemuan Tahunan Masyarakat Obesitas di Boston menunjukkan bahwa bukan protein yang membantu meningkatkan metabolisme. Sebaliknya, asupan tinggi protein ini membantu pembentukan massa otot.

Para peneliti pun menarik kesimpulan bahwa asupan protein memengaruhi metabolisme. Karena itu, mereka melibatkan 16 orang dewasa sehat menjalani diet tinggi kalori selama 8 minggu. Makanan tersebut terdiri dari jumlah protein berbeda, yakni 5 persen, 15 persen dan 25 persen protein.

Ilustrasi berat badan, timbangan. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi berat badan, timbangan. (Sumber: Shutterstock)

Secara umum, para partisipan yang mengonsumsi protein 40 persen lebih banyak daripada yang lain memiliki berat badan lebih sehat.

Akhirnya, penelitian ini menemukan bahwa orang yang menjalani diet tinggi protein memeroleh jumlah berat badan yang sama.

Perbedaan berat badan ini sangat drastis, tapi para peneliti tetap belum mengetahui peran protein mengubah cara tubuh menyimpan kalori.

Namun, cukup jelas bahwa asupan protein bisa mengubah persentase lemak tubuh. Sebenarnya perubahan persentase massa otot inilah yang bisa mempercepat proses penurunan berat badan dengan meningkatkan metabolisme.

Karena tubuh tidak bisa menyimpan protein. Jadi, seseorang perlu mengonsumsinya setiap hari. Orang dewasa sehat perlu mengonsumsi sekitar 0,80 gram protein per kilo berat badannya.

Guna meningkatkan metabolisme, pastikan Anda mengonsumsi protein sekitar 25 persen hingga 45 persen kalori harian. Jangan lupa sertakan sumber protein yang sehat dalam makanan Anda, seperti daging tanpa lemak, makanan laut, kacang-kacangan, kedelai, produk susu rendah lemak, telur, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Buah dan sayuran seperti blueberry, stroberi, raspberry hijau, paprika, jamur dan sayuran silangan juga merupakan pilihan protein sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Takut Makan Telur dan Daging Ayam? Tambah Asupan Protein dengan Makanan Ini

Takut Makan Telur dan Daging Ayam? Tambah Asupan Protein dengan Makanan Ini

Health | Minggu, 24 Januari 2021 | 16:30 WIB

Memiliki Banyak Manfaat, Benarkah Jahe dapat Menurunkan Berat Badan?

Memiliki Banyak Manfaat, Benarkah Jahe dapat Menurunkan Berat Badan?

Health | Sabtu, 23 Januari 2021 | 19:02 WIB

Meski Sering Berolahraga, Kelebihan Berat Badan Tetap Rugikan Jantung

Meski Sering Berolahraga, Kelebihan Berat Badan Tetap Rugikan Jantung

Health | Sabtu, 23 Januari 2021 | 10:38 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB