Studi: Perempuan Lebih Berisiko Alami Henti Jantung Mendadak Ketimbang Pria

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 26 Januari 2021 | 13:27 WIB
Studi: Perempuan Lebih Berisiko Alami Henti Jantung Mendadak Ketimbang Pria
Ilustrasi henti jantung. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Henti jantung yang datang tiba-tiba bisa sangat mengancam nyawa. Dalam hal ini, sebuah penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami henti jantung daripada pria.

Melansir dari Mdlix, henti jantung mendadak terjadi akibat kerusakan listrik jantung yang menyebabkan jantung berhenti berdetak. Tingkat harapan  hidup untuk henti jantung di luar rumah sakit hanya 10 persen.

"Kematian mendadak pada jam-jam malam adalah fenomena yang membingungkan dan mengagetkan," kata penulis studi senior Dr. Sumeet Chugh, direktur Pusat Pencegahan Serangan Jantung di Cedars-Sinai Smidt Heart Institute, di Los Angeles.

"Kami terkejut menemukan bahwa menjadi perempuan bisa jadi prediktor independen dari peristiwa ini," kata Chugh.

Antara 17 persen hingga 41 persen dari perkiraan 350.000 serangan jantung mendadak di Amerika Serikat setiap tahu, terjadi antara pukul 10 malam dan pukul 6 pagi. Untuk penelitian tersebut, para peneliti menganalisis data pada lebih dari 3.200 kasus henti jantung mendadak di siang hari dan 918 kasus di malam hari.

Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)
Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)

Para peneliti menemukan bahwa lebih dari 25 persen kasus yang melibatkan wanita terjadi pada malam hari, dibandingkan dengan hampir 21 persen kasus yang melibatkan pria. Penelitian ini dipublikasikan secara online pada 19 Januari di jurnal Heart Rhythm.

"Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mempelajari tentang alasan perempuan mengalami risiko lebih tinggi, tetapi komponen pernapasan perempuan mungkin lebih berperan," kata penulis penelitian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Salah Kaprah, Ketahui Bedanya Serangan Jantung dengan Henti Jantung

Masih Salah Kaprah, Ketahui Bedanya Serangan Jantung dengan Henti Jantung

Health | Kamis, 26 November 2020 | 17:40 WIB

Maradona Meninggal akibat Henti Jantung, Waspada 5 Faktor Risikonya

Maradona Meninggal akibat Henti Jantung, Waspada 5 Faktor Risikonya

Health | Kamis, 26 November 2020 | 11:35 WIB

Ketahui Faktor Henti Jantung Mendadak Seperti yang Dialami Diego Maradona

Ketahui Faktor Henti Jantung Mendadak Seperti yang Dialami Diego Maradona

Health | Kamis, 26 November 2020 | 08:54 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB