alexametrics

Data Tim Mitigasi IDI: Sudah 647 Tenaga Kesehatan Meninggal karena Covid-19

M. Reza Sulaiman
Data Tim Mitigasi IDI: Sudah 647 Tenaga Kesehatan Meninggal karena Covid-19
Petugas memakai alat pelindung diri bersiap menjemput pasien tanpa gejala menggunakan bus sekolah di Posko Gabungan PSBB dan Gakplin Protkes, Kramat Jati, Jakarta, Kamis (24/9/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Tim mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merilis data terbaru terkait korban meninggal karena Covid-19 dari tenaga kesehatan.

Suara.com - Tim mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merilis data terbaru terkait korban meninggal karena Covid-19 dari tenaga kesehatan.

Dalam keterangan yang diterima Suara.com, terdapat total 647 tenaga kesehatan dan petugas medis yang meninggal per hari ini, Rabu (27/1/2021).

Data dirangkum oleh Tim Mitigasi IDI dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Perastuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) sejak Maret 2020 hingga pertengahan Januari 2021.

Terdapat total 647 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi Covid, yang terdiri dari 289 dokter (16 guru besar) dan 27 dokter gigi (3 guru besar), 221 perawat, 84 bidan, 11 apoteker, 15 tenaga lab medik.

Baca Juga: Yakinkan Publik, IDI Minta Nakes Unggah Foto Saat Divaksin ke Medsos

Berikut data berdasarkan provinsi:

  • Jawa Timur 56 dokter, 6 dokter gigi, 89 perawat, 4 tenaga lab medik, 33 bidan
  • DKI Jakarta 43 dokter, 10 dokter gigi, 25 perawat, 2 apoteker, 3 tenaga lab medik, 7 bidan
  • Jawa Tengah 41 dokter, 2 dokter gigi, 27 perawat, 3 tenaga lab medik, 2 bidan
  • Jawa Barat 33 dokter, 4 dokter gigi, 27 perawat, 6 apoteker, 1 tenaga lab medik, 13 bidan
  • Sumatra Utara 26 dokter, 1 dokter gigi, 3 perawat, 9 bidan
  • Sulawesi Selatan 18 dokter, 7 perawat, 4 bidan
  • Banten 12 dokter, 2 perawat, 4 bidan
  • Bali 6 dokter, 1 perawat, 1 tenaga lab medik
  • DI Aceh 6 dokter, 2 perawat, 1 tenaga lab medik, 1 bidan
  • Kalimantan Timur 6 dokter dan 4 perawat,
  • DI Yogyakarta 6 dokter, 2 perawat, 3 bidan
  • Riau 6 dokter, 2 perawat, 1 bidan
  • Kalimantan Selatan 5 dokter, 1 dokter gigi, dan 6 perawat,
  • Sulawesi Utara 5 dokter, 1 perawat, 1 bidan
  • Sumatra Selatan 4 dokter, 1 dokter gigi, 5 perawat,
  • Kepulauan Riau 3 dokter dan 2 perawat,
  • Nusa Tenggara Barat 2 dokter, 1 perawat, 1 tenaga lab medik, 1 bidan
  • Bengkulu 2 dokter, 2 bidan
  • Sumatra Barat 1 dokter, 1 dokter gigi, dan 2 perawat,
  • Kalimantan Tengah 1 dokter, 2 perawat, 1 apoteker, 2 bidan
  • Lampung 1 dokter dan 2 perawat,
  • Maluku Utara 1 dokter dan 1 perawat,
  • Sulawesi Tenggara 1 dokter, 2 dokter gigi, 1 perawat,
  • Sulawesi Tengah 1 dokter, 1 perawat
  • Papua Barat 1 dokter,
  • Bangka Belitung 1 dokter,
  • Papua 2 perawat, 1 bidan
  • Nusa Tenggara Timur 1 perawat,
  • Kalimantan Barat 1 perawat, 1 apoteker, 1 tenaga lab medik
  • Jambi 1 apoteker,
  • DPLN (Daerah Penugasan Luar Negeri) Kuwait 2 perawat,
  • Serta 1 dokter masih dalam konfirmasi verifikasi.

Dikatakan oleh Dr Adib Khumaidi, SpOT dari Tim Mitigasi PB IDI, meskipun program vaksinasi sudah mulai dilakukan di hampir seluruh wilayah di Indonesia, namun hal ini hanya merupakan salah satu upaya pencegahan (preventif) dan kondisi ini tidak akan berjalan maksimal apabila masyarakat tetap abai dalam menjalankan protokol kesehatan 5M; yakni Memakai Masker, Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, Menjaga jarak, Membatasi Mobilitas, dan Menghindari Kerumunan.

Tim Mitigasi IDI juga meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan strategi testing secara serentak bagi seluruh lapisan masyarakat sehingga dapat menentukan diagnosa dini agar dapat tindakan segera bagi yang terkonfirmasi positif tersebut.

"Situasi penularan Covid saat ini sudah tidak terkendali, terutama karena aktifitas mobilitas masyarakat semakin meningkat. Testing ini dibutuhkan untuk bukan hanya screening (penyaringan), namun juga tracing (penelusuran) dan evaluasi penyembuhan. Saat ini angka testing di Indonesia masih baru mencapai kurang dari 5 persen dari total populasi penduduk Indonesia," kata Adib.

Baca Juga: Dokter Tirta Ragu Cakupan Program Vaksinasi 70 Persen Rampung dalam Setahun

Komentar