Ahli dari Israel Sebut Tes Antibodi Covid-19 Tak Bisa Diandalkan, Mengapa?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Kamis, 28 Januari 2021 | 18:20 WIB
Ahli dari Israel Sebut Tes Antibodi Covid-19 Tak Bisa Diandalkan, Mengapa?
Ilustrasi tes antibodi. [Greg Baker/AFP]

Suara.com - Kepala Unit Penyakit Menular di Assuta Medical Center, Ashdod, Tal Brosh, mengatakan kepada Kementerian Kesehatan Israel bahwa tes antibodi Covid-19 tidak dapat diandalkan dalam pemberian paspor hijau Covid-19.

Tes serologi atau tes darah, guna mendeteksi antibodi dalam darah penyintas Covid-19 atau telah divaksinasi, sebelumnya disebut sebagai metode kunci untuk menentukan siapa yang tidak terinfeksi atau menularkan virus oleh komisioner virus corona Nachman Ash.

Namun, Brosh telah mengajukan dokumen peringatan.

"Menurut data yang diketahui saat ini, tes serologi bukanlah alat yang dapat diandalkan atau valid untuk menentukan tingkat perlindungan terhadap infeksi, baik setelah pemulihan maupun setelah mendapatkan vaksin," tutur Brosh, dilansir Times of Israel, Rabu (27/1/2021).

"Oleh karena itu, tidak disarankan untuk menggunakan tes tersebut untuk menindaklanjuti mereka yang menerima vaksin, kecuali untuk penelitian medis," sambungnya.

Tes Antibodi Covid-19. [Shutterstock]
Tes Antibodi Covid-19. [Shutterstock]

Ia mendasarkan pendapatnya pada penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa antibodi Covid-19 umumnya berkurang dalam empat hingga 8 bulan, yang artinya tidak dapat memprediksi apakah atau akan sampai kapan seseorang kebal.

"Kami tidak memiliki data yang menunjukkan bahwa tingkat antibodi yang diuji oleh berbagai peralatan perusahaan komersial membedakan antara orang yang sudah pulih dan yang tidak kebal," lanjut Brosh dalam dokumen yang diajukannya.

Israel telah melakukan beberapa survei antibodi sebagai alat statistik untuk menentukan apakah negara tersebut mendekati kekebalan kawanan atau herd immunity.

Studi baru-baru ini menimbulkan keraguan besar atas validitas tes, bahkan untuk tujuan statistik, karena banyak orang kebal terhadap Covid-19 akan muncul sebagai negatif.

baca juga

Jika pendapat baru diterima oleh Kementerian Kesehatan, tes antibodi tidak akan menjadi bagian dari peluncuran paspor hijau Covid-19.

Beberapa hari lalu, Kementerian Kesehatan Israel merilis paspor hijau untuk Covid-19. Tujuannya adalah memungkinkan terbukanya berbagai sektor masyarakat di negara tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perusahaan Inggris Luncurkan Tes Antibodi Covid-19, Akurat Hingga 97,5%

Perusahaan Inggris Luncurkan Tes Antibodi Covid-19, Akurat Hingga 97,5%

Tekno | Selasa, 21 Juli 2020 | 14:30 WIB

Keren, Hasil Tes Antibodi Covid-19 Sidik Jari Hanya 20 Menit

Keren, Hasil Tes Antibodi Covid-19 Sidik Jari Hanya 20 Menit

Tekno | Minggu, 19 Juli 2020 | 09:00 WIB

Penelitian Terbaru: Tes Antibodi Covid-19 Tidak Disarankan

Penelitian Terbaru: Tes Antibodi Covid-19 Tidak Disarankan

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2020 | 14:30 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB