Viral Makan Jeruk Bakar Campur Gula Bisa Sembuhkan Anosmia Akibat Covid-19

Arendya Nariswari | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 04 Februari 2021 | 15:19 WIB
Viral Makan Jeruk Bakar Campur Gula Bisa Sembuhkan Anosmia Akibat Covid-19
Ilustrasi makan jeruk (Shutterstock)

Suara.com - Kehilangan kemampuan indra perasa dan penciuman adalah gejala umum Covid-19. Bagi sebagian orang, masalah sensorik ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan.

Kondisi ini membuat beberapa pengguna TikTok berupaya mengatasi gejala tersebut dengan membakar jeruk dan memakannya dengan mencampurkan gula merah.

Cara ini pun menjadi viral di platform tersebut dan beberapa mengaku berhasil membuat indra perasanya kembali berfungsi.

Dalam sebuah video yang dibagikan chelsiehill_, ia mempraktikan cara ini. Ia membakar jeruk utuh di kompok, mengupas kulitnya yang sudah hitam, dan memakan buahnya dengan tambahan gula merah.

Namun, dilansir Insider, tidak ada alasan ilmiah bahwa makan jeruk yang dibakar akan membuat penderita Covid-19 kembali dapat merasakan atau membaui sesuatu.

Viral pengobatan kanosmia di TikTok (TikTok/chelsiehill_)
Viral pengobatan kanosmia di TikTok (TikTok/chelsiehill_)

"Anosmia Covid, atau hilangnya penciuman, diyakini disebabkan oleh kerusakan struktur di sekitar saraf yag terkait dengan penciuman," kata ahli otolaringologi Jay Piccirillo.

Piccirillo menambahkan, pelatihan penciuman dapat dijadikan terpai bagi penderita Covid-19 yang mengalami gejala tersebut.

Bentuk terapi ini melibatkan penderita menghirup bau yang kuat seperti kayu manis, mint, atau jeruk, dan membuat mereka berkonsentrasi pada ingatan akan baunya.

"Kami rasa ini efektif dengan neuroplastisitas, kemampuan otak untuk berubah. Otak kita terus berubah saat kita belajar dan mengalami hal-hal baru. Pada anosmia Covid, dalam beberapa hal, saraf dalam sistem penciuman telah diubah oleh virus," sambungnya.

Ia juga mengatakan berlatih mencium minyak esensial dapat mempebaiki saraf yang terkait dengan penciuman.

"Semakin cepat Anda mulai berlatih setelah terinfeksi, semakin besar kemungkinan otak memiliki kemampuan untuk kembali ke keadaan semua," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Alami Anosmia, Pria Ini Tak Pernah Positif Virus Corona Covid-19

Meski Alami Anosmia, Pria Ini Tak Pernah Positif Virus Corona Covid-19

Health | Selasa, 05 Januari 2021 | 11:20 WIB

Deteksi Anosmia akibat Virus Corona Covid-19, Ahli Sarankan Pakai Kopi

Deteksi Anosmia akibat Virus Corona Covid-19, Ahli Sarankan Pakai Kopi

Health | Rabu, 16 Desember 2020 | 13:18 WIB

Alami Anosmia akibat Covid-19, Wanita Ini Coba Konsumsi Makanan Pedas

Alami Anosmia akibat Covid-19, Wanita Ini Coba Konsumsi Makanan Pedas

Health | Selasa, 08 Desember 2020 | 14:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB